Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
127. Aku takut.


Risa sudah sampai dirumahnya dari tadi, kini Risa hanya sendirian dirumah karena Denis lembur kerja jadi Risa sendirian.


Risa baru selesai mandi, setelah berganti pakaian Risa langsung menuju ke dapur untuk membuat makanan untuk dirinya.


Setelah selesai membuat makanan, Risa langsung menuju ke meja makan untuk makan.


"Kok dingin banget." kata Risa.


Risa melihat kearah jendela ternyata mendung sekali, langitnya begitu gelap.


"Sepertinya akan turun hujan, mana Denis lembur lagi Aku takut sendirian dirumah." kata Risa sambil berjalan menuju meja makan.


Risa menyelesaikan makannya, setelah selesai makan Risa kembali ke kamarnya.


Risa mengambil ponselnya yang ada diatas nakas tempat tidurnya, lalu Risa menelpon Denis.


Risa menelpon Denis.


Denis yang sedang sibuk dengan pekerjaannya, mendengar ponselnya berdering langsung mengangkat telponnya.


Diponsel Denis nama Risa ditulis dengan nama "Istriku tercinta"


Denis langsung mengangkat telpon dari Risa.


"Hallo sayang?" sapa Denis dengan suara begitu lembut.


"Sayang, cepetlah pulang! Aku takut sendirian dirumah apalagi langitnya sudah gelap sepertinya akan turun hujan." kata Risa.


"Iya, Aku akan cepat selesaikan pekerjaanku biar Aku bisa cepat pulang." jawab Denis.


"Kamu tidak usah takut, tetap diam dikamar saja sampai Aku pulang!" pinta Denis.


"Iya sayang." jawab Risa.


Setelah selesai berbicara pada Denis, Risa langsung mematikan saluran teleponnya.


Risa membaringkan tubuhnya diatas kasur, sambil membaca novel kesukaannya.


Dirumah Ayumi.


Ayumi sudah sampai dirumah, Ayumi langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang tempat tidurnya, kini Ayumi terus foto yang tadi diambil dari ponselnya.


"Aku kira Kamu laki-laki baik-baik."


"Ternyata Kamu tidak sebaik apa yang Aku kira selama ini."


"Kamu bilang Kamu menyukaiku tapi Kamu berciuman dengan wanita lain dibelakangku."


"Apa seperti ini dirimu yang sesungguhnya? Dasar Levin brengsek."


"Awas saja jika Aku bertemu denganmu, dan Kamu bilang menyukaiku lagi Aku akan langsung menamparmu dengan tenaga turboku."


Kini Ayumi marah-marah pada foto yang ada diponselnya, yaitu foto Levin sedang berciuman dengan Wanita lain.


Setelah capek-capek marah Ayumi, memejamkan matanya hingga tertidur begitu saja.


Dikantor Denis.


Denis dan Alan sedang mengerjakan pekerjaan kantor diruang Denis, malam ini Alan lembur menemani Denis.


"Al, kalau tidak selesei malam ini Kita lanjutkan besok saja, soalnya hujan deras sekali Risa sendirian dirumah." kata Denis pada Alan.


Hujan turun begitu lebat malam ini bahkan diiringi dengan petir yang begitu menggelengang, membuat Denis begitu kawatir pada Risa. apalagi Risa disendirian dirumah.


Alan sedang sibuk dengan laptopnya, lalu menjawab perkataan dari Denis.


"Ini sudah hampir selesai." jawab Alan.


Kini keduanya sama-sama fokus mengerjakan pekerjaannya, setelah satu jam kemudian akhirnya Denis dan Alan selesei dengan pekerjaannya.


Denis langsung membereskan semuanya, lalu segera bergegas untuk pulang.


"Den, nanti Aku bawa mobilmu lagi ya?" kata Alan yang baru yang baru saja selesai membereskan semuanya pekerjaannya.


"Iya bawa saja." jawab Denis.


Kini keduanya langsung keluar dari kantornya, lalu menuju ke parkiran mobil, keduanya langsung masuk kedalam mobil.


Alan langsung menyalakan mesin mobilnya, lalu melajukan mobilnya menuju kerumahnya Denis.


Didalam mobil.


"Den, Kamu menikah sudah beberapa lama, Apa Kamu belum kepikiran untuk punya anak?" tanya Alan pada Denis.


Denis yang sedang sibuk dengan ponselnya, lalu Denis menjawab pertanyaan dari Alan.


"Tentu saja kepikiran, hanya saja belum berhasil Al." jawab Denis.


"Pinginnya tiap malam tapi kadang tidak tega sama Risa, ini saja sedang pms jadi libur olahraga malamnya." jawab Denis.


Alan hanya tertawa mendengar jawaban dari Denis.


"Kenapa Kamu tertawa?" tanya Denis.


"Lucu saja mendenger Kamu lagi libur olahraga malam gara-gara Risa sedang pms." jawab Alan.


"Dasar sialan." omel Denis.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Alan sampai dirumah Denis.


Denis langsung keluar dari mobilnya dengan memakai payung karena hujannya sangat lebat bahkan petirnya sangat menggelengang begitu keras.


"Kamu hati-hatilah Al." kata Denis.


"Iya Den." jawab Alan.


Denis langsung masuk kedalam rumahnya sedangkan Alan langsung kembali melajukan mobilnya menuju kerumahnya.


Risa hanya diam diatas ranjang sesuai perintah dari Denis, kini Risa duduk sambil selimutan karena takut hujannya sangat lebat bahkan petir juga terus bergelenggang dengan begitu keras.


"Denis lama sekali, Aku takut." kata Risa sambil memegegam erat selimut yang melilit tubuhnya.


Sampai di depan rumah, Denis langsung membuka pintu rumahnya dengan serep yang selalu Denis bawa.


"Pasti Risa sudah ketakutan, apalagi bunyi petirnya sangat menggelengang." kata Denis sambil membuka pintu.


Denis langsung kembali menutup pintunya, lalu menguncinya kembali, setelah selesai Denis langsung berlari menuju ke kamarnya.


Denis melihat Risa sedang duduk dengan wajah yang begitu ketakutan, akhirnya Denis langsung menghampiri Risa lalu memeluknya dengan begitu erat.


"Tenanglah sayang, jangan takut lagi." kata Denis sambil mengusap-usap rambut Risa


Dengan tangannya.


Risa memeluk Denis dengan begitu erat.


"Aku takut." kata Risa.


Risa memang sangat takut kalau hujan gede apalagi petirnya sangat menggelengang seperti sekarang ini, bukan tanpa alasan Risa takut namun waktu kecil Risa pernah ditinggal oleh kedua orangtuanya ke acara arisan terus Risa dirumah sendirian dan waktu itu hujan sangat lebat bahkan diiringi dengan petir yang begitu menggelengang.


Denis langsung merebahkan tubuhnya, lalu menarik Risa kedalam pelukannya.


"Sudah tidak apa-apa, Ada Aku sayang." Denis kembali memenangkan Risa.


"Kenapa lama sekali?" tanya Risa pada Denis.


"Kerjaanku banyak tadi, Kamu sudah makan malam?" tanya Denis.


"Belum Aku tidak mau makan malam, Apa Kamu mau makan malam dulu?" kata Risa.


"Aku tidak lapar, tidurlah Aku akan menemanimu dan terus memelukmu." kata Denis sambil mencium kening Risa.


Kini Risa mulai tenang dan tidak beberapa lama, Risa langsung memejamkan matanya.


Denis terus memperhatikan wajah cantik Risa ketika Risa sedang tidur.


"Lain kali, Aku tidak akan lembur kerja lagi, Aku tidak mau meninggalkan Kamu sendirian seperti sekarang ini." kata Denis sambil membelai pipi Risa dengan tangannya.


Tanpa mandi dulu, akhirnya Denis tertidur sambil terus memeluk Risa.


Alan.


Setelah selesai mandi, Alan berdiri disamping jendela sambil melihat hujan yang begitu lebat.


"Kadang hujan mengingatkanku padamu, tapi Aku tahu itu hanya kenangan yang harus Aku lupakan." kata Alan sambil melihat hujan.


"Aku doakan mudah-mudahan Kamu bahagia dengan laki-laki pilihan dari Orangtuamu." doa Alan untuk wanita di masalalunya.


Alan terdiam, tiba-tiba Alan mengingat Ayumi.


"Dia sedang apa ya sekarang?" gumam Alan.


"Tapi sudahlah, Aku akan mengabaikan Ayumi saja lagian Dia sukanya dengan laki-laki brengsek itu." kata Alan.


Alan menutup tirai jendelanya, lalu membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.


"Banggakan saja terus Levin, sampai Kamu tahu sebrengsek apa itu laki-laki pujaanmu itu gadis bodoh." gumam Alan.


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


Maaf ya kak Authornya lagi kurang enak badanπŸ™πŸ™