
Denis dan Risa menuju ke taman bunga yang ada di desa itu, letaknya tidak terlalu jauh dari penginapan Denis dan Risa tinggal.
Setelah menempuh perjalanan yang tidak lumayan jauh, akhirnya Denis dan Risa sampai ditaman bunga yang indah.
Taman bunga.
Risa ternganga karena begitu takjub melihat keindahan taman bunga yang ada dihadapannya saat ini.
"Waahhhh indah sekali!!" puji Risa, tanpa mengedipkan matanya.
Denis terdiam, namun juga merasa sangat senang melihat Risa.
"Apa kamu suka?" tanya Denis.
"Aku sangat suka sekali!!" jawab Risa.
"Darimana, kamu tau tempat seindah ini?" tanya Risa ingin tau.
Denis terdiam, membuat Risa bingung.
"Denis kamu kenapa?" tanya Risa.
"Aku hanya ingat dengan almarhum kakekku dan almarhumah nenekku!!" jawab Denis dengan nada sedih.
Risa menggegam tangan Denis dengan tangannya.
"Den, kita doakan kakek dan nenek kamu tenang di surga sana!! kamu jangan sedih lagi nanti kakek dan nenek di surga juga ikut sedih!!" Risa berusaha menghibur Denis.
Denis menggegam tangan Risa dan menarik kepala Risa agar bersandar di bahunya.
"Kamu tau mengapa aku mengajakmu, ke taman bunga ini?" tanya Denis tiba-tiba.
"Tidak, memangnya kenapa?" tanya Risa.
Lagian bagaimana aku bisa tau!! kamu kan tidak memberi tauku!!
"Ini adalah taman bunga cinta!!" jawab Denis.
"Lalu?" Risa mulai penasaran.
"Kakek dulu sering mengajakku ketempat ini, beliau bercerita kalau ditempat ini cinta kakek dan nenek bersemi!! sampai sebelum mereka berdua meninggalkan mereka berdua datang kesini beberapa hari setelah datang ketempat ini akhirnya kakek dan nenek meninggal dihari yang sama dan akhirnya tempat ini menjadi saksi bisu cinta kakek dan nenek!!" cerita Denis, tentang kakek dan neneknya.
Denis mulai meneteskan air matanya karena mengingat kenangan indah bersama kakek dan neneknya dulu, Denis adalah cucu satu-satunya jadi kakek dan neneknya sangat menyayangi Denis bahkan sangat memanjakan Denis dengan berlebihan.
"Taman bunga cinta!! itulah kakek dan nenek memberi nama taman ini!!" jelas Denis dengan tetesan air mata yang sudah membasahi pipinya.
"Aku tidak menyangka ternyata seorang Denis kusuma bisa menangis!!" Kata hati Risa.
Pelan-pelan Risa menghapus air mata Denis dengan kedua tangannya.
"Kamu tidak boleh menangis, kakek dan nenek pasti bahagia melihatmu!! apalagi sekarang kamu datang ketempat ini dengan istrimu" Risa berusaha menghibur Denis.
"Kamu benar Risa!! aku yakin mereka sudah bahagia di surga sana!!" jawab Denis.
Denis tersenyum sambil melihat Risa.
"Tidak apa-apa, kamu cantik Risa!!" ucap Denis dengan spontan.
Risa yang tertawa mendengar Denis bilang dirinya cantik.
"Akhirnya kamu mengakui juga kalau aku ini cantik!!" jawab Risa penuh kemenangan.
"Aku tarik kembali ucapanku!!" kesal Denis.
"Mana bisa, ucapan yang sudah keluar dari mulut kita bisa ditarik kembali!!" jawab Risa penuh kemenangan.
Denis mencubit hidung Risa dengan pelan.
"Dasar tidak mau kalah!!" protes Denis.
Risa hanya tertawa penuh kemenangan.
"Oh iya Denis, apa kamu pernah membawa Maya kesini?" tanya Risa ingin tau.
"Kenapa dia selalu menanyakan tentang Maya disaat sedang berdua seperti ini!!!" kesal Denis dalam hati.
"Tidak!!" jawab Denis singkat.
"Kenapa? bawalah Maya kesini agar cinta kalian bersemi seperti cinta Almarhum kakek dan almarhumah nenek, kaliankan saling mencintai!!" Pinta Risa dengan nada lembut.
"Risa, bisa kita tidak usah membahas Maya dikala kita sedang berdua!!" ucap Denis dengan nada kesal.
Risa hanya terdiam.
Memang apa salahnya? lagian kamu dan Maya kan saling mencintai. kesal Risa dalam hati.
Denis bangun dari tempat duduknya dan langsung menarik tangan Risa dengan lembut.
"Mau kemana?" tanya Risa.
"Mau mengajakmu bersenang-senang!!" jawab Denis.
Akhirnya Denis bermain lari-larian kecil dengan Risa bahkan mereka mengambil beberapa foto dari ponsel Denis.
Denis juga diam-diam memfoto Risa tanpa sepengetahuan Risa.
Denis tersenyum melihat foto Risa yang ada diponselnya sekarang.
"Dia sangat cantikkan!!"
"Lihat menggemaskan sekali!!"
"Dimana-mana istri sah lebih cantik!!"
"Sangat berbeda dengan Maya!!"
Berbagai macam kata-kata keluar dari hati Denis, kali ini hati Denis sedang berperang melawan rasa yang sekarang sudah mulai ada buat Risa!!!!!
Bersambung