
Acara sudah selesai Denis langsung mengajak istrinya pulang kerumah.
Diperjalanan menuju rumah.
Denis melajukan mobilnya agak kasar, karena masih kesal dengan Risa.
"Den, pelankan mobilnya" pinta Risa.
"Aku pingin cepat-cepat sampai rumah, Aku pingin kamu segera mengganti pakaianmu" jawab Denis.
"Denis ini sudah gila, jelas-jelas Dia yang meminta Aku pakai gaun ini" gumam Risa.
"Inikan gaun pilihanmu" kesal Risa.
"Aku tidak rela, sampai ada laki-laki lain menatapmu lebih dari 30 detik" omel Denis.
Denis merasa sangat marah sangat marah, karena Vito menatap Istrinya lebih dari 30 detik.
Risa hanya terdiam.
"Apa Denis cemburu?"
"Apa kamu sedang cemburu?" tanya Risa.
"Suami mana? yang rela melihat Istrinya ditatapan oleh laki-laki lain dengan tatapan yang begitu menjijikkan seperti tadi" kata Denis, yang merasa tidak suka dengan tatapan genit Vito pada istrinya.
"Itu tandanya kamu cemburu" Risa mempertegas ucapannya kembali.
"Sudahlah, jangan dibahas!" kesal Denis.
"Aku memang cemburu, tapi aku tidak mungkin bilang padanya"
Risa yang merasa kesal akhirnya memilih memejamkan matanya, agar Denis berhenti bicara. sedangkan Denis terus melajukan mobilnya menuju kerumahnya.
Skip...
Akhirnya Denis dan Risa sampai dirumah, Denis langsung keluar dari mobilnya, lalu menggendong Risa masuk kedalam kamar mereka.
Denis menaruh Risa diranjang tempat tidurnya.
"Dasar gadis bodoh, kamu malah tidur" omel Denis, sambil membelai pipi Risa dengan lembut.
"Risa begitu cantik, Bodoh kalau Aku sampai menyia-nyiakan Risa" gumam Denis, yang mulai sadar ternyata sudah mulai punya perasaan khusus buat Risa.
Denis mencium, kening Risa, kedua pipi Risa, mencium bibir Risa dan memberikan kecupan Di dada Risa hingga membekas warna merah.
"Kamu adalah istriku, jadi kamu adalah milikku" kata Denis, yang berniat membuka gaun yang Risa kenakan namun Denis mengurungkan niatnya.
Denis yang melihat warna merah di dada Risa, langsung tersenyum bahagia.
"Apa Aku tadi melakukannya dengan kencang?" gumam Denis, yang diiringi dengan senyuman bahagia.
"Tapi Risa saja tidak bangun, mungkin tidak terlalu kencang! biarkan saja itu untuk tanda kepemilikanku lagi" gumam Denis, yang kembali merasa begitu senang.
Denis beranjak dari tempat duduknya, lalu menuju ke kamar mandi untuk segera mandi. tidak butuh lama hanya beberapa menit lalu Denis selesei mandi.
Denis membaringkan tubuhnya disamping Risa. Denis menarik selimut lalu memakaikan selimut tersebut ketubuh Risa.
Malam ini Denis tidur sambil memeluk Risa, seperti bantal guling.
Keesokan harinya.
Risa terbangun namun terasa berat, ternyata kaki Denis menindih tubuh Risa.
Setelah selesai menyingkirkan kaki Denis, dari tubuhnya kini Risa langsung menuju meja rias untuk membuka gaun yang masih melilit di tubuhnya.
Risa berkaca, namun tampak keanehan dibagian dadanya.
"Ini merah kenapa? Apa Aku digigit nyamuk? terus tidak berasa atau ini kena serangga?" berbagai pertanyaan muncul dari mulut Risa, yang melihat bagian dadanya merah seperti digigit sesuatu.
"Den, Denis bangunlah! ini dada Aku kenapa?" tanya dengan begitu polosnya.
Denis membuka matanya.
"Kenapa sih Ris? Kamu heboh sekali" kata Denis, mengucek-ucek matanya.
"Den, kemarilah!!" kesal Risa.
Denis beranjak dari tempat tidurnya, lalu menghampiri Risa.
"Katakan apa masalahmu?" tanya Denis, yang sudah berdiri sambil melipat kedua tangannya.
Risa menunjukkan tangan kerarah bagian dadanya yang merah.
"Ini kenapa ya? Apakah aku digigit nyamuk tidak berasa?" kata Risa, yang masih merasa kebingungan.
Denis menelan ludahnya dengan begitu kasar.
"*Aku tidak mungkin jujur, Kalau itu semua ulahku atau Risa akan murka" gumam Denis dalam hatinya.
"Untung Aku semalam, hanya membuatnya merah saja tidak sampai-sampai benar menggigitnya dengan gigiku" Gumam Denis, yang merasa bersyukur*.
"Den, kenapa kamu malah diam?" tanya Risa.
"Hmm mungkin itu cuma digigit oleh nyamuk" jawab Denis, dengan penuh kebohongan.
Risa yang memang tidak terlalu mengerti tentang begituan, akhirnya percaya dengan Denis.
"Dasar nyamuk kurang ajar! untung dibagian dada jadi tidak terlihat" kata Risa, dengan rasa kesalnya.
"Iya Ris, untung dibagian dada" jawab Denis.
"Ris, apa kamu sepolos itu? Aku yakin kamu belum pernah melakukannya dengan laki-laki lain, beruntung sekali Aku mendapatkan wanita yang masih suci" rasa syukur di dalam hatinya Denis.
"Sudah sana mandi, lalu obatti yang digigit nyamuk itu dengan salef" kata Denis, yang sebenarnya menahan tawanya dalam hati.
Risa, beranjak dari tempat duduknya lalu menuju ke kamar mandi.
"Den, tolong bukakan restselting gaunku" Risa meminta tolong pada Denis, sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
Denis membukakan restselting gaun Risa.
"Aku mandi dulu ya!" pamit Risa.
"Iya mandilah yang bersih" pinta Denis.
Denis duduk ditepi ranjang.
"Risa, Aku kira kamu akan heboh pagi-pagi ini ternyata kamu malah menunjukkan sikap polosmu yang begitu menggemaskan" gumam Denis, yang tidak menyangka Risa akan bersikap sepolos ini.
Denis senyum-senyum sendiri, ntah apa yang dipikirkan oleh Denis hanya Denis ya tau.
Ehh author yang tau deh.
Bersambung