Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
117. Baru Calon.


Jam menunjukkan setengah 10 pagi, Alan sudah berada diruangan Denis. menunggu Denis yang sedang didalam kamar mandi.


"Den, buruan lama banget dikamar mandi, Kamu lagi ngapain sih? cepatan dong." kata Alan dengan suara keras.


Alan memburu-buru Denis yang sedang dalam kamar mandi, Denis yang mendengar perkataan Alan merasa sangat kesal lalu menjawabnya.


"Sabar, 2 menit lagi." sahut Denis.


Alan mulai gelisah, rasanya tidak sabar ingin bertemu dengan Ayumi.


"Sebenarnya apa yang dilakukan di bodoh itu didalam kamar mandi sih?" gumam Alan.


Dua menit kemudian, Denis keluar dari kamar mandi.


"Berisik banget sih, orang lagi dikamar mandi." Denis mengomeli Alan.


"Udah cepatan ini udah jam setengah 10 pagi, katanya mau jemput Risa." kata Alan mengingatkan Denis.


Denis hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku yang mau jemput Risa, Dia yang tidak sabaran." gumam Denis.


"Iya iya ayo kita berangkat." ajak Denis.


Kini mereka berdua langsung menuju ke parkiran mobil, setelah sampai diparkiran mobil Alan dan Denis langsung masuk kedalam mobil, Alan yang menyetir mobilnya sedangkan Denis duduk disamping Alan.


Alan langsung menyalakan mesin mobilnya, lalu memelajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Pelan-pelan bodoh, Aku tidak mau Risa menjadi janda muda." Denis mengomeli Alan karena Alan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Alan terus menyetir mobilnya, lalu menjawab Omelan Denis.


"Kamu pakai sabuk pengamanmu saja, Aku akan hati-hati gini-gini Aku dulu pernah ikut balapan liar." kata Alan yang terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Alan memang dulu sering ikut balapan liar, untuk mendapatkan uang untuk Dia makan sehari-hari dan kebutuhan lainnya, namun setelah menjadi sekretaris Denis Alan sudah tidak pernah ikut balapan liar lagi, karena gaji dan bonus yang Dia dapat tiap bulan sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan Dia dan keperluan lainnya.


"Aku tidak peduli bodoh, pelankan mobilnya." Denis mengomeli Alan.


Biar bagaimanapun Denis masih ingin berumur panjang, jadi melarang Alan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Alan tetap tidak memperdulikan Omelan dari Denis, setelah beberapa lama akhirnya Alan sampai dengan waktu yang lebih cepat dikampus Risa.


"Dasar Kamu mau buat jantungku copot." Denis kembali mengomel.


Alan mematikan mesin mobilnya, lalu melihat kearah Denis.


"Sudahlah Den, jantungmu juga kan masih baik-baik saja, Apa perlu kita periksakan ke Dokter sekarang." jawab Alan.


"Tidak perlu bodoh." kata Denis.


Risa,Ayumi, dan Levin, sedang asik mengobrol dideoan pintu gerbang.


"Itu teman laki-laki kalian kok tidak pernah keliatan?" tanya Levin.


"Panji? Dia sedang berlibur Vin." jawab Ayumi.


Risa melihat-lihat kejalanan namun Suaminya belum muncul juga, biasanya sudah menunggunya.


"Tumben Denis belum datang?" gumam Risa.


"Ris, Kamu kenapa?" tanya Ayumi.


"Tidak apa-apa Yum, Denis kok belum datang ya?" tanya Risa.


"Mungkin kena macet Ris," jawab Ayumi.


Alan sengaja memarkirkan mobilnya agak jauh dari depan gerbang, Denis dan Alan saling memperhatikan Ayumi dan Risa yang sedang mengobrol dengan Levin dari dalam mobilnya.


Alan melihat pemandangan yang ada dengan tatapan begitu kesal.


"Bukankah sudah Aku peringatkan jangan dekat-dekat dengan laki-laki itu lagi." kata Alan.


Denis yang melihat kearah Alan, lalu menjawab perkataan Alan.


"Apa Kamu sudah mulai menjadi bodoh Al? Ayumi kan bukan siapa-siapa Kamu ya mana mungkin Dia mendengarkan laranganmu." jawab Denis sambil melihat Alan.


"Sekarang Alan sudah mulai bodoh." gumam Denis.


"Ayumi Aku antar pulang ya." Levin menawarkan untuk mengantarkan Ayumi pulang.


Denis dan Alan turun dari mobilnya, kini mereka sudah berada didepan Ayumi dan Risa.


Alan yang mendengar perkataan Levin pada Ayumi, langsung menjawabnya.


"Tidak perlu, Ayumi nanti pulang bersamaku." kata Alan tiba-tiba.


Ayumi melihat kearah Alan, sedangkan Denis langsung memegang tangan Risa.


"Hey apa-apaan Kamu ini, tidak Aku mau pulang dengamu, Aku mau pulang dengan Levin saja." tolak Ayumi.


"Tidak bisa, Kamu harus pulang denganku." Alan memaksa Ayumi.


"Dia siapa sih Yum?" tanya Levin sambil melihat kearah Alan.


Bukan Ayumi yang menjawab, namun Alan yang kembali menjawab pertanyaan Levin.


"Kenalkan, Aku Alan Mahendra calon Kekasih Ayumi Larasati." Alan memperkenalkan dirinya pada Levin.


Ayumi ternganga tidak percaya mendengar perkataan dari Alan, sedangkan Denis dan Risa saling berbisik.


"Sepertinya sekertaris Alan tidak butuh waktu lama, untuk menyatakan perasaannya." bisik Risa ditelinga Denis.


"Dia memang seperti itu Risa, tidak suka bertele-tele." Denis kembali berbisik pada Risa.


Ayumi melihat kearah Levin, lalu memegang tangan Levin.


"Vin jangan dengarkan laki-laki ini bicara Dia memang sudah tidak waras." kata Ayumi pada Levin.


Levin juga memegang tangan Ayumi, lalu hendak membawa Ayumi pergi dari disitu namun Alan langsung menahan tangan Ayumi lalu menarik Ayumi kedalam pelukannya.


"Lepaskan tangan Ayumi." kata Alan dengan sorot mata yang begitu kesal.


Tangan Ayumi dengan Levin kini saling terlepas, Alan langsung memeluk Ayumi dengan erat.


"Lepaskan Aku brengsek." Ayumi marah pada Alan.


"Tidak akan." jawab Alan.


Ayumi terus melihat kearah Levin.


"Lepaskan Ayumi!" pinta Levin.


Bukannya melepaskan, Alan malah mengangkat tubuh Ayumi lalu membawanya ke mobil.


Alan berjalan meninggalkan Risa dan Denis.


"Vin, maaf ya Aku duluan." pamit Risa.


Risa dan Denis berjalan menuju mobil, kini Levin hanya terdiam sambil terus melihat Ayumui yang dibawa oleh Alan.


"Dasar laki-laki brengsek, memang Dia siapanya Ayumi? Seenaknya saja membawa Ayumi." gumam Levin yang merasa sangat kesal pada Alan.


"Dasar, sekarang Alan menjadi lebih bodoh dari Aku." kata Denis sambil berjalan.


"Kalian memang sama-sama bodoh." sambung Risa.


Denis menjewer telinga Risa dengan pelan.


"Den, lepaskan ini dijalan malu dilihat orang." pinta Risa.


Denis melepaskan tangannya dari telinga Risa.


"Jangan jadi Istri durhaka, seenaknya saja mengataiin Suaminya bodoh." Denis mengomeli Risa seperti Anak Kecil.


Dimobil.


"Dasar laki-laki brengsek, Kamu sudah menghancurkan semuanya, sekarang bagaimana caraku menjelaskan pada Levin.?" gerutu Ayumi sambil melihat Alan.


"Tidak perlu dijelaskan, laki-laki itu sudah melihat semuanya dengan jelas." jawab Alan.


Denis dan Risa masuk kedalam mobil, melihat Alan dan Ayumi masih bertengkar mereka hanya duduk di jok belakang sambil melihat Ayumi dan Alan.


"Kenapa ada laki-laki sepertimu, tidak waras, menyebalkan, bahkan seenaknya memaksa." Ayumi kembali marah-marah pada Alan.


"Apa kalian akan terus berdebat? cacing diperutku sudah mulai demo ini." kata Risa.


"Al, nyalakan mesin mobilnya Aku tidak mau Istriku sampai sakit gara-gara telat makan karena perdebatan kalian." sambung Denis.


Alan langsung menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan mobilnya, sedangkan Ayumi hanya duduk sambil mengayunkan bibirnya.


"Yum cinta dan benci itu beda tipis, hati-hati nanti Kamu jatuh cinta pada sekertaris Alan." kata Risa sambil melihat Ayumi.


Ayumi membalikkan wajahnya, lalu melihat kearah Risa.


"Ris, Kamu kan tahu Aku sedang dekat dengan Levin bahkan Aku sudah mulai menyukai Levin." kata Ayumi pada Risa.


Mendengar perkataan Ayumi, Alan langsung memberhentikan mobilnya dengan kasar lalu langsung memegang dagu Ayumi.


"Sudah Aku bilang Aku melarangmu mendekatinya tapi sekarang Kamu bilang Kamu sudah mulai menyukainya." kata Alan dengan sorot matanya yang tajam.


Risa dan Denis hanya terdiam.


"Al, jagalah sikapmu memangnya Kamu siapa Aku?" tanya Ayumi dengan nada kesal.


"Aku, bukankah sudah Aku bilang tadi Aku ini calon kekasihmu." Alan kembali mempertegas perkataannya.


Bersambung πŸ™


Jangan lupa like, komen,vote dan rate 😊


Buat Kakak-kakak semuanya, Asti sehari up 2 episode ya😊😊