Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
114. Nonton Bareng.


Akhirnya mereka berempat pergi kesalah satu mall yang tidak jauh dari kampus Risa, untuk pergi menonton.


Alan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di mall tersebut.


Alan langsung memarkirkan mobilnya, sedangkan Ayumi sedang berusaha melepaskan sabuk pengamannya namun kesusahan.


"Dasar bodoh, melepaskan sabuk pengaman saja tidak bisa." omel Alan sambil membantu Ayumi melepaskan sabuk pengamannya.


Kini wajah Ayumi dan Alan begitu dekat, bahkan Ayumi bisa mencium wangi rambut Alan.


"Wangi sekali rambutnya, shampo apa yang laki-laki menyebalkan ini pake ya." gumam Ayumi dalam hatinya.


Alan melihat kearah Ayumi, lalu berkata pada Ayumi.


"Sudah selesai turunlah." suruh Alan dengan nada jutek.


Risa dan Denis saling melihat kearah Alan.


"Jangan jutek gitu Al, nanti turun ke hati loh." Denis meledek Alan.


"Sekertaris Alan tidak tahu kalau cinta dan benci itu beda-beda tipis." sambung Risa sambil melihat Ayumi.


Ayumi melihat kearah Risa, dengan sorot mata yang begitu kesal.


"Apasih kalian ini." jawab Ayumi.


Denis dan Alan turun lebih dari mobil lebih dulu, lalu mereka membuka pintu mobil untuk Risa dan Ayumi.


"Turunlah." kata Alan dengan nada jutek.


Ayumi turun dari mobil, lalu melihat Alan.


"Dasar laki-laki menyebalkan tidak ada lembutnya sama sekali." gumam Ayumi.


"Sayang hati-hati." kata Denis pada Risa dengan nada yang begitu lembut.


Risa turun dari mobilnya, Denis memegangi tangan Risa.


Denis melihat kearah Alan.


"Seperti itulah Al, kalau bersikap pada wanita harus lembah lembut." Denis menyindir Alan.


Alan melihat Denis dengan tatapan begitu kesal.


"Diam Kamu bodoh." Alan mengomeli Alan.


Denis hanya tertawa penuh kemenangan sambil melihat Alan.


Kini mereka menuju masuk kedalam mall untuk menonton, Risa dan Denis saling bergandengan, Ayumi jalan lebih dulu, sedangkan Alan berjalan pelan disamping Denis.


Ayumi yang sedang berjalan dan tidak melihat ada mobil, hampir saja tertabrak untung saja Alan langsung berlari untuk menyelamatkan Ayumi.


Alan langsung menarik tangan Ayumi dengan tangannya, Kini Ayumi langsung terjatuh dalam pelukan Alan.


Alan memeluk Ayumi begitu erat, sedangkan Ayumi merasa takut dan tubuh gemetaran.


"Terimakasih Sekertaris Alan." Ayumi mengucapkan terimakasih pada Alan, lalu mempererat pelukannya.


Alan berusaha menenangkan Ayumi.


"Sudah tidak apa-apa." kata Alan, sambil mengusap-usap punggung Ayumi.


Risa dan Denis langsung berjalan menghampiri Ayumi.


"Yum, Kamu tidak apa-apa?" tanya Risa dengan perasaan begitu kawatir.


Alan melepaskan pelukannya, lalu Ayumi menjawab pertanyaan Risa.


"Tidak apa-apa Ris, untung ada Sekertaris Alan." kata Ayumi yang penuh rasa syukur.


"Ayo kita masuk." ajak Ayumi.


Denis melihat kearah Alan, lalu menyuruh Alan untuk menggandeng tangan Ayumi.


"Al gandeng tangan Ayumi, jangan sampai lepas." kata Denis.


"Tidak usah, Aku bisa jalan sendiri." Ayumi menolak.


"Tidak apa-apa, Ayo Aku gandeng Aku tidak mau kejadian tadi terulang kembali." kata Alan yang langsung mengambil tangan Ayumi.


Kini Alan sudah mengandeng tangan Ayumi.


"Tadi bisa memeluknya, sekarang memegang tangannya." gumam Alan yang merasa senang


Mereka berempat berjalan menuju ketempat nonton, kini Risa dan Ayumi sedang menunggu Alan dan Denis, Alan sedang membeli tiket sedangkan Denis sedang membeli makanan dan minuman untuk teman nonton tadi.


Alan sengaja memilih flim romatis, untuk memaafkan kesempatan yang ada.


"Ayo Aku sudah membeli tiketnya." kata Alan sambil menunjukkan tiket yang sudah dibeli.


Kini mereka berjalan menuju ke dalam bioskop.


"Mau nonton flim apa?" bisik Denis ditelinga Alan.


"Flim romantis." Alan berbalik berbisik ditelinga Denis.


Kini mereka berempat sudah duduk dibagian pojokan bagian tengah, Risa dan Ayumi duduk berdampingan, Denis duduk disebelah Risa, sedangkan Alan duduk disebelah Ayumi.


Denis memegang tangan Risa, sedangkan Ayumi dan Alan fokus melihat flimnya yang sudah dimulai.


Kali ini adegan film sepasang kekasih sedang masak berdua didapur dengan romantis.


"So sweet mereka ciuman." kata Ayumi sambil tersenyum melihat flim tersebut.


karena gelap kini Risa dan Denis langsung berciuman didalam bioskop, sedangkan Alan hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar.


"Den, jangan melakukan ini disini." Risa melarang Denis menciumnya.


"Ciuman didalam bioskop enak sayang, sambil lihat adegan film." jawab Denis yang baru selesai mencium bibir Risa.


Adegan demi adegan romantis bermunculan dalam flim tersebut, Ayumi yang sudah sangat terbuai karena flim tersebut tanpa sadar sudah menggegam tangan Alan, kini Ayumi menyandarkan kepalanya di bahu Alan.


Alan hanya terdiam membiarkan Ayumi bersandar di bahunya.


"Sudah lama bahu ini tidak ada yang menyandarinnya." gumam Alan.


Setelah kejadian 5 tahun lalu, Alan memang belum pernah kembali berpacaran jadi wajar kalau bahunya sudah lama tidak ada yang menyandarinnya.


Ntah setan apa yang merasuki Alan, kini Alan juga menggegam tangan Ayumi.


kini adegan filmnya tambah panas, flim tersebut sedang beradegan diatas ranjang.


Risa dan Denis, menikmati flimnya dengan biasa saja wajar mereka sudah menikah.


Sedangkan Alan dan Ayumi, kini sama-sama hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar.


"Jadi pingin nikah saja, sepertinya enak punya Suami." gumam Ayumi.


"Andai saja Aku sudah punya Istri, pasti sampai rumah langsung Aku praktekkin." gumam Alan.


Setelah beberapa jam akhirnya flim selesei, namun tiba-tiba Ayumi sadar tangannya sudah bergeggaman dengan tangan Alan.


"Kamu sengaja ya memegang tanganku." Ayumi mengomeli Alan lalu mengibaskan tangan Alan dengan kasar.


"Aku? Kamu kali yang sengaja, bahkan Kamu menyandarkan kepalamu dibahuku." jawab Alan sambil tersenyum penuh kemenangan.


Ayumi terdiam sambil berpikir.


"Apa benar Aku melakukan itu?"gumam Ayumi.


"Sudahlah dimana-mana itu laki-laki yang selalu mencuri kesempatan." kata Ayumi yang tidak mau disalahkan oleh Alan.


Denis dan Risa sama-sama melihat kearah Ayumi dan Alan.


"Ayo pulang, jangan berdebat disini!" pinta Risa.


Akhirnya mereka berempat keluar dari bioskop.


"Dasar laki-laki sukanya mencuri kesempatan." kata Ayumi yang berada disamping Alan.


"Jelas-jelas tadi Kamu yang mulai memegang tanganku, lalu tiba-tiba menyandarkan kepalamu dibahuku." jawab Alan yang berusaha menjelaskan kejadian tadi.


Denis dan Risa menggelengkan kepalanya.


"Sudah jangan berdebat terus." Risa mengomeli Ayumi dan Alan.


"Laki-laki menyebalkan itu yang mulai." Ayumi mengadu pada Risa.


"Gadis bodoh itu yang mulai." Alan juga tidak mau kalah ikut mengadu pada Risa.


Kini Ayumi dan Alan seperti Anak kecil yang sedang merebutkan permen.


Denis melihat kearah Alan.


"Sudahlah Al, mengalah saja sebagai laki-laki."Denis mencoba memberi saran.


"Tidak mau, Dia yang salah ngapain juga Aku yang minta maaf." jawab Alan dengan tatapan begitu kesal pada Ayumi.


Akhirnya mereka berempat sama-sama terdiam, lalu Risa membuka suara.


"Sekarang Kita mau kemana lagi?" tanya Risa.


Bersambung🙏


Jangan lupa like, komen, vote, dan rate 😊


Terimakasih buat para pembaca setia🙏***