Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
156.Sih Ucil pingin rujak.


"Bahkan Aku juga tidak tahu kapan masa ngidammu selesei Istriku" gumam Denis.


Risa yang sudah duduk di sofa, melihat Denis Masih berdiri terdiam di dalam kamar mandi. lalu Risa bertanya pada Denis.


"Sayang, kenapa Kamu diam saja disitu?" tanya Risa sambil menatap kearah Denis.


Denis melangkahkan kakinya dari dalam kamar mandi, lalu Denis menjawab pertanyaan dari Risa.


"Aku hanya sudah tidak tahan jaga jarak dengamu sayang, Adik kecilku juga terus mengusik akhir-akhir ini, Dia minta berkunjung ke goa nya." jawab Denis dengan nada memelas.


Risa terdiam lalu menggelengkan kepalanya.


"Selalu saja Adik kecilnya dijadikan alasan, padahal dirimu yang terlalu pencandu." gumam Risa.


"Duduklah sini!" pinta Risa.


Denis dengan cepat menghampiri ke tempat Risa duduk, namun Risa meminta Denis duduk agak jauhan dari dirinya.


"Jangan duduk disampingku! Kita jaga jarak sementara." kata Risa sambil tersenyum dengan begitu menggemaskan.


Akhirnya Denis duduk agak jauh dari Risa.


"Ngidam macam apa seperti ini?" gumam Denis dengan hembusan nafas kesalnya.


Jam menunjukkan pukul 12 siang, akhirnya Denis mengajak makan siang Risa.


"Ayo makan siang dulu!" ajak Denis.


"Aku mau makan rujak saja sayang." jawab Risa.


"Tapi Kamu belum makan nasi dari tadi pagi, nanti perutmu sakit." kata Denis sambil menggelengkan kepalanya.


Risa terdiam, lalu memanyunkan bibirnya, akhirnya Denis kembali mengalah dan menuruti mau Risa.


"Baiklah Istriku, Aku suruh Alan untuk membeli rujak dulu untukmu." kata Denis yang diiringi senyum terpaksanya.


"Belum makan nasi, tapi udah minta makan rujak." omel Denis dalam hatinya.


"Sih Ucil maunya Papanya yang beliin rujaknya." rengkek Risa dengan manja.


"Baiklah Aku akan pergi membeli rujaknya, Kamu tetaplah duduk dan jangan bergerak dari tempat dudukmu!!" pinta Denis dengan tegas.


"Siap Suamiku!" jawab Risa dengan begitu senang.


Denis langsung pergi meninggalkan ruangannya, Alan yang melihat Denis keluar dari ruangan lalu Alan bertanya pada Denis.


"Tuan Denis mau kemana?" tanya Alan.


"Cari rujak, Istriku minta makan rujak." jawab Denis yang langsung berlalu pergi dari hadapan Alan.


Alan hanya tersenyum.


"Bikin Denis pusing aja Ris, mumpung Kamu lagi ngidam." gumam Alan dengan tawa dihatinya.


Denis terus mencari tukang jualan rujak, sampai akhirnya Denis menemukannya. Denis langsung memesan satu bungkus rujak setelah pesannya selesei Denis langsung, kembali ke kantornya.


"Akhirnya rujaknya dapat juga, untung istri cuma satu-satunya." gumam Denis.


Diruangan Denis.


Risa sedang berbaring sambil menunggu Denis yang sedang membeli rujak, sebelum Denis masuk ke dalam ruangannya Denis lebih dulu mampir ke kantin kantornya untuk membeli makan siang untuk dirinya.


Setelah selesai membeli makanan siang untuk dirinya juga, Denis langsung menuju keruangannya.


"Sayang, ini rujaknya!" kata Denis.


Risa langsung tersenyum pada Denis, lalu dengan senang hati menerima bungkusan rujak dari tangan Denis.


"Waahhhh enak sekali..." kata Risa yang baru saja membuka bungkusan rujak.


"Kamu makan nasilah dulu!" pinta Denis.


"Aku mau makan rujak saja, sih Ucil nya pingin rujak." jawab Risa.


"Kok tidak ada nanasnya sayang?" tanya Risa yang memang suka dengan buah nanas.


"Kamu sedang hamil, jadi tidak boleh makan nanas." jawab Denis.


Risa menganggukan kepalanya, lalu mulai menikmati rujaknya dengan begitu nikmat, Denis juga menikmati makan siangnya.


Setelah selesai Risa langsung membersihkan semuanya, lalu menuju ke kamar mandi untuk cuci tangan.


Denis kembali sibuk dengan laptopnya, Risa juga kembali duduk disofa sambil menunggu Denis selesei kerja.


"Sayang, apa Angel suka datang kesini?" tanya Risa tiba-tiba.


"Hanya beberapa kali." jawab Denis.


"Apa Dia datang kesini untuk menganggumu?" tanya Risa dengan wajah bete.


"Kenapa Kamu tidak cerita padaku tentang Angel?" tanya Risa lagi.


"Takut Kamu ngamuk, nanti Aku disuruh tidur diluar lagi." jawab Denis.


Risa menatap Denis dengan tatapan kesal.


"Suami macam apa Dia ini? ada cabe cangak yang mendekatinya tidak melaporkan ke Istrinya.awas saja jika Dia berani datang lagi menganggu Suamiku, akan Aku siram Dia dengan air cabe." gumam Risa yang diiringi ancaman untuk Angel (cabe cangak).


"Sayang, sudahlah jangan membahas wanita itu terus! intinya Aku tidak akan macam-macam dengan wanita lain dibelakangmu." kata Denis pada Risa.


Risa ngedumel tidak jelas.


"Siapa yang tahu, namanya laki-laki bisa kapan saja hilaf, jadi Aku jadi istri harus extra hati-hati." Risa ngedumel dalam hatinya.


"Awas saja jika Kamu sampai macam-macam dibelakangku Aku tidak akan membiarkanmu melihat sih Ucil, Aku juga akan memotong Adek kecilmu nanti." jawab Risa yang diiringi dengan ancaman untuk Denis.


Denis hanya menghela nafasnya.


"Sekarang Risa sudah pandai mengacam." gumam Denis.


"Tidak akan Istriku, Aku hanya mencintaimu saja." jawab Denis dengan tegas.


Jam menunjukkan pukul 5 sore, Denis langsung bergegas lalu mengajak Risa untuk segera pulang kerumahnya.


Denis dan Risa keluar dari ruangan kerja Denis, Alan juga baru saja keluar dari ruangan kerjanya.


"Tuan Denis..." sapa Alan sambil menundukkan kepalanya.


Setiap masih dikantor Alan adalah bawaan Denis, jadi Alan selalu bersikap sopan pada Denis.


"Jam kerja sudah selesai, panggil saja Denis." jawab Denis.


"Aku duluan ya Al." pamit Denis.


"Iya Den hati-hati." jawab Alan.


Denis dan Risa langsung pergi meninggalkan Alan, melihat Denis dan Risa berjalan bergandengan tangan membuat Alan jadi baper.


"Rasanya pingin nikah banget." gumam Alan yang diiringi dengan senyum dihatinya.


Denis dan Risa langsung menaiki mobilnya, menuju Kerumahnya sedangkan Alan mampir kerumah Ayumi dulu, biasa Alan mau ngapel dulu.


Sesampainya dirumah Risa dan Denis langsung masuk ke dalam kamar mereka.


"Lelah sekali hari ini." kata Risa sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur.


"Itukan Aku bilang apa? jangan ikut Aku ke kantor sekarang jadi kelelahan seperti itukan." omel Denis pada Risa.


Risa menyesali telah mengeluarkan perkataan itu dari mulutnya.


"Aduh bodoh sekali mulutku, nanti Denis pasti akan bersikap berlebihan mendengar Aku kelelahan." gumam Risa.


"Aku sudah tidak apa-apa sayang." jawab Risa yang langsung beranjak dari tempat tidurnya.


Risa langsung memeluk Denis dari belakang.


"Sih Ucil jangan buat Mama mual ya, Mama mau merayu Papa Kamu karena kalau tidak segera dirayu, pasti Papamu akan memberikan peraturan aneh-aneh nanti." Gumam Risa.


Merasakan pelukan dari Risa, Denis langsung tersenyum bahagia.


"Apa Kamu sudah tidak mual lagi sayang dengan bau tubuhku." tanya Denis pelan.


"Tidak Suamiku, Aku mau dimanja sama Kamu." Risa mulai merayu Denis.


"Mau dimanja-manja seperti apa?" tanya Denis dengan begitu lembut.


"Diatas ranjang Suamiku." jawab Risa dengan nada menggoda.


"Cuma dengan cara ini Nak, Papamu tidak akan memberikan peraturan aneh-aneh pada Mama, Mama juga tidak mau Nak harus diam saja diatas ranjang gara-gara Mama mengeluh kelelahan." gumam Risa.


"Mandi dulu, nanti Aku manjain diatas ranjang." kata Denis yang langsung membalikkan badannya kehadapan Risa.


Risa langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Denis, lalu segera menuju ke kamar mandi. Denis langsung tersenyum penuh kemenangan.


"Asik malam ini dapat jatah dari Istri." gumam Denis dengan senyum penuh kemenangan.


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


Mampir juga ke karya teman-teman Asti ya semuanya 😊