
Hari demi hari berlalu, bulan demi bulan juga sudah datang. Hari ini adalah tepat hari Wisuda Risa, Ayumi, Alya dan Panji.
Disebuah gedung megah acara wisuda Risa, Ayumi, Alya dan Panji sedang melangsungkan acara wisuda mereka hari ini.
Orang tua Risa datang menghadiri acara wisuda Risa, Orang tua Ayumi, Orang tua Panji juga datang dan orang tua Alya juga datang ke acara wisuda Alya.
Acara demi acara akhirnya selesai, Risa, Panji, Ayumi dan Alya keluar dari gedung bersama para orang tua mereka.
Risa mencari-cari sosok suaminya disekitar tempat acara dan Risa mengembangkan senyumnya melihat sang suami sudah rapi dengan setelan jas warna hitamnya dan membawa buket bunga mawar putih kesukaan Risa.
"Kata semalam tidak bisa datang, Tapi ternyata dia sudah membawa buket mawar putih kesukaanku." Batin Risa yang kini sudah tersenyum manis pada Denis yang sedang berjalan menuju ketempat dirinya berdiri.
Denis berjalan menghampiri Risa, Lalu memeluknya.
"Selamat Istriku, Akhirnya kamu sudah wisuda." Sambil memeluk sang istri Denis mengucapkan selamat padanya.
"Terimakasih suamiku, Aku kira kamu tidak bisa datang." Jawab Risa sambil melepaskan pelukannya dari sang suami.
Risa mengira Denis tidak datang karena semalam sebelum Risa tidur Risa bertanya pada suaminya, Apakah besok akan menghadiri acara wisudanya? Tapi Denis menjawabnya katanya tidak bisa karena ada mitting penting hari ini dan akhirnya pagi hari ini Risa hanya menghadiri acara wisudanya dengan kedua orangtuanya saja.
"Tidak mungkin aku tidak datang di acara sepenting ini istriku." Jawab Denis sambil memberikan buket bunga yang dibawanya pada Risa.
Risa menerima buket bunga tersebut dengan penuh bahagia.
"Terimakasih suamiku, Tapi aku mau kado yang lain." Risa mengucapkan terimakasih pada Denis, Risa juga meminta kado lain dari sang suami.
"Katakan padaku, Kamu mau kado apa?" Tanya Denis sambil membelai pipi Risa dengan lembut.
"Emmhh aku mau kamu mencintaiku selamanya." Jawab Risa yang membuat Denis tertawa.
"Dasar kamu ini, Ayo kita lihat Alan dan Panji, Mereka sudah menyiapkan kejutan untuk para kekasih mereka." Ajak Denis yang langsung mengandeng tangan Risa.
"Kejutan apa?" Tanya Risa penasaran, Risa tidak ada kejutan apa yang akan diberikan oleh Panji dan Alan untuk Alya dan Ayumi karena memang Denis tidak memberitahu pada dirinya.
"Nanti kamu akan tahu, Ikut saja denganku!" Jawab Denis yang enggan menjelaskan pada Risa tentang kejutan apa yang akan diberikan pada Alya dan Ayumi oleh Alan dan Panji.
Denis mengajak Risa kesuatu tempat yang sudah disediakan oleh Alan dan Panji untuk melamar para kekasih mereka hari ini, Hari ini Alan dan Panji sudah mengatur rencana untuk melamar kekasih mereka secara bersamaan.
Disebuah restauran yang ada di dekat tempat acara wisuda sudah dihias dengan begitu indah.
Denis, Risa, Orang tua Panji, Orang tua Alya dan orang tua Ayumi, Mereka sudah berada diruangan yang Panji dan Alan siapkan untuk melamar kekasih mereka.
Panji mengandeng tangan Alya dengan penuh cinta, Membuat Alya menatap Panji dengan tatapan bingung.
"Kita mau kemana?" Tanya Alya penasaran.
"Bukannya ayo foto-foto merayakan kelulusan bersama yang teman-teman yang lainnya ini malah tidak tahu Panji mau mengajakku kemana?" Gumam Alya dalam hatinya.
"Aku ada sesuatu yang mau aku tunjukkan padamu." Jawab Panji penuh teka-teki.
"Apa?" Tanya Alya semakin bingung.
"Sudahlah jangan bawel, Ikut saja denganku!" Ajak Panji yang enggan menjelaskan pada Alya sebenarnya apa maksudnya?
Alan juga tiba-tiba mengajak Ayumi membuat Ayumi bingung, Bukannya memberikan selamat Alan malah mengangkat tubuh Ayumi, Ayumi terus meronta-ronta tapi Alan tidak mau menurunkan Ayumi dari tangannya.
"Alan turunkan aku! Kita mau kemana? Aku malu banyak yang melihat kita." Ayumi terus Bawel dan terus meronta-ronta meminta Alan menurunkannya.
"Diamlah, Nanti kamu juga tahu." Jawab Alan yang terus menuju ke tempat yang sudah disiapkan untuk melamar Ayumi hari ini.
"Tapi malu dilihat banyak orang." Protes Ayumi dengan raut wajah kesal.
"Mereka yang melihat kita pasti merasa iri dan pasti banyak wanita yang ingin punya kekasih sepertiku." Jawab Alan dengan begitu songongnya.
Ayumi mendengus kesal dan tidak bicara lagi pada Alan, Atau Alan akan semakin besar kepala pikir Ayumi.
"Aku tidak perduli banyak wanita yang menyukaimu, Yang penting hatimu hanya untukku saja." Batin Ayumi dalam hatinya.
Sekarang Ayumi tidak meronta-ronta, Kini dirinya malah dengan senang hati mengalungkan tangannya dileher Alan, Membuat Alan tersenyum senang.
"Nah begitu patuh, Kan aku jadi senang." Gumam Alan dalam hatinya.
"Pan kemarilah!" Panggil Alan dan Panji langsung berjalan mengajak Alya menuju ke tempat Alan dan Ayumi.
Alan menurunkan tubuh Ayumi dari tangannya, Sekerang Ayumi, Alan, Panji dan Alya mereka sudah berempat.
"Ini kenapa sih?" Tanya Ayumi dan Alya secara bersamaan.
Panji dan Alan sama-sama mengambil kain penutup mata dari saku celananya, Lalu mereka memakaikannya dimata kekasih-kekasih mereka masing-masing.
"Apa harus tutup mata?" Tanya Alya bingung.
"Diamlah Alya atau aku akan menciummu di depan umum." Jawab Panji agar Alya diam.
"Aku tidak tahu apa yang akan kalian lakukan, Aku ingin berfoto-foto dan merayakan kelulusanku bersama teman-teman yang lainnya." Kata Ayumi dengan nada lemas.
"Risa juga kemana? Tadi keluar barengan tapi terpisah ntah kemana?" Gumam Ayumi dalam hatinya.
Setelah menutupi mata Alya dan Ayumi dengan kain penutup mata, Alan dan Panji langsung mengajak mereka kesebuah ruangan yang akan digunakan untuk memberikan kejutan untuk mereka berdua.
Alan mengedipkan satu matanya pada Panji dan Panji membalasnya dengan anggukan kepalanya.
Setelah beberapa lama akhirnya Alan dan Panji sampai diruangan yang sudah mereka siapkan untuk melamar para kekasih mereka secara bersamaan hari ini.
Alan dan Panji membuka tutup mata Alya dan Ayumi secara bersamaan.
Setelah tutup mata keduanya sama-sama dibuka, Betapa terkejutnya mereka melihat ruangan yang sudah dihias penuh dengan bunga-bunga dan balon-balon bertulisan I love you.
"Indah sekali." Sambung Ayumi ternganga.
Ini pertama kalinya Ayumi dan Alya mendapatkan kejutan seperti ini dari seorang laki-laki yang mereka cintai, Jadi wajar mereka sama-sama terkejut dan begitu kagum.
Tiba-tiba Alan berjongkok dihadapan Ayumi membuat Ayumi kaget.
"Kamu mau apa?" Tanya Ayumi bingung.
Panji juga melakukan hal yang sama tiba-tiba Panji berjongkok dihadapan Alya membuat Alya juga kaget.
"Pan... Kamu apa?" Tanya Alya bingung.
Alan dan Panji sama-sama mengeluarkan kotak kecil dari saku jasnya, Lalu membukanya.
"Ayumi Larasati, Maukah kamu menikah denganku?" Tanya Alan dengan tatapan serius, Ayumi terus kali ini perasaannya begitu senang.
"Apa Alan sedang melamarku?" Gumam Ayumi dalam hatinya.
Tiba-tiba kedua orang tua Ayumi berjalan menuju ketempat Alan dan Ayumi berdiri.
"Mama, Papa." Sapa Ayumi yang mengembangkan senyumnya pada kedua Orangtuanya.
"Terimalah nak, Papa dan mama merestui hubungan kalian!" Mama dan papa Ayumi menyetujui lamaran Alan pada putrinya.
Ayumi menganggukan kepalanya dengan senang, Lalu Ayumi menjawab pertanyaan dari Alan.
"Alan Mahendra, Aku mau menikah denganmu." Jawab Ayumi yang diiringi dengan senyum bahagianya.
Dengan cepat Alan mengambil cincin didalam kotak kecil tersebut dan memakai dijari manis Ayumi.
Setelah memakai cincin dijari manis Ayumi, Alan bangun dan tersenyum pada Ayumi dengan cepat Ayumi memeluk Alan.
"Terimakasih sayang." Ayumi menitikkan air matanya sambil mengucapkan terimakasih pada Alan.
Alan memeluk Ayumi dengan penuh kasih sayang, Kedua orang tua Ayumi tersenyum bahagia akhirnya anak semata wayangnya mereka sudah menemukan laki-laki yang mencintainya.
"Ehem-ehem.... Sekarang giliran aku." Kata Panji sambil berdehem.
Orang tua Panji dan orang tua Alya sudah ada disamping Panji dan Alya, Denis dan Risa juga sudah berada ditengah-tengah mereka untuk ikut menjadi saksi lamaran Alan pada Ayumi dan Panji pada Alya.
"Alya Adinda Putri, Menikahlah denganku dan aku tidak menerima penolakan darimu!" Kata Panji yang membuat Alya tersenyum kesal.
"Apa-apaan, Dia itu benar-benar menyebalkan." Gumam hati Alya.
Bagaimana tidak kesal Panji meminta Alya menikah dengan dirinya tapi Panji juga yang tidak mau menerima sebuah penolakan dari Alya.
"Baiklah aku tidak akan menolakmu, Karena aku juga sudah terlanjur mencintaimu." Jawab Alya dengan jujur dan saat ini wajah polos Alya terlihat begitu menggemaskan.
Panji tersenyum penuh kemenangan dan langsung meyematkan cincin dijari manis Alya.
"Aku mencintaimu." Panji mengungkapkan cinta pada Alya lalu mencium tangan Alya dengan lembut.
Orang tua Alya dan orang tua Panji menyaksikan lamaran Panji pada Alya membuat mereka tersenyum senang.
"Akhirnya kita akan jadi besan." Kata Mama Anita pada Mama Yulia.
"Iya akhirnya kita besanan." Jawab Mama Yulia dengan begitu senang.
Risa menatap Denis dengan tatapan menggemaskan Membuat Denis ingin menciumnya sayang banyak orang.
"Aku juga pingin dilamar." Kata Risa membuat Denis geleng-geleng kepala.
"Dasar kamu ini." Omel Denis dengan lembut.
Orang tua Risa pulang lebih dulu karena masih ada urusan jadi setelah acara wisuda selesei dan sudah berfoto-foto dengan Risa, Mereka langsung pamit pulang pada Risa jadi tidak bisa menyaksikan hari bahagia ini.
Akhirnya wisuda yang Risa, Panji, Alya dan Ayumi impikan sekerang sudah terlaksana dan hari ini menjadi hari yang bahagia untuk Alya dan Ayumi karena mereka dilamar dihari yang sama oleh para kekasih mereka.
"Siapa yang menyangka." Kata Risa.
"Ini benar-benar hari yang bahagia." Sambung Ayumi dan Alya dengan kompak.
Setelah cincin sudah tersemat dijari manis Alya dan Ayumi, Mereka juga langsung makan bersama untuk merayakan hari ini.
"Risa, Dua hari lagi kamu akan mengadakan acara 7 bulanan katakan padaku kamu mau kado apa?" Tanya Panji pada Risa.
"Om Panji kado mobil baru saja." Jawab Risa yang seolah-olah menjadi anak kecil.
"Hayo Pan mobil baru." Cetus Alan dengan tawanya.
Acara demi acara akhirnya selesai, Kini mereka bahagia karena sudah wisuda dan Risa juga dua hari lagi akan melaksanakan acara 7 bulanan untuk kandungannya.
Setelah semuanya selesai akhirnya mereka pulang kerumah masing-masing.
BERSAMBUNG π
Terimakasih para pembaca setia π
Maaf ya baru up tadi ada acara keluarga jadi hari ini sibuk banget π
Baca juga ya karya-karya teman Author siapa tahu pada suka π