Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
107. Denis mabuk.


Risa menunggu Denis menjemputnya namun sudah jam 3 sore, Denis juga belum menjemputnya, Ayumi dan Panji menghampiri Risa yang sedang berdiri di depan gerbang kampus.


"Ris, Aku kira Kamu sudah pulang." kata Ayumi sambil melihat kearah Risa.


"Belum Yum, Aku sedang menunggu Suamiku menjemputku." jawab Risa.


Panji berdiri didekat Ayumi.


"Ris, biar Aku antar pulang saja ya." Panji menawarkan diri untuk mengantarkan Risa pulang.


Tanpa melihat kearah Panji, Risa menjawab tawaran Panji menundukkan kepalanya.


"Tidak usah Pan." tolak Risa dengan nada pelan sambil menundukkan kepalanya.


Panji melihat kearah Risa, lalu Panji bergumam.


"Risa itu kenapa sih dari tadi pagi, sepertinya Aneh bahkan Dia enggan melihat wajah tampanku ini." gumam Panji.


"Ris, Aku antar pulang ya sekalian Aku mau main dirumahmu." Ayumi menawarkan untuk mengantarkan Risa pulang.


Apalagi hari ini Ayumi membawa mobil sendiri tanpa supir, jadi bisa lebih lama main dirumah Risanya.


Dengan senang hati, Risa langsung menerimanya.


"Boleh Yum." jawab Risa.


"Maaf Pan, Aku tidak bisa menerima tawaranmu karena Aku takut Denis akan menghukumku diranjang." gumam Risa.


"Pan, Kita duluan ya." pamit Ayumi.


"Iya kalian hati-hatilah dijalan." jawab Panji.


Risa dan Ayumi langsung menuju ke mobil Ayumi sedangkan Panji langsung menuju ke mobil Panji.


"Duluan ya Pan." pamit Ayumi.


"Iya kalian hati-hatilah dijalan." jawab Panji.


Skip..


Kini Risa dan Ayumi sudah sampai dirumah Risa, Ayumi langsung duduk disofa sedangkan Risa langsung menuju ke dapur untuk mengambilkan minum untuk Ayumi.


Risa berjalan dengan membawa minuman kaleng yang Risa ambil dari kulkas, lalu memberikan pada Ayumi.


"Minumlah." kata Risa.


"Iya Ris, Aku juga haus sekali." sahut Ayumi.


Risa duduk disamping Ayumi.


"Suamimu belum pulang?" tanya Ayumi.


"Belum, mungkin Dia lagi sibuk." jawab Risa.


"Kita nonton film drama aja yuk." ajak Ayumi.


"Boleh Yum." jawab Risa.


Risa langsung mengambil laptopnya, lalu mereka melihat flim drama dilaptop Risa.


Kini mereka melihat flim drama tersebut, sambil senyum-senyum sendiri, Risa yang melihat beberapa adegan dewasa membuat dirinya menelan ludah dengan begitu kasar.


"Lihat adegan ciuman panas seperti itu, jadi ingat Denis yang selalu kecanduan dengan ciumanku." gumam Risa, sambil membayangkan Denis ketika menciumnya.


Denis dan Alan.


Malam ini mereka benar-benar pergi ke bar, untuk mencari kekasih buat Alan.


"Den, apa Kamu gila sungguh mengajakku ke tempat ini." tanya Alan sambil menggelengkan kepalanya.


Denis menarik tangan Alan dan sekarang mereka sudah duduk disalah satu, meja pelanggan.


"Sudahlah nikmati saja, carilah kekasih." jawab Denis.


"Dasar bodoh, ayo kita pulang nanti Istrimu kasian." kata Alan dengan raut wajah yang begitu kesal.


"Tenang saja, Risa tidak bakal tahu kalau Aku pergi ke tempat seperti ini." kata Denis.


Kini pelayan datang menghampiri mereka berdua, lalu menanyakan Denis dan Alan memesan apa?


Alan memesan jus jeruk sedangkan Denis memesan satu botol minuman.


"Den, kenapa Kamu memesan minuman memabukkan." tanya Alan dengan sorot mata yang memang sudah benar-benar kesal.


Denis tersenyum lalu menepuk pundak Alan.


"Hanya sedikit tidak akan mabuk, Al." jawab Denis.


"Kita pulang sekarang, nanti Aku akan mencari kekasih ditempat lain." omel Alan.


"Sudah tanggung Al, kita nikmati saja malam ini disini." jawab Denis.


Akhirnya pesanan mereka datang, kini Denis langsung meminum minuman memabukkan tersebut hingga beberapa gelas.


Biarpun hanya habis beberapa gelas, namun Denis sudah sangat mabuk sekarang.


"Al, kenapa Kamu bodoh"


"Kenapa Kamu terus-menerus memikirkan Wanita brengsek yang sudah menikah itu."


"Kamu sudah dihina oleh Orangtua gadis itu, namun kenapa Kamu begitu bodoh dan terus mengingatnya."


"Dasar laki-laki Alan laki-laki bodoh."


Kini Denis sudah mulai ngelantur, berbagai ucapan Denis katakan.


Denis bangun dari tempat duduknya, lalu mencengkram kra kemeja Alan dengan kedua tangannya.


"Ayo pulang, Kamu sudah mabuk." ajak Alan.


"Dasar payah, minum beberapa gelas saja sudah seperti ini." omel Alan.


Sebelum pergi dari tempat itu, Alan membayar semua pesanan.


Kini setelah membayar, Alan langsung memapah Denis untuk menuju ke mobilnya.


"Katanya, Kesini mau mencari kekasihku tapi apa kini Kamu malah mabuk dan menyusahkanku bodoh." Alan terus mengomeli Denis.


Alan langsung menyuruh masuk Denis masuk kedalam mobilnya dengan kasar.


Skip...


Waktu menunjukkan pukul 9 malam, kini Alan sudah sampai di depan rumah Denis.


Alan memapah Denis untuk menuju kedalam rumahnya, kini Alan sudah sampai di depan pintu lalu mengetuk pintu rumah Denis.


"Tok....tok..." Alan mengetuk pintu.


Ayumi dan Risa saling menatap, lalu Ayumi bertanya pada Risa.


"Siapa Ris?" tanya Ayumi.


"Mungkin Suamiku Yum." jawab Risa.


Risa beranjak dari tempat duduknya, lalu menuju kedepan untuk membukakan pintu.


"Tunggu..." sahut Risa sambil berjalan menuju ke depan.


"Ceklek..." Risa membukakan pintu.


"Sekertaris Alan, Denis kenapa?" tanya Risa yang melihat Alan memapah Suaminya.


"Dia tadi pergi ke bar lalu minum." jawab Alan dengan begitu jujur.


"Dasar bodoh, kenapa Kamu pergi ketempat sepi seperti itu." gumam Risa yang merasa sangat kesal.


"Sekertaris Alan, tolong bawa Denis masuk kedalam kamar ya." Risa meminta tolong pada Alan.


"Iya, Aku akan membawanya." jawab Alan.


Kini Alan memapah Denis ke kamar Denis, lalu Risa mengikutinya dibelakang.


Dikamar.


Alan langsung membaringkan tubuh Denis diatas ranjang, lalu langsung berpamitan dengan Risa.


"Aku pamit ya Ris," kata Alan.


"Iya, Ayo Aku antar kedepan." jawab Risa.


Risa mengantar Alan kedepan, lalu berhenti diruang tengah karena ada Ayumi.


"Hay Kau disini." kata Alan sambil melihat kearah Ayumi.


"Saya punya nama." sahut Ayumi dengan wajah yang begitu kesal.


"Ehh Aku lupa namamu." jawab Alan.


"Aku Ayumi" jawab Ayumi.


"Aku tidak menanyakan namanmu, Aku hanya bilang Aku lupa namamu." kata Alan sambil melipat kedua tangannya ke dada nya.


Risa hanya menggelengkan kepalanya, lalu meminta tolong pada Alan untuk mengantar Ayumi pulang karena sudah terlalu malam.


"Sekertaris Alan, tolong anterin Ayumi pulang ya." Risa kembali meminta tolong pada Alan.


"Ris, tidak usah Aku kan membawa mobil sendiri." tolak Ayumi.


"Ini sudah malam, biar nanti supir yang antar mobilmu kerumah, jadi Kamu pulang dengan sekertaris Alan saja." kata Risa.


"Iya Ris, Aku akan mengantar gadis ini pulang dengan selamat." jawab Alan.


"Itu sekretaris Alan saja mau." kata Risa.


Akhirnya malam ini Alan mengantar Ayumi pulang, sedangkan mobil Ayumi sudah dibawakan pulang oleh supir Denis.


Risa kembali ke kamarnya, lalu mengurus Suaminya yang kini mabuk gara-gara pergi minum.


"Dasar bodoh, membuatku repot saja." kata Risa.


Denis membuka matanya, lalu berbicara pada Risa.


"Hey, Kamu cantik sekali, Kamu siapa?"


"Apa Kamu sudah punya kekasih?


Berbagai pertanyaan ngelantur keluar dari mulut Denis.


"Dasar bodoh Aku ini Istrimu" omel Risa.


"Uwek...uwekk...." Denis muntah.


"Denis......" kesal Risa.


Risa langsung melepaskan semua pakaian Denis, lalu membersihkan tubuh Denis yang kena muntahan.


"Kenapa sih Kamu mabuk segela." Risa kembali mengomeli Denis.


Diperjalanan Ayumi dan Alan.


Kini mereka hanya saling diam di dalam mobil, sampai akhirnya Ayumi membuka pembicaraan untuk mencairkan suasana yang ada.


Bersambung πŸ™