
"Eeemhhh" rintih Risa.
Risa berusaha memberontak namun Denis begitu kuat.
Denis memberhentikan aktivitasnya, Risa berusaha mengatur nafasnya.
"Apa boleh Aku melakukannya?" tanya Denis.
"Tinggalkan Maya, Aku akan memberikan semuanya tubuhku, hatiku, bahkan perasanku. tapi kalau kamu tetap bersama Maya, maaf Den lebih baik kita tidak usah melakukannya saja" jawab Risa, yang langsung mendorong tubuh Denis, lalu bangun meninggalkan Denis.
Risa membuka lemari, lalu mengeluarkan semua pakaian dan memasukkan ke dalam koper.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Denis.
"Aku mau pergi kerumah Orangtuaku, Aku tidak bisa terus-terusan hidup dengan laki-laki plin-plan sepertimu" jawab Risa.
Risa menarik kopernya, menuju keluar. Denis langsung berdiri lalu mengejar Risa, Denis memeluk Risa dari belakang dengan begitu erat.
"Jangan tinggalkan Aku, Ris" pinta Denis.
"Aku tidak meninggalkanmu, Aku hanya ingin kamu berpikir siapa yang pantas untukmu berada di sampingmu Aku atau Maya" jawab Risa.
Risa melepaskan tangan Denis, lalu pergi meninggalkan Denis begitu saja.
"Kenapa hidupku jadi kacau seperti ini" kesal Denis.
Risa melangkahkan kakinya keluar dari rumahnya Denis.
"Aku harap ini langkah yang tepat, karena Aku tidak bisa terus-terusan hidup dengan laki-laki plin-plan seperti Denis" gumam Risa.
Risa pergi kerumah Orangtuanya dengan menaiki taksi.
Skip..
Risa sampai dirumah Orangtuanya, kini hanya Mama Dina saja yang ada dirumah karena Papa Risa dengan pergi keluar kota.
"Tok..tok.." Risa mengentuk pintu.
"Ceklek.." Bi inem, membukakan pintu.
"Nona Risa, masuk non" pinta Bibi Inem.
"Iya Bi" jawab Risa.
Mama Dina yang sedang duduk sambil membaca koran, kaget karena Risa tumben-tumbenan datang dan kali ini Risa membawa koper.
"Risa, kok sendirian?" tanya Mama Dina.
Risa berusaha tersenyum pada Mamanya, Karena Risa tidak mau membuat Mamanya kawatir.
"Iya Ma, kebetulan Denis sedang ada kerjaan diluar negeri jadi Risa datang kerumah Mama, daripada Risa sendirian dirumah" jawab Risa yang terpaksa berbohong.
"Oh gitu Nak, ya sudah kamu masuk kamar lalu istirahat dulu ya Nak" kata Mama Dina.
Risa langsung menuju masuk kedalam kamarnya.
Dikamar Risa.
Risa mengamati kamarnya yang sudah hampir beberapa bulan ditinggal.
"Tidak ada yang berubah sedikitpun" kata Risa, dengan senyum manisnya.
Risa duduk diatas ranjang.lalu membaringkan tubuhnya dengan pelan.
"Aku tidak tau kedepannya seperti apa? tapi menurutku ini yang terbaik" kata Risa, yang langsung memejamkan matanya.
Dirumah Denis
Denis masih terdiam tepat dibelakang pintu kamarnya, kini dirinya merasa frustasi.
"Semuanya berantakan!!!" teriak Denis.
"Aku harus perbaiki semuanya, Aku tidak boleh kehilangan Risa" kata Denis, yang langsung bangun dari tempat duduknya.
Denis langsung mengambil kontak mobilnya, lalu langsung pergi menuju Kerumah Alan.
Skip..
Denis telah sampai dirumah Alan, kebetulan Alan sedang duduk santai di depan rumahnya.
"Alan...!" panggil Denis.
"Denis?" saut Alan.
Denis langsung menghampiri Alan.
"Kamu sudah menyelesaikan masalahmu dengan Risa?" tanya Alan.
"Risa pergi kerumah Orangtuanya" jawab Denis.
"Dasar laki-laki bodoh! kenapa sampai bisa Risa pergi kerumah Orangtuanya?" tanya Alan dengan begitu kesalnya.
Alan akui Denis pintar dalam mengurus perusahaan dan bisnisnya, namun jika tentang wanita Denis itu sangat bodoh dan ketika mencintai wanita Denis itu bisa buta dengan cintanya.
"Hey, sekertaris sialan! apa kamu sedang memarahi bosmu saat ini?"omel Denis.
"Ini diluar kantor, jadi kamu bukan bosku melainkan kamu ini adalah sahabat terbodohku" jawab Alan, yang selalu menganggap Denis bodoh.
"Sudahlah Aku tau, Aku salah! sekarang bantu Aku perbaiki semuanya" kata Denis dengan pelan.
Alan menepuk pundak Denis.
"Aku akan membantumu, terutama kita harus mencari tau siapa laki-laki selingkuhan Maya dibelakangmu lebih dulu" kata Alan.
Mendengar perkataan Alan Denis begitu terkejut tidak percaya.
"Apa kau bilang selingkuhan?" tanya Denis memastikan.
"Iya, Maya punya selingkuhan" jawab Alan.
"Kamu tau darimana?" tanya Denis ingin tau.
"Akan aku ceritakan" jawab Alan.
Waktu itu.
Disebuah pusat perbelanjaan terbesar dikota kita, waktu itu Aku tidak sengaja melihat Maya bergandengan tangan dengan mesra dengan seorang laki-laki. Aku tidak tau siapa laki-laki itu, lalu Aku menyuruh orang suruhanku untuk mengikuti Maya malam itu juga.
"Ray, tolong ikutin kemana saja kekasih Tuan Denis pergi ya, berikan informasi apa saja padaku tentang kekasih Tuan Denis" kata Alan, pada Ray yang tidak lain adalah salah satu orang kepercayaannya.
"Siap Lan, serahkan saja padaku" jawab Ray.
Ray terus memberikan informasi pada Alan tentang Maya, termasuk tentang Maya sering keluar masuk ke hotel dengan kekasihnya.
Beberapa hari kemudian Ray menemui Alan.
"Lan, Aku mau memberikan informasi tentang kekasih Tuan Denis" kata Ray.
"Katakan Ray!" pinta Alan.
Ray menunjukkan Video Maya dan Keanu memasuki hotel xx.
"Kamu tau, kapan mereka datang kesana?" tanya Alan.
"Hampir setiap minggu atau sebulan sekali" jawab Ray.
"Simpanlah semua bukti itu, pasti suatu saat kita akan membuktikannya" pinta Alan.
Karena Alan tau waktu itu Denis sangat mencintai Maya, bahkan sampai tergila-gila dengan Maya. Akhirnya Alan menyembunyikan semuanya dari Denis.
Cerita Alan selesei.
"Seperti itulah ceritanya" kata Alan.
"Kamu tau sejak kapan?" tanya Denis dengan tatapan begitu tajam.
"Aku sudah lama mengetahuinya" jawab Alan dengan begitu santai.
"Lalu mengapa, kamu tidak memberi tauku brengsek" kesal Denis.
Alan hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
"Mana ada orang yang sedang cinta buta, mau mendengar hal seperti itu?" kata Alan.
"Aku ingat sekali, kamu selalu membanggakan Maya, kamu selalu menurut pada Maya, bahkan ratusan juta kamu berikan begitu saja pada Maya" kesal Alan, yang penuh dengan kata-kata pedas.
"Dan kamu juga harus tau Den, uang yang kamu transfer untuk Maya itu juga untuk bersenang-senang dengan laki-laki brengsek itu" kata Alan, dengan begitu tegas.
Denis terdiam mencerna perkataan Alan.
"Apa Aku sebodoh itu, Lan?" tanya Denis tiba-tiba.
"Kamu memang bodoh dari dulu, bahkan istri secantik Risa sampai kamu sia-siakan" jawab Alan, sambil menggelengkan kepalanya.
"Lalu Aku harus bagaimana?" tanya Denis.
"Bongkar kebusukan Maya selama ini" jawab Alan.
"Caranya?" tanya Denis lagi.
Betapa gemasnya Alan saat ini pada Denis.
"Dasar laki-laki bodoh" gumam Alan.
"Mikir Denisss.....!!" kesal Alan, karena Denis selalu bertanya.
"Lalu bagaimana dengan Risa?" tanya Denis lagi.
"Dia istrimu, jemputlah kerumah Orangtuanya bodoh!!!" kata Alan, yang sudah benar-benar kesal dengan Denis.
"Kenapa kamu bisa sebodoh ini, kalau tentang wanita" keluh Alan, sambil menggelengkan kepalanya.
"Dasar jomblo, belum pernah merasakan jatuh cinta sih" ledek Denis, dengan tawanya.
"Masih bisa tertawa, sana jemput istrimu!" kata Alan, sambil mencubit lengan tangan Denis.
"Nanti saja" jawab Denis.
"Biarkan Risa istirahat dulu, biarkan Dia mengumpulkan tenaganya untuk bertempur denganku nanti" ledek Denis, dengan senyum jailnya.
"Suami macam apa kamu ini Den? masih bisa berpikiran mesum seperti itu!" kesal Alan, yang tau maksud perkataan Denis.
Bersambung.