Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
193.Mantan terindah.


Beberapa hari kemudian.


Pagi ini Denis mengajak Risa berkunjung kerumah Orangtuanya. Tapi sebelum pergi kerumah Orangtuanya Risa Denis pergi ke kantor lebih dulu.


"Sayang, Kamu bersiaplah aku mau mengajakmu ke tempat orang tua kamu!" suruh Denis yang baru saja selesai ganti baju.


"Suamiku, Aku males mau ganti baju. Kamu bantu aku ya." rengkek Risa dengan manja.


Denis geleng-geleng kepala, Namun dia juga tidak menolak perintah dari sang istri.


"Nanti kalau aku hilaf gimana?" Tanya Denis.


"Kamu harus tutup mata!" jawab Risa dengan begitu manja.


Denis langsung mengambil baju Risa dari dalam lemari, Lalu setelah mengambil baju Risa Denis langsung menghampiri Risa.


"Dasar Risa, kalau aku tutup mata lalu bagaimana caraku memakaikan dia baju?" Gumam Denis.


Satu-satu persatu Denis menanggalkan baju Risa, Setelah semua baju terlepas Denis langsung memakaikan baju yang baru saja diambil dari lemari pada Risa.


"Kenapa kamu manja sekali?" Tanya Denis.


"Sih Ucil yang mau," jawab Risa yang selalu menjadikan anak yang dalam kandungannya sebagai alasan agar suaminya menuruti apa saja yang dirinya mau.


Setelah selesai memakaikan baju pada Risa, Denis langsung menaruh baju kotor milik Risa kedalam keranjang pakaian kotor.


"Untung istri cuma satu, Coba kalau istriku dua pasti lebih repot." batin Denis.


"Sayang, Nanti kamu aku tinggal ditempat mama ya aku mau ke kantor dulu ada urusan," kata Denis yang langsung mengandeng tangan Risa.


"Aku tidak mau, Aku mau ikut ke kantor saja!" tolak Risa dengan rengkekan.


Pagi ini Risa lagi kesambet dedemit mana? Manja banget sama sang suami, Namun Denis justru malah bahagia kalau sang istri manja seperti ini.


"Bersyukur banget biarpun Risa lagi hamil tapi manjanya malah lebih-lebih gini, Jadi pingin punya banyak anak." batin Denis.


"Baiklah, Kamu ikut ke kantor." Denis mengalah dan menuruti kemauan Risa untuk ikut kekantornya.


Diperjalanan menuju kantor Denis dan Risa saling mengobrol mengenai acara 7 bulanan dan setelah lulus kuliah.


"Sayang, Nanti acara 7 bulanan rencananya mau diadakan dimana?" Tanya Risa.


"Aku terserah kamu saja, Katakan saja kamu mau acaranya seperti apa? Nanti aku akan siapkan semuanya." jawab Denis yang terus fokus menyetir.


"Dirumah sendiri saja kali,Yang sederhana saja, Kita cukup undang keluarga dan sahabat-sahabat saja." usul Risa.


"Baiklah Istriku." Denis setuju dengan usulan Risa.


Sesampainya dikantor, Risa melihat Ayumi dan dan Alan sedang bercandaan sambil berjalan.


"Itu bukannya Ayumi dan Sekertaris Alan." Kata Risa sambil menunjukkan Alan dan Ayumi dengan jari telunjuknya.


"Iya itu mereka, Dasar tukang pacaran." jawab Denis sambil ngedumel.


Denis dan Risa langsung menghampiri Ayumi dan Alan.


"Pacaran mulu." Cetus Denis tiba-tiba.


"Besok kita pelaminan sayang, Biar tidak pacaran mulu." sahut Alan yang membuat wajah cantik Ayumi langsung merah karena merasa malu-malu.


Risa melihat kearah Ayumi, Lalu bertanya pada Ayumi.


"Kok tumben ikut Alan ke kantor?" Tanya Risa pada Ayumi.


"Mumpung libur kuliah Ris, Sekalian ngerjain skripsi dibantuin sama Alan." jawab Ayumi.


Iya Ayumi ikut Alan ke kantor bukan tanpa alasan, Tapi karena ingin Alan membantunya mengerjakan skripsi kuliahnya.


"Skripsi kamu bagaimana sudah jadi?" Tanya Ayumi pada Risa.


"Belum semuanya, Untung ada suamiku yang bantuin jadi pasti cepat. Tidak terasa ya Yum kita sudah akan lulus kuliah." jawab Risa.


Iya tinggal beberapa bulan lagi Ayumi, Risa, Alya dan Panji akan segera lulus kuliah.


"Setelah kuliah apa rencanamu?" Tanya Risa, Bukannya Ayumi yang menjawab tapi Alan yang menjawabnya.


"Rencananya menjadi Nyonya Alan Mahendra," jawab Alan dengan penuh kemenangan.


"Hati-hati Yum, Alan belum bisa melupakan tentang mantan terindahnya." Timpal Denis yang menjadi kompor.


Ayumi menatap kearah Alan, Kini dirinya seolah-olah meminta penjelasan pada Alan.


"Dasar Denis s*alan, Kenapa harus bicara seperti itu dihadapan Ayumi." Batin Alan.


"Mantan terindah?" Sambung Risa bingung.


"Sudah ayo istriku, Kita cepat pergi dari sini sebelum Alan ngamuk!" ajak Denis yang membuat Risa semakin bingung.


Alan langsung menatap Denis dengan tatapan tajam, Lalu Denis malah tersenyum dan berkata pada Alan.


"Kamu harus menceritakan tentang mantan terindahmu, Jangan sampai Ayumi tahu waktu kalian sudah menikah." kata Denis pada Alan, Membuat Ayumi semakin bingung.


"Tentang mantan?" Ayumi bingung.


"Oh iya, Aku mau pergi ke rumah mertuaku untuk berkas yang harus ditandatangani nanti aku taruh meja kerjaku." Kata Denis pada Alan lagi, Alan menganggukan kepalanya pertanda mengerti.


Denis dan Risa langsung pergi meninggalkan Alan dan Ayumi, Keruangan kerja Denis.


Diruangan kerja Denis, Denis langsung menandatangani semua berkas-berkas yang ada di atas meja. Setelah selesai Denis kembali merapikan semuanya.


"Den, Apa Alan pernah punya pacar?" Tanya Risa dengan rasa penasaran.


"Pernah, Tapi itu tidak akan menyakiti hati Ayumi kamu tidak usah kawatir. Aku bicara seperti itu tadi, Aku hanya mau Alan jujur pada Ayumi dari sekarang." jawab Denis yang berusaha memberikan penjelasan pada Risa.


Sebenarnya tadi Denis sengaja membahas masalah mantan Alan pada Alan, Karena Denis mau Alan berkata jujur dari sekarang pada Ayumi.


Mungkin lebih baik Ayumi tahu dari sekerang, Daripada nanti setelah mereka menikah kan takutnya Alan malah disuruh tidur teras depan rumahnya.


Setelah selesai mengurus semua pekerjaannya, Denis langsung mengajak Risa kerumah orang tua Risa.


Denis juga mengajak Risa membeli buah tangan untuk sang mertua.


Diruangan Alan.


Ayumi hanya duduk tanpa mau berbicara pada Alan, Alan menghampiri Ayumi lalu duduk disebelahnya.


"Sayang, Jangan manyun seperti itu!" pinta Alan dengan nada lembut, Ayumi hanya diam tanpa mau menjawab pintaan dari Alan.


Ayu berpindah duduk, Kini Alan sudah berjongkok dihadapan Ayumi. Lalu memegang kedua tangan Ayumi dengan lembut.


"Sayang, Aku hanya mencintaimu saja tidak pernah ada yang lain." kata Alan pada Ayumi.


Ayumi menatap Alan dengan tatapan berkaca-kaca, Lalu bertanya pada Alan.


"Siapa mantan terindahmu?" Tanya Ayumi yang sebenarnya hatinya merasa cemburu.


Mendengar Alan punya mantan terindah membuat hati Ayumi menjadi gelisah, Ayumi memikirkan sosok wanita yang seperti apa yang bisa menjadi mantan terindah dihati sang kekasih.


"Dia adalah Syahfiya teman sekolahku dulu, Tapi aku sudah sepenuhnya melupakan dia semenjak aku memutuskan untuk menjadikanmu sebagai kekasihku." jelas Alan dengan pada Ayumi.


Alan menceritakan panjang lebar tentang Syahfiya pada Ayumi, Membuat hati Ayumi terasa begitu sesak.


Ntah kenapa tiba-tiba Ayumi meneteskan air matanya, Lalu Alan langsung menghapus buliran air mata Ayumi dengan jarinya.


"Kenapa kamu menangis, Dihatiku hanya ada kamu saja sekarang!" Alan berusaha menyakinkan Ayumi.


"Aku tidak mau kamu punya wanita lain atau sampai menyimpan masalalumu." Akhirnya Ayumi berbicara, Membuat Alan merasa lega.


"Itu tidak akan terjadi sayang, Aku akan menjadikanmu satu-satunya dalam hidupku," tegas Alan dengan begitu yakin, Alan membelai pipi Ayumi dengan lembut, Lalu Alan menarik Ayumi kedalam pelukannya.


"Jangan pernah berpikir macam-macam, Nanti setelah kamu lulus kuliah aku akan menikahimu." kata Alan pada Ayumi.


Ayumi tersenyum dalam pelukan Alan, Dalam hatinya Ayumi selalu berharap jika kelak Alan akan menjadi jodohnya.


Denis dan Risa baru saja sampai dirumah orang tua Risa, Dengan perasaan yang begitu bahagia Risa langsung memeluk kedua orangtuaku. Denis melihat Risa kali ini benar-benar merasa bahagia.


"Maaf sayang, Aku baru sempat mengajakmu berkunjung ke tempat orang tuamu." Gumam Denis.


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊