
Risa baru saja selesai kelasnya, kini Risa, Ayumi dan Panji sudah menuju ke area parkiran mobil.
"Kita berangkat sekarang saja ya, lagian sudah tidak ada kelas juga" kata Ayumi.
"Iya, biar tidak kemalaman pulangnya" jawab Risa, sambil mengupas permen.
"Baiklah, ayo masuk kedalam mobil!" pinta Panji, yang sudah membukakan pintu mobilnya.
Risa dan Ayumi saling menatap.
"Kamu aja Ris, yang duduk didepan!" pinta Ayumi, yang sudah membuka pintu belakang mobil Panji.
Akhirnya Risa masuk kedalam mobil, lalu Panji langsung menutup pintu mobilnya dengan pelan.
Panji sudah berada disamping Risa, kini Panji sudah menyalahkan mesin mobilnya dan langsung beranjak menuju ke mall terbesar dikota mereka.
Skip
Setelah memarkirkan mobilnya, Panji dan kedua wanita cantik itu langsung masuk kedalam mall.
"Risa, kita mau kemana dulu?" tanya Ayumi.
"Bukankah kalian mau berbelanja, ayo beli beberapa baju! kali ini Aku yang bayarin" jawab Panji, yang langsung menarik tangan Risa dan Ayumi secara bersamaan.
Risa dan Ayumi berjalan mengikuti langkah kaki Panji, sampai akhirnya Panji berhenti disebuah toko dress dari merk terkenal.
"Ayo masuklah, kalian pilih yang kalian suka" kata Panji, dengan begitu senang hati.
Ayumi menarik tangan Risa dengan begitu semangat.
"Ayo Ris, kita beli beberapa dress yang cantik" ajak Ayumi, yang sudah mulai memilih berbagai macam dress cantik yang ada dihadapannya.
Risa menghentikan langkahnya.
"Aku yakin kalau Denis tau, Aku dibelikan baju oleh Panji pasti Dia akan sangat marah" gumam Risa, yang tiba-tiba memikirkan suaminya.
Ayumi sibuk memilih baju, Panji yang melihat Risa terdiam akhirnya menghampirinya.
"Ris, kamu kenapa? katakan jika ada masalah!" tanya Panji tiba-tiba.
"Panji, Kamu mengagetkanku saja" kata Risa.
"Kamu kenapa?" tanya Panji lagi.
"Apa ada masalah dengan suamimu?" tanya Panji lagi.
"Tidak apa-apa Pan, Aku hanya bingung mau membeli baju yang seperti apa?" jawab Risa, yang terpaksa berbohong pada Panji.
Panji tersenyum pada Risa, lalu menarik tangan Risa.
"Biar Aku bantu pilihan baju yang cocok untukmu" kata Panji, sambil tersenyum pada Risa.
Risa membalas senyuman Panji dengan begitu hangat.
"Seandainya Aku belum menikah" gumam Risa, sambil tersenyum.
"Katakan Risa bagaimana dengan yang ini? Apa Kamu suka?" tanya Panji, sambil menunjukkan dress warna pink muda yang begitu cantik.
Risa menghampiri Panji.
"Ini sangat cantik, Aku suka" jawab Risa.
Ayumi yang baru saja selesai memilih dua dress, melihat Panji dan Risa yang menurutnya begitu mesra. lalu langsung menghampirinya.
"Kalian sangat cocok" kata Ayumi yang belum tau kalau Risa sudah menikah.
Risa dan Panji saling menatap dengan senyum malu-malu mereka.
"Yumi, Kamu sudah selesai?" tanya Risa, yang bermaksud mengalihkan pembicaraan Ayumi.
"Sudah, ini dress pilihanku" jawab Ayumi, sambil menunjukkan dua dress yang ada ditangannya.
Ayumi melihat kearah Panji.
"Tidak apa-apakan Pan, Aku membeli dua dress cantik ini?" tanya Ayumi memastikan.
Panji tersenyum pada Ayumi.
"Tidak apa-apa, ambil saja jika Kamu suka!" jawab Panji dengan suara begitu lembut.
"Terimakasih Pan!!" kata Ayumi yang begitu senang saat ini.
Panji melihat kearah Risa.
"Ris, mana lagi pilihanmu?" tanya Panji.
"Aku ini saja Pan" jawab Risa, sambil menunjukkan dress cantik pilihan Panji.
Panji tersenyum pada Risa.
Panji membawa dress-dress pilihan Risa dan Ayumi ke kasir untuk membayarnya, setelah selesai mereka langsung keluar dari toko itu.
"Kita mau kemana lagi?" tanya Panji, sambil membawakan belanjaan dua wanita yang kini menjadi sahabatnya.
Risa dan Ayumi saling menatap.
"Makan....!!" jawab Ayumi dan Risa begitu kompak.
Panji tersenyum pada mereka berdua.
"Ayo makan, sebelum cacing-cacing diperut kalian melakukan demo masal!!" ajak Panji, sambil meledek kedua sahabatnya.
Akhirnya Panji mengajak Risa dan Ayumi untuk makan disalah tempat makan, yang ada mall tersebut.
Denis sedang sibuk dengan laptopnya, karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan oleh Denis.
"Risa sedang apa ya?" kata Denis, yang tiba-tiba kepikiran Risa.
ponsel Denis berdering.
"Mama Dina menelpon" kata Denis.
**Denis mengangkat telpon.
"Hallo mama..." sapa Denis dengan begitu sopan.
"Hallo Den, Den bagaimana pekerjaanmu diluar negeri apa sudah selesai?" tanya Mama Dina.
Denis terdiam merasa bingung.
"Kerjaan diluar negeri, maksud Mama apa?"
"Den..." panggil Mama Dina.
"Iya Ma, sudah selesai Denis akan segera pulang" jawab Denis, yang terpaksa berbohong dengan Mam mertuanya.
"Baguslah, jadi Mama tidak kawatir meninggal Risa dirumah sendirian" kata Mama Dina.
"Aku dengarkan sajalah apa yang Mama bilang" gumam Denis.
"Kini loh Den, Mama berniat menyusul Papa kalian ketempat kerjanya, mungkin akan lama Mama disana nanti. terus para pekerja juga Mama liburkan semuanya, jadi kalau Kamu sudah pulang segeralah jemput Risa kerumah ya Nak!!" kata Mama Dina.
Denis mendengar apa yang dikatakan Mama mertuanya dengan baik.
"Iya Ma, nanti Denis segera menjemput Risa kerumah Mama" jawab Denis, dengan begitu sopan.
"Baiklah Den, sudah dulu ya Nak" pamit Mama Dina.
"Iya Ma" jawab Denis.
Mama Dina langsung mematikan saluran teleponnya.
"Untung Risa sudah menikah jadi kalau Aku pergi kemana-mana tidak kawatir lagi untuk meninggalkan Risa sendirian, kan sudah ada suaminya" gumam Mama Dina.
Denis menaruh kembali ponselnya keatas meja kerjanya.
"Ini kesempatan Aku, untuk menjemput Risa pulang" gumam Denis, dengan begitu senang.
Diruangan Alan.
Alan sedang berdebat dengan Maya, seperti biasanya Alan yang sangat tidak suka dengan Maya Karena tau kebusukan Maya jadi Alan sangat membencinya.
"Mau apalagi kamu kesini?" tanya Alan dengan nada jutek.
Maya menatap Alan dengan tatapan tidak suka.
"Dasar cuma sekretaris aja belagunya minta ampun" kata Maya, yang secara tidak langsung menghina jabatan Alan.
"Memangnya kamu ini siapa? Kamu juga wanita ****** yang tidak tau diri, Tuan Denis saja yang tidak tau!!" jawab Alan, dengan tatapan sinisnya pada Maya.
"Jaga ucapanmu brengsek!!" kesal Maya, dengan nada begitu marah.
Alan menggelengkan kepalanya.
"Kamu yang harus jaga kehormatanmu, sebagai seorang wanita" kata Alan, yang tidak mengalah dengan Maya.
Maya langsung pergi meninggalkan Alan begitu saja.
"Mau kemana Kamu?" tanya Alan.
"Mau bertemu Denis tersayang" jawab Maya, dengan tatapan begitu kesal dengan Maya.
Alan sengaja membiarkan Maya masuk kedalam ruangan Denis.
"Maaf Den, kamu urusin aja sendiri sih Wanita murahan itu" gumam Alan.
Diruangan Denis.
Maya masuk keruangan Denis tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, ruangan Denis yang tidak terkunci akhirnya Maya bisa masuk begitu saja.
"Maya, mau apa kesini" tanya Denis.
Ntah mengapa Denis yang biasanya paling senang, ketika Maya datang ke kantornya namun sekarang Denis malah begitu kesal melihat Maya datang ke kantornya.
"Denis, Aku mau bertemu denganmu" kata Maya, yang langsung menghampiri Denis.
Maya merangkul leher dengan kedua tangannya.
"Sayang, kenapa kamu sekarang berubah?" tanya Maya, sambil memainkan jarinya dipipi Denis.
Denis langsung bangun dari tempat duduknya, dengan begitu kasar lalu mengambil tumpukan map yang ada dimejanya.
"Maaf May, Aku ada metting" kata Denis dengan alasan yang begitu masuk akal, lalu langsung pergi meninggalkan Maya begitu saja diruangannya.
"Apaan Denis, sekarang Dia meninggalkanku begitu saja diruangannya" gumam Maya, sambil menggegam tangan begitu erat.
Denis langsung berjalan menuju keruangan Alan.
"Al, ayo cepat ikut denganku!" pinta Denis.
Kini akhirnya Denis pergi bersama dengan Alan ntah kemana?untuk menghindari Maya.
Bersambung