
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Alan dan Denis sampai dikampus Risa, kini Alan memarkirkan mobilnya agak jauh dari kampus Risa, karena Denis yang memintanya.
"Al, parkirkan mobilnya agak jauh dari kampus Risa! kita amati wanita-wanita kita apa saja yang mereka lakukan dibelakang kita." kata Denis, sambil melihat ponselnya.
Alan menuruti perkataan Denis, kini Alan langsung memarkirkan mobilnya agak jauh dari kampus Risa.
"Den, kita sudah seperti paparazi disini." kata Alan, yang sudah memberhentikan mobilnya.
"Sudahlah, tidak apa-apa sekali-kali." jawab Denis.
Denis dan Alan tidak turun dari mobilnya, mereka sengaja menunggu Risa dan Ayumi keluar dari kampusnya.
Risa,Ayumi dan Panji baru saja keluar dari Kampus, kini mereka duduk dikursi taman yang ada didepan dekat gerbang kampus.
"Pan, oleh-oleh buatku mana?" tanya Ayumi pada Panji.
Panji mengeluarkan 2 paper bag yang berisi parfum, lalu memberikannya pada Risa dan Ayumi.
"Iya iya, ini Aku belikan oleh-oleh untuk kalian berdua." jawab Panji sambil memberikan paper bag yang berisi parfum pada Risa dan Ayumi.
Risa dan Ayumi menerima paper bag tersebut, lalu membukanya secara bersamaan.
"Wahh parfum, terimakasih ya Pan." kata Risa pada Panji.
"Iya Pan, terimakasih ya." sambung Ayumi.
"Sama-sama." jawab Panji.
Denis yang melihat Risa dari salam mobil, langsung mengepalkan kedua tangannya dan menatap Risa dengan tatapan yang begitu kesal dan sorot mata yang tajam.
"Sudah Aku bilang jangan menatap laki-laki brengsek itu lebih dari 3 detik, ini malah Risa asik asik mengobrol bahkan sampai tertawa senang seperti itu." gumam Denis.
"Lihat bahkan laki-laki brengsek itu, sekarang mendekati Ayumi juga." kata Alan sambil melihat Ayumi yang sedang mencubit pipi Panji dengan kedua tangannya.
"Awas saja nanti Kamu Ris." kata Denis.
"Kita turun sekerang." ajak Alan yang sudah sangat kesal melihat pemandangan yang ada didepannya.
"Tunggu, itu bukan laki-laki yang kemarin dengan Ayumi." kata Denis sambil melihat kearah Levin yang sedang berjalan menuju ke tempat Ayumi duduk.
Alan melihat kearah Levin, gini perasaan Alan sudah mengebu-gebu karena rasa cemburu.
"Ayumi..." panggil Levin.
"Levin..." jawab Ayumi, yang langsung berdiri dari tempat duduknya.
Kini Ayumi melihat Levin dengan sorot mata yang begitu senang.
"Ayo Aku antar pulang." kata Levin pada Ayumi.
Ayumi langsung tersenyum bahagia, apalagi supirnya hari ini juga tidak menjemputnya.
Risa dan Panji yang sedang duduk dikursi hanya saling berbisik.
"Itu bukannya Levin dari kelas seni." bisik Panji ditelinga Risa.
"Iya Kamu benar, Ayumi sedang dekat dengannya." Risa balik berisik ditelinga Panji.
Kini Denis dan Alan sudah sama-sama tidak bisa menahan rasa kesalnya.
Denis terus melihat Risa dengan sorot matanya yang membunuh.
"Jadi gini dibelakangku, kamu masih tetap nakal dengan laki-laki brengsek itu, awas saja nanti sampai Aku bolak-balik Kamu diranjang seperti gorengan." gumam Denis.
Alan juga terus melihat Ayumi dengan tatapan kesal, karena rasa cemburunya.
"Sudah ku bilang jangan dekat-dekat dengan laki-laki itu, masih saja bandel." gumam Alan.
Ntahlah biarpun Alan belum resmi menjadikan Ayumi sebagai pacarnya, namun rasa cemburu Alan sudah berlebihan.
Karena tidak ingin melihat pemandangan yang ada didepannya lebih lama lagi, Akhirnya Alan dan Denis turun dari mobilnya lalu langsung berjalan menuju kearah wanita-wanita mereka.
"Risaaaaa....." panggil Denis yang kini sudah menjewer telinga Risa.
Risa melihat Denis dengan tatapan memelas.
"Aduh kapan Denis datang?" gumam Risa.
"Kamu tidak mendengarkan apa yang Aku bilang ya." kata Denis sambil melihat Risa dengan lirikan tajam.
Panji melihat kearah Denis, lalu bergumam.
"Dasar Suami cemburuan." gumam Panji.
Alan melihat kearah Ayumi, lalu tiba-tiba menarik tangan Ayumi dengan kasar.
"Bukankah sudah Aku bilang, jangan dekat-dekat dengan laki-laki itu." kata Alan pada Ayumi.
Ayumi melihat kearah Alan, lalu menjawab perkataan dari Alan.
"Lepaskan tanganku! memangnya Kamu siapa? seenaknya menyuruhku untuk tidak mendekati Levin." jawab Ayumi sambil meronta-ronta agar Alan melepaskan tangan Ayumi.
"Sudah Aku bilang, Alan Mahendra adalah calon Suamimu dimasa depan." kata Alan yang mempertegas perkataannya.
Sekarang Alan tidak lagi menyebut dirinya sebagai calon pacar Ayumi, melainkan sebagai calon Suami Ayumi.
"Apa-apaan Kamu ini? Vin jangan dengarkan laki-laki tidak waras ini bicara." jawab Ayumi sambil memberitahu pada Levin.
Levin melihat kearah Alan, lalu berkata pada Alan.
"Lepaskan Ayumi, Dia tidak mau denganmu!" kata Levin dengan raut wajah yang begitu kesal.
Alan tidak menghiraukan perkataan Levin, kini Alan langsung mengangkat tubuh Ayumi lalu membawanya masuk kedalam mobil.
"Den, Aku pinjam mobilmu." kata Alan pada Denis.
Tanpa mendengarkan jawaban dari Denis, Alan langsung membawa mobil Denis.
"Apa-apaan Alan ini? terus Aku pulang pakai apa?" gumam Denis.
Alan dan Ayumi sudah berada didalam mobil, kini Alan terus menatap Ayumi.
Visual Alan dan Ayumi di dalam mobil.
"Dengarkan Aku, mulai sekarang Kamu hanya boleh menyukaiku saja." kata Alan pada Ayumi.
"Tidak... tidak....dasar tukang maksa." Ayumi marah pada Alan.
Alan langsung melajukan mobilnya, ntah kemana Alan membawa Ayumi?
Denis sudah melepaskan tangannya dari telinga Risa, kini Risa terus memegangi telinganya.
"Sakit..." rintih Risa.
"Makanya, dengarkan kalau Suami bicara." Denis mengomeli Risa.
Denis melihat kearah Panji, lalu berkata pada Panji.
"Hey laki-laki brengsek, ingat ya Risa istriku jadi kamu tidak boleh dekat-dekat dengannya." kata Denis pada Panji.
Bukannya marah Panji malah tertawa.
"Dasar Suami cemburuan, ingat juga Aku masih setia menunggu jandanya Risa." jawab Panji sambil melihat Risa lalu mengedipkan satu matanya pada Risa.
Risa hanya terdiam.
"Panji Kamu membuatku dalam masalah." gumam Risa.
"Aku tidak akan membuat Risa menjadi janda." Denis mempertegas perkataannya.
Denis langsung menarik tangan Risa, lalu meninggalkan Panji dan Levin.
Panji dan Levin kini saling menatap.
"Apa kamu menyukai Risa?" tanya Levin pada Panji.
"Tentu, siapa yang tidak suka dengan Risa Dia cantik dan sangat menggemaskan." jawab Panji.
"Ayumi, Aku menyukaimu." kata Levin.
"Sepertinya akan susah mendapatkan cinta Ayumi." jawab Panji, sambil menepuk pundak Levin.
Risa dan Denis akhirnya pulang naik bus, Karena mobilnya sudah dibawa oleh Alan dan Ayumi.
Risa terus berpegangan pada Denis, bahkan Denis terus memeluk Risa karena takut Risa kenapa-kenapa, kini mereka saling menatap satu sama lain.
Visual Denis dan Risa sedang naik bus.
"Haruskah Kita naik bus?" tanya Risa.
"Iya daripada Kita jalan kaki sampai rumah." jawab Denis.
Denis mendekatkan telinganya, lalu berbisik pada Risa.
"Bersiap-siaplah Aku akan membolak-balikanmu diatas ranjang nanti, Apa perlu kita membeli baju tidur yang sexy keluaran terbaru?" bisik Denis ditelinga Risa.
"Atau kita pakai resep dari Papa saja, biar Kamu tidak bandel lagi." Denis kembali berbisik ditelinga Risa.
Risa hanya terdiam.
"*Dasar suami cemburuan." gumam Risa.
**Bersambung π
Terimakasih buat semua pembaca setia π***