Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
73. Pengakuan.


Kini Risa sudah sampai dikantor Denis, Alan yang tidak sengaja melihat Risa akhirnya menghampiri Risa.


"Nona Risa?" sapa Alan.


"Iya, sekertaris Alan?" sapa Risa, yang memang sudah mengenal Alan. waktu pertama kali Risa datang ke kantor Denis.


"Nona mau ketemu Tuan Denis?" tanya Alan pada Risa.


"Iya, Saya mau ketemu dengan Denis" jawab Risa.


"Mari saya antar Nona?" ajak Alan, dengan begitu sopan.


"Baik, terimakasih sekretaris Alan" Jawab Risa. yang kini sudah berjalan disamping Alan.


Akhirnya Alan mengantarkan Risa menuju keruangan Denis.


"Istri yang begitu cantik seperti ini, tapi Denis malah tertarik dengan ikan Asin seperti Maya" kesal Alan di dalam hatinya.


Kekesalan Alan bukan tidak punya alasan, Alan tau seperti apa Maya itu. namun Alan enggan memberi taukan pada Denis seperti apa Maya dibelakang Denis?


Karena Alan ingin Denis, tau dengan sendirinya dan melihat keburukan Maya juga dengan sendirinya.


"Apa, kamu berkerja dengan suami Saya sudah lama?" tanya Risa, ingin tau.


"Sudah Nona, kebetulan Saya dan Tuan Denis satu sekolah dan kita bersahabat" cerita Alan.


"Tapi kamu memanggil Denis, dengan sebutan Tuan Denis?" tanya Risa lagi.


"Karena ini dikantor Nona, dan Tuan Denis adalah atasan Saya" jawab Alan, yang selalu dengan nada sopan.


Alan memberhentikan langkah kakinya.


"Tuan Denis, ada diruangannya Nona" kata Alan.


"Iya, terimakasih ya" ucap Risa, yang lagi-lagi mengucapkan terimakasih pada Alan.


"Sama-sama Nona, Saya keruangan Saya dulu ya Nona Risa" pamit Alan, sambil menjawab ucapan terimakasih dari Risa.


"Iya sekertaris Alan" jawab Risa.


Alan pergi meninggalkan Risa di depan ruangan Denis. sedangkan Alan langsung kembali keruangannya.


"Tok..tok..." Risa mengetuk pintu.


"Masuk! pintunya tidak dikunci" jawab Denis.


"Ceklek..!!" suara gagang pintu.


Risa masuk ke dalam ruangan kerja Suaminya.


Betapa terkejutnya Denis melihat Risa.


"Risa..?" Denis terkejut, dan langsung bangun dari tempat duduknya menghampiri istrinya.


Denis mengajak Risa untuk duduk disofa yang ada diruangannya. kini Risa dan Denis duduk berdampingan.


"Kenapa, tidak menunggu supir menjemputmu?" tanya Denis, sambil membelai rambut Risa dengan tangannya.


Risa merasa aneh dengan perlakuan Denis, yang tiba-tiba menjadi lembut seperti ini.


"Kesambet dedemit mana Denis ini, tiba-tiba bersikap lembut padaku?"


"Lama, Aku jenuh sendirian dirumah!" kata Risa.


"Baiklah, duduk disini! tunggu Aku selesei kerja" kata Denis, yang menyuruh Risa untuk menunggunya.


Risa menganggukan kepalanya.


Sedangkan Denis kembali ke meja kerjanya.


Maya dan Keanu.


Ketika sedang asik jalan-jalan, tiba-tiba Ken mendapatkan telpon penting dan harus segera pergi meninggalkan Maya.


"Sayang, Aku pergi dulu ya ada urusan" pamit Keanu, yang terburu-buru pergi meninggalkan Maya.


"Iya Ken" jawab Maya, yang sebenarnya masih merindukan Keanu.


Keanu pergi meninggalkan Maya, Akhirnya tanpa pikir panjang Maya pergi ke kantor Denis untuk mengajak Denis makan siang, lagian mereka sudah beberapa hari tidak bertemu dan kini Maya langsung menuju ke kantor Denis dengan naik taksi.


Skip...


Sampailah dikantor Denis, Maya melewati ruangan Alan.


"Hey, sekretaris kurang ajar! apa bos mu ada diruangan?" tanya Maya tiba-tiba.


"Siapa yang mengizinkan wanita ****** ini, masuk kedalam kantor?"


"Ada apa kamu mencari Tuan Denis?" jawab Alan, dengan nada tidak suka.


"Aku merindukannya" jawab Maya.


"Apa laki-laki itu sudah kembali pergi meninggalkanmu, makanya kamu mencari Tuan Denis?" kata Alan, yang Maya sendiri saja tidak mau maksud Alan.


"Jaga ucapanmu itu, Atau Denis akan segera memecatmu" ancam Maya.


"Aku tau semua kebusukanmu, dasar wanita ******!" kata Alan, yang kini sudah berdiri dihadapan Maya.


Maya langsung menatap Alan dengan tatapan begitu tajam.


"Katakan Denis dimana?" bentak Maya.


"Ada diruangannya, bersama Nona muda yang sekarang sudah menjadi istri sah dari Tuan Denis" kata Alan, dengan penuh kemenangan.


"Oh gadis bodoh, itu ada diruangan Denis"


Maya langsung pergi meninggalkan Alan, lalu menuju ruangan Denis.


Tanpa mengetuk pintu Maya, langsung masuk kedalam ruangan Denis.


"Sayang, Aku merindukanmu" kata Maya, dengan suara yang begitu genit.


Denis langsung berdiri dari tempat duduknya, sedangkan Maya dengan tidak malunya langsung menghampiri Denis.


Risa melihat pemandangan di depannya itu, merasa sangat tidak suka.


"Apa kamu tidak malu, dasar wanita murahan!" kata Risa, sambil menggelengkan kepalanya.


"Dan kamu Denis, Apa kamu itu tidak punya otak? membawa Maya datang ke kantormu?" kata Risa, dengan nada kasal.


Maya langsung menghampiri Risa dengan tatapan mata yang begitu tajam.


"Berhenti menyebutku wanita murahan, dasar gadis bodoh!" kesal Maya, dengan nada yang sudah mengebu-gebu.


"Bagaimana Aku, tidak menyebutmu sebagai wanita murahan, kalau kamu saja ngangkangin sl**nganmu dengan suami wanita lain!" kata Risa, dengan begitu kesalnya.


Mendengar perkataan Risa, Maya langsung mengangkat tangannya untuk menapar Risa.


Denis berlari, dan langsung menahan tangan Maya agar tidak menapar Risa.


"Den.... kamu!" perkataan Maya yang belum terselesaikan, karena Denis langsung memotongnya.


"Jangan berani menyentuh istri sahku!" kata Denis, dengan begitu tegas pada Maya.


Betapa kesalnya Maya saat ini.


"Kamu bilang apa, Den? bukankah kamu menikahnya karena terpaksa" jelas Maya, yang tidak terima pengakuan Denis.


"Aku bilang Dia istri sahku, dan itu memang benar" Denis memperjelas perkataannya.


"Dasar wanita tidak tau diri, sekarang Denis lebih berpihak padamu daripada padaku" kata Maya, yang langsung mendorong Risa hingga jatuh.


Namun dengan cepat Denis, langsung menangkapnya dan akhirnya Risa terjatuh dipelukan Denis.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Denis.


"Aku baik-baik saja" jawab Risa, yang kini sudah membenarkan posisi tubuhnya.


Risa berniat pergi dari ruangan Denis, karena tidak mau membuat kerusuhan lebih gara-gara ulah Maya. namun Denis dengan cepat menarik tangan Risa.


"Tetaplah disini!" pinta Denis, yang sekarang sudah menarik Risa kedalam pelukannya.


Risa terdiam tidak percaya.


"Ini apa? Apa Denis sedang membuat pengakuan?"


"Maya, kamu keluarlah dari ruanganku sekarang!!" suruh Denis.


Dengan perasaan kecewa, kesal, campur aduk Akhirnya Maya pergi meninggalkan ruangan Denis.


Maya melangkahkan kakinya keluar dari dalam kantor Denis.


"Apa Denis, sudah mulai tertarik dengan gadis bodoh itu? tapi Aku tidak boleh melepaskan Denis begitu saja, biar bagaimanapun Dia adalah aset hartaku yang paling berharga yang harus Aku jaga" Gumam Maya, sambil berjalan yang belum tau kemana tujuan langkah kakinya?


Kembali ke Risa dan Denis.


Denis dan Maya duduk disofa, kali ini Denis membiarkan Risa bersandar di dadanya yang bidang, Denis membelai-belai rambut Risa dengan tangannya.


"Apa tidak apa-apa? Maya meninggalkanmu pergi begitu saja" tanya Risa, yang berusaha memecahkan keheningan yang ada.


"Aku tidak ingin membahasnya" jawab Denis, yang memang tidak suka membahas Maya dikalah berdua dengan Risa.


"Apa Aku tadi sedang membuat pengakuan? Aku bilang dengan begitu tegas bahwa Risa adalah istri sahku! Apa ini murni dari dalam hatiku? tapi hatiku saat ini sangat tenang dan rasanya begitu lega setelah mengatakan semua itu." kata hati Denis, yang merasa bingung dengan perasaannya saat ini.


"Kita jadi makan siang?" tanya Risa lagi.


"Aku tidak lapar, Aku hanya ingin memakanmu untuk saat ini" goda Denis, dengan senyum jailnya.


"Apa aku ini seperti makanan?" saut Risa, dengan senyum polosnya.


Apa Denis, akan segera memakan Risa? hanya Denis yang tau.


Ehh author deh yang tau!!!


Bersambung