
Setelah kelas selesei seperti biasa Ayumi dan Risa langsung pergi ke kantin, Risa dan Ayumi langsung menuju ke kantin dua pengawal Risa juga terus mengikuti Risa kemana pun Risa pergi.
Risa dan Ayumi duduk disalah satu, meja pelanggan kedua pengawal Risa juga berdiri tidak terlalu jauh dari tempat Risa duduk.
"Yum, Aku kesal sekali masa iya Aku kemana-mana harus dikawal, sekarang hidupku seperti buronan Yum." keluh Risa sambil merebahkan kepalanya diatas meja.
Ayumi melihat kearah kedua pengawal Risa, lalu Ayumi melihat kearah Risa.
"Coba saja Ris, Kamu ke kamar mandi mereka akan mengikuti Kamu atau tidak." kata Ayumi.
Risa dengan semangat, langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Benar Yum, Aku coba ke kamar mandi dulu ya." jawab Risa.
Risa pergi dari tempat duduknya untuk menuju ke kamar mandi, namun dengan cepat ternyata kedua pengawal itu langsung mengikuti Risa dibelakang Risa.
"Pak saya mau ke kamar mandi, apa Bapak juga harus mengikuti saya?" tanya Risa pada kedua pengawalnya.
"Iya Nona, karena ini perintah dari Tuan Muda." jawab kedua pengawal tersebut dengan tegas.
Risa hanya menghela nafasnya.
"Perintah macam apa yang Denis berikan?" gumam Risa dengan begitu kesal.
Risa tetap pergi ke kamar mandi, ternyata benar kedua pengawal tersebut menunggu Risa di depan ruang kamar mandi.
Setelah beberapa lama, akhirnya Risa keluar dari kamar mandi.
Risa kembali ke kantin dengan dikawal dengan dua pengawal.
"Bukankah itu Clarissa."
"Tumben Dia pakai bodyguard."
"Wajarlah Anak orang kaya."
"Kamu kan satu kelas dengannya, tapi Kamu jarang bareng dengan Risa."
"Risa setiap hari hanya berteman dengan Panji dan Ayumi."
"Oh seperti itu, apa Risa itu sombong?"
"Tidak Dia biasa saja, seperti Anak lainnya."
Berbagai perkataan keluar dari mulut teman-teman Risa, apalagi Risa yang biasanya tidak pakai pengawal sekarang dikawal dengan dua pengawal.
Risa sudah sampai dikantin, lalu Risa kembali dimejanya.
"Yum, besok Aku cutti kuliah sajalah hidupku tidak tenang kalau harus dikawal seperti ini." Risa kembali mengeluh pada Ayumi.
"Sudahlah Yum, ayo kita pulang saja Aku tidak mood mau makan nanti yang ada malah tidak tertelan makannya." kata Risa.
Akhirnya Ayumi dan Risa langsung pulang, Ayumi pulang dijemput oleh supir pribadinya sedangkan Risa pulang dengan kedua pengawalnya karena Denis hari ini tidak menjemputnya.
"Pak, Anterin Aku kantor suamiku saja ya." pinta Risa pada Pak lie yang sedang menyetir.
"Baik Nona." jawab Pak lie.
Pak lie langsung melajukan mobilnya menuju ke kantornya Denis, setelah sampai dikantor Denis. Risa langsung turun dari mobilnya, lalu kedua pengawal tersebut mengantarkan Risa keruangan Denis, kali ini Risa tidak melakukan protes karena percuma pasti jawaban kedua pengawal itu pasti akan sama, yaitu ini sudah perintah dari Tuan Muda, pasti mereka akan menjawab seperti itu dengan kompak.
Denis dan Alan sedang berada diruangan Denis, kali ini mereka sedang membicarakan masalah pekerjaan yang penting.
"Tok..tok..." Risa mengetuk pintu ruangan Denis.
"Masuklah!" jawab Denis dari dalam ruangan.
"Ceklek..." Risa membuka pintu, lalu masuk kedalam ruangan Denis.
Melihat Risa yang datang, Denis langsung berdiri lalu menghampiri Risa.
"Sayang, tumben Kamu datang ke kantor." kata Denis sambil melihat kearah Risa.
Denis melihat kearah Pak Lie dan Pak Yun.
"Pak, Bapak boleh pergi sekarang! sekarang Risa biar menjadi tanggung jawab saya." kata Denis pada kedua pengawal Risa.
"Baik Tuan." jawab kedua pengawal tersebut dengan kompak.
Pak Lie dan Pak Yun langsung meninggalkan ruangan Denis, kini keduanya langsung pergi menuju rumah orangtua Denis untuk kembali melanjutkan tugasnya disana.
Denis menggandeng tangan Risa untuk duduk, namun Risa menepis tangan Denis.
"Kamu kenapa?" tanya Denis.
"Aku bisa jalan sendiri." jawab Risa.
"Jangan berdebat dikantor, kalau berdebat cukup diranjang saja biar cepat selesai." kata Alan tiba-tiba.
Denis dan Risa duduk disofa, namun kali ini Risa memilih duduk berjauhan dari Denis.
"Apa sekarang Kamu sedang marah padaku?" tanya Denis pada Risa.
"Tidak, Aku hanya mau jaga jarak darimu sampai Kamu membebaskan Aku dari hukumanmu ini, Kamu tahukan Aku tidak mau main pengawal-pengawalan tapi tetap saja Kamu tidak mau mendengarkanku." kata Risa pada Denis.
"Den, pulanglah seleseikan urusan rumah tanggamu dirumah saja, untuk kerjaan serahkan saja padaku." kata Alan sambil melihat kearah Denis.
"Baiklah Al, Aku pulang dulu." pamit Denis.
Denis menarik tangan Risa dengan pelan, lalu Denis berkata pada Risa.
"Ayo pulang! lanjutkan marahmu nanti dirumah!" kata Denis pada Risa.
Dengan perasaan yang masih kesal pada Denis, Risa akhirnya mengikuti langkah kaki Risa untuk segera pulang kerumah.
Denis langsung melajukan mobilnya menuju kerumahnya, Risa hanya diam saja di dalam mobil tanpa melihat kearah Denis.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya Denis dan Risa sampai dirumah mereka. kini mereka berdua langsung masuk kedalam rumah.
Denis langsung menarik tangan Risa menuju ke kamar mereka, lalu dengan kasar Denis langsung menjatuhkan Risa diatas ranjang tempat tidurnya.
"Katakan padaku, apa maumu?" tanya Denis dengan begitu kesal.
"Aku tidak mau pakai pengawal, Aku malu kemana-mana harus dikawal, lagian Aku juga tidak terbiasa pakai pengawal." jawab Risa.
Denis terdiam, lalu duduk disamping Risa.
"Baiklah, tapi Aku mau kita pergi bulan madu untuk kedua kalinya, karena Aku ingin segera punya Anak biar laki-laki brengsek itu tidak terus bersikap genit pada dirimu." kata Denis dengan tatapan yang begitu tajam.
Risa terdiam, lalu bergumam.
"Bulan madu kedua, mungkin ini lebih baik daripada kemana-mana harus dikawal." gumam Risa.
"Pms Kamu sudah selesai belum?" tanya Denis pada Risa.
"Sudah." jawab Risa singkat.
"Baguslah, itu lebih baik biar sih Ucil kita cepat jadi nanti." kata Denis yang langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Kamu mau kemana?" tanya Risa.
"Iyalah bagus, buat Kamu yang ngebet banget punya Anak." gumam Risa.
"Mau mandi, Kamu mau ikut?" tanya Denis.
"Tidak, Aku takut digerepre sama Kamu." jawab Denis.
"Wajarlah Aku suamimu, Aku bisa melakukan apa saja yang Aku mau." tegas Denis pada Risa.
Denis pergi menuju ke kamar mandi, sedangkan Risa hanya duduk ditepi ranjang.
"Punya Anak, kalau Aku punya Anak sekerang pasti Aku tidak fokus dengan kuliahku."
"Apa Denis, tidak bisa menunggu sampai Aku lulus kuliah dulu?"
Risa berkata pada diri sendiri, setelah beberapa lama Denis keluar dari kamar mandi dengan setelan rumahan.
"Kamu tadi makan tidak dikampus?" tanya Denis.
"Aku tidak lapar, Aku sudah kenyang menikmati main pengawal-pengawalan." jawab Denis.
"Makanlah yang banyak, jika Kamu bosan main pengawal-pengawalan, maka nanti Kita main kuda-kudaan saja! kan sudah lama Kita tidak bermain kuda-kudaan." kata Denis dengan tatapan mesumnya.
Risa hanya menggelengkan kepalanya, lalu menjawab pertanyaan dari Denis.
"Aku tidak mau main kuda-kudaan." jawab Risa sambil memeletkan lidahnya.
Denis langsung duduk disamping Risa, lalu dengan jailnya membisikkan sesuatu ditelinga Risa.
"Biar Aku yang bermain, Kamu cukup nikmati saja permainanku nanti!" bisik Denis ditelinga Risa.
Risa langsung mendorong Denis, lalu berkata pada Denis.
"Aku lapar Aku mau makan." kata Risa.
Risa langsung pergi menuju ke dapur, sedangkan Risa mengekor di belakang Risa seperti biasanya.
"Dasar kucing selalu saja mengekor." omel Risa pada Denis.
"Sayang, nanti setelah makan kita main kuda-kudaan ya...." ajak Denis sambil terus mengekor dibelakang Risa.
Risa terus berjalan sampai akhirnya sampai didapur, kini Risa memasak bahan-bahan yang ada kulkas untuk mereka makan.
Setelah selesai masak, Denis dan Risa menikmati makan berdua, kini keduanya sudah selesai makan.
Risa dan Denis duduk disofa, dengan jailnya Denis kembali membisikkan sesuatu ditelinga Risa.
"Ayo main kuda-kudaan sayang....! bisik Denis ditelinga Risa.
Tanpa menunggu jawaban dari Risa, Denis langsung mengangkat tubuh Risa ke kamar mereka.
Bersambung π
Terimakasih para pembaca setia π