
Ayumi mulai membuka pembicaraan untuk mencairkan suasana diantara mereka.
"Sekertaris Alan, Apa Kamu sudah berkerja lama dengan Suaminya Risa?" tanya Ayumi dengan nada yang begitu hati-hati.
Alan fokus menyetir mobil, lalu menjawab pertanyaan Ayumi.
"Aku tidak memberitahukan kehidupan pribadiku kepada Orang lain." jawab Alan dengan nada menyebalkan.
"Dasar laki-laki menyebalkan." gumam Ayumi yang merasa kesal.
"Ya sudah Aku tidak tarik kembali pertanyaanku." kata Ayumi dengan raut wajah yang begitu kesal.
"Mana bisa, pertanyaan yang sudah ditanyakan bisa ditarik kembali dasar gadis bodoh." jawab Alan sambil menggelengkan kepalanya.
Ayumi komat kamit tidak jelas, lalu bergumam.
"Kenapa Risa bisa-bisanya menyuruh laki-laki menyebalkan ini mengantarkanku pulang." gumam Ayumi.
"Kita belok kiri." kata Ayumi.
Alan langsung membelokkan mobilnya kearah kiri, lalu terus berjalan menuju rumah Ayumi.
"Lalu?" tanya Alan.
"Lurus, itu depan rumahku." jawab Ayumi dengan nada jutek.
"Jutek banget." kata Alan.
"Bodoh." jawab Ayumi dengan nada jutek lagi.
Alan memberhentikan mobilnya di depan rumah Ayumi, sebelum turun dari mobil Ayumi mengucapkan terimakasih pada Alan.
"Terimakasih sudah mengantarku pulang." Ayumi mengucapkan terimakasih pada Alan.
"Turunlah!" bukannya menjawab ucapan terimakasih dari Ayumi, Alan malah menyuruh Ayumi turun.
"Dasar laki-laki menyebalkan." kata Ayumi.
Ayumi membuka pintu mobil Alan, lalu segera turun. namun sebelum turun Alan menahan tangan Ayumi.
"Tunggu." kata Alan.
"Kenapa?" tanya Ayumi dengan nada jutek.
"Apa Kamu sudah punya kekasih?" tanya Alan sambil melihat kearah wajah Ayumi.
Ayumi kembali melihat wajah Alan, lalu menjawab pertanyaan Alan.
"Aku tidak memberitahukan kehidupan pribadiku kepada Orang lain." jawab Ayumi yang menirukan gaya Alan bicara.
Alan melepaskan tangan Ayumi, lalu Ayumi langsung turun dari mobil Alan.
Ayumi langsung menuju masuk kedalam rumahnya, setelah melihat Ayumi masuk kedalam rumahnya. Alan baru melajukan mobilnya untuk menuju kerumahnya.
Diperjalanan menuju rumah Alan.
"Dasar gadis sombong." kata Alan sambil menyetir.
"Aku tidak memberitahukan kehidupan pribadiku kepada Orang lain." Alan menirukan gaya bicara Ayumi.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, Akhirnya Alan sampai dirumahnya.
Alan langsung memarkirkan mobilnya digarasi mobilnya, setelah memarkirkan mobilnya Alan langsung masuk kedalam rumahnya lalu menuju ke kamarnya.
Alan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya, lalu mengambil foto yang ada dinakas dekat tempat tidurnya.
"Mungkin ini saatnya, Aku melupakanmu dan mulai membuka hatiku untuk wanita lain." gumam Alan dalam hatinya.
Alan membuka laci nakasnya, lalu memasukkan foto tersebut kedalam laci karena Alan tidak mau terus-menerus melihatnya dan Alan putuskan untuk melupakan masalalunya.
Denis dan Risa.
Tengah malam tepat jam 1 malam Denis terbangun dari tidurnya, perlahan-lahan Denis membuka matanya.
"Aduh kenapa kepalaku sakit sekali?"
Risa yang mendengar suara Suaminya, akhirnya membuka matanya.
"Kenapa?" tanya Risa.
"Kepalaku sakit, Ris." keluh Denis.
Bukannya merasa ibah Risa malah mengomeli Denis.
"Makanya tidak usah kebanyakan gaya pakai minum segela sampai mabuk lagi, Aku tungguin dikampus dan Kamu tidak menjemputku, Aku kira Kamu sibuk ternyata Kamu pergi ke bar untuk mabuk-mabukkan." Risa mengomeli Denis.
Denis melihat kearah Risa.
"Aku minum juga sedikit saja tadi." kata Denis lagi.
"Cari kekasih bukan ditempat seperti itu." Risa kembali mengomeli Denis.
"Kamu bilang sedikit...." kata Risa terputus karena Denis langsung menarik tekuk leher Risa lalu mencium bibir Risa.
"Cup..." satu ******* dibibir Risa.
"Eemmhh." desah Risa.
Denis mendalamkan ciuman, lalu menelusuri rongga mulut Risa dengan begitu nikmat.
Setelah Denis merasa puas, Denis langsung melepaskan ciumannya.
"Berhentilah mengomel atau Aku akan memakanmu sayang." kata Denis, sambil mengelap bibir Risa dengan jarinya.
Risa hanya memanyunkan bibirnya dengan raut wajah yang begitu kesal.
Denis memposisikan tubuhnya diatas tubuh Risa, lalu menggoda Risa.
"Kita main sebentar ya sayang." kata Denis sambil menciumi wajah Risa.
Risa menggelengkan kepalanya.
Namun Denis tetap melakukan aksinya.
Waktu Denis mau kembali mencium bibirnya, Risa langsung menutup bibirnya dengan tangannya.
"Aku tidak mau melakukannya, apalagi Kamu masih terpengaruh alkohol." Risa menolak Denis karena Denis baru saja sadar dari mabuknya.
Denis melihat mata Risa, lalu mencium pipi Risa.
"Aku sudah sadar sayang." kata Denis.
"Kamu tahukan, Aku itu pencandumu jadi biarkan Aku melakukan tugasku sebagai Suami dan Kamu juga harus menjalankan tugasmu sebagai seorang istri." kata Denis yang tidak menerima penolakan dari Risa.
Denis mulai ******* bibir Risa, lalu beralih ke leher Risa setelah selesai, Denis langsung membuka kancing baju Risa lalu membukanya kini Denis sedang sibuk dengan gunung kembar Risa.
"Eeemhhh emmmhh..." desahan demi desahan keluar dari mulut Risa.
Biarpun Risa menolak, namun ketika Suaminya sudah mulai bermain ya tetap saja Risa terbuai dengan permainan Suaminya.
"Teruslah mendesah sayang, nikmati permainku.." kata Denis yang diiringi dengan desahan juga.
Denis yang sudah polos tanpa sehelai benang apapun, langsung menaiki tubuh Risa, kini tangan Denis mulai melepaskan c**ana d**am Risa.
Setelah melepaskan c**ana d**am Denis langsung mengarahkan miliknya, lalu memasukkan kedalam milik Risa.
"Ahhh ahhhcchhh.." desahan demi desahan keluar dari mulut Risa ketika milik Denis mulai masuk kedalam bagian sensitifnya.
Denis menghentak-hentakan miliknya dengan begitu cepat kedalam milik Risa.
Kini keduanya sama-sama mengeluarkan desahan dan erangan dari mulut mereka, ketika beberapa menit akhirnya Denis hampir mencapai puncaknya.
Kini Denis mulai mempercepat hentakannya, hingga eranga dan desahan terus keluar dari mulut mereka.
"Tahan sayang, Aku sudah mau keluar." kata Denis dengan desahan yang begitu nikmat.
Risa hanya mendesah penuh kenikmatan, akhirnya Denis langsung mengeluarkan cairan hangatnya kedalam rahim Risa.
"Ahhh enak sekali...." kata Denis yang sekarang merasa sangat lega sekali.
Denis mengeluarkan miliknya dengan dari milik Risa, lalu membaringkan tubuhnya disamping Risa.
"Sudah sayang, mudah-mudahan untuk malam ini si Ucil jadi ya sayang." kata Denis.
Risa hanya diam mengatur nafasnya, karena merasa sangat kelelahan.
Setelah nafasnya sudah teratur, lalu Risa menjawab perkataan Denis.
"Memangnya Kamu sudah pingin banget punya sih Ucil." tanya Risa.
"Hmm, Karena hanya dengan ada sih Ucil, Aku akan tenang dan Kamu juga bakal terus disampingku." jawab Denis.
Risa terdiam lalu mencubit hidung Denis dengan tangannya.
"Dasar bodoh memangnya Aku mau kemana? Omel Risa pada Denis.
"Aku takut Kamu pergi ninggalin Aku." Kata Denis yang langsung memeluk Risa dengan begitu erat.
"Tidurlah Aku lelah, apapun yang terjadi Aku akan tetap disampingmu Suamiku." jawab Risa yang langsung membenamkan wajahnya di dada bidang Denis.
Bersambung π
Jangan lupa like, komen, vote, dan rate yaπ