
AUTHOR POV
Setelah membaringkan Anjeni di ranjang Daniel menyentuh jari-jari kecil Anjeni . Ia benar benar bersalah .
"Tidurlah jika bisa membuat mu baikan". Ucap Daniel lalu memberikan ATM di atas nakas
"Nanti kalau sudah baikan makan , hanya kau yang kuharapkan atas pertumbuhan anaku di perutmu , anggap lah aku minta tolong padamu". Ucap Daniel pelan
Anjeni mengangguk . namun tak menjawab .
"Ini ATM pin nya sama seperti kartu kredit , aku akan ngasih semuanya padamu Anjeni jadi kumohon makan". Ucap Daniel putus asa membujuk Anjeni .
Daniel menghembuskan nafas panjang lalu berdiri dan berlalu ke luar kamar .
Anjeni merasa tersentuh dengan kata kata mas Daniel , sebegitu inginkah ia punya anak , andai ia bisa hamil sendiri pasti ia tak akan memohon mohon seperti ini padanya .
"Gak usah baper Anjeni , ingat dia hanya perhatian pada calon anaknya bukan padamu , gak usah Ge'Er". Ucap Anjeni bergumam.
Pukul sebelas malam Anjeni terbangun entah kenapa ia sangat lapar , dan tiba tiba saja ia ingin sekali makanan lobster .
"Pasti sangat enak makan lobster , tapi sudah jam segini apa ada lobster , ayoolahh Anjeni Mas Daniel akan memberikan apapun demi anaknya lobster pasti hal yang kecil baginya". ucap Anjeni pada diri sendiri .
Lalu Anjeni putuskan ke ruangan Daniel . Ia tak mengetok sama sekali dan langsung nyelonong masuk , ingat ia adalah nyonya nya .
Daniel yang sedang bekerja kaget siapa orang yang begitu songong nyelonong masuk tanpa ketuk pintu .Namun saat tau Anjeni ia langsung menetralkan wajahnya .
"Mas ? aku mau makan". Ucap Anjeni .
seketika Daniel langsung kaget namun langsung mengontrol ekspresi wajahnya .
"Lalu?". Tanya Daniel karena bingung kenapa minta makan padanya , bukannya ada Bibi Sus
"Aku mau lobster". Pinta Anjeni .
"Jam segini mana ada Anjeni". Ucap daniel sambil melihat jam .
"Tapi dia yang minta". Ucap Anjeni sambil memegang perutnya
Daniel bingung harus jawab apa , apa ini yang Dinamakan ngidam , ngidam pertamanya tengah malam minta lobster .
"Haloo .. Bi sus apa ada stok lobster?". Nampak Daniel sedang nelfon bibi sus menanyakan stok lobster.
"Emmm gini , dirumah tak menyetok Lobster jadi besok saja ya nunggu Bibi Sus belanja". Bujuk Daniel .
"Aku mau nya sekarang mas !!" .Ucap Anjeni kekeh .
Daniel menghembuskan nafas panjang .
"Ku telpon pak Nanang untuk beli di restoran barang kali ada yang masih buka". Ucap Daniel sambil menyentuh layar handphone nya
"Ayo kita cari ". Ucap Anjeni semangat .
"Sudah malam Anjeni". Rayu Daniel karena istrinya semakin menjadi jadi .
"Kan pakai mobil mas bukan jalan kaki , aku akan mengambil jaket". Ucap Anjeni semangat sambil berlari ke kamar nya .
"Anjeni jangan Lari!!". Teriak Daniel namun Anjeni telah berlalu pergi .
"Huft , tadi pagi seperti orang mau mati , sekarang sangat bersemangat , apa ibu hamil selalu seperti ini". Gumam Daniel sambil memakai jaketnya dan keluar dari ruang kerjanya.
...
Di mobil tak henti hentinya Daniel mengumpat karena tengah malam begini mencari restoran seafood yang buka . Setelah satu jam lebih akhirnya mereka menemukan restoran sea food 24 jam . Anjeni langsung saja memesan lobster , kepiting , dan semuanya versi jumbo , Daniel heran setengah mati apa bisa ia menghabiskan ini semua karena saking banyaknya sedangkan Daniel hanya memesan secangkir kopi .
Tak butuh waktu lama makanan yang di pesan Anjeni habis tak tersisa .
"Mau lagi?". Tawar Daniel .
Anjeni tak menjawab hanya menggelengkan kepala.
"Makan buahnya". Perintah Daniel karena sedari tadi Anjeni hanya makan sea food tanpa nasi dan tanpa sayur maupun buah Daniel hanya takut gizinya tak seimbang .
"Gak , gak enak!!".Ucap Anjeni sambil mengelap mulutnya dengan tissue
Daniel merasa aneh padahal dulu saat masih di rumah mamah Nur , daniel pernah melihat Anjeni menjambal tomat dan sekarang dia terlihat memisahkan tomat dari makanannya .
Setelah puas makan akhirnya mereka berdua pulang , sekitar 10 menitan Anjeni tertidur , Daniel yang melihat itu menatap wajah intens Anjeni , Daniel senyum tipis karena jika di pandang wajah Anjeni sangat manis meskipun di lihat lama tapi tidak bikin bosan apa lagi saat senyum gigi gingsul dan lesung pipi nya membuatnya manis tanpa tanding .
Setelah sampai Daniel menggendong Anjeni sampai kekamar dan meletakan tubuh mungil itu di ranjang , sejenak Daniel mengelus pelan perut Anjeni yang sudah agak menonjol itu , lalu daniel menyelimutinya dan keluar kamar untuk mengambil laptop dan kembalj lagi ke kamar untuk jaga kaga barang kali Anjeni bangun tidur mual mual lagi .
Hari hari berlalu , sudah saatnya Anjeni memeriksakan Kehamilannya . Daniel sengaja seharian ini tak keluar rumah karena akan mengantar Anjeni chek up . Setelah sampai di rumah sakit mereka berdua menunggu di ruang tunggu , banyak ibu hamil juga yang periksa ada yang bersama suaminya ada pula yang sendirian.
"Oh , sudah berapa bulan bu?". Nampak Anjeni ngobrol dengan Ibu sebelah yang juga akan periksa namun ia tak ditemani oleh suaminya hanya di temani oleh anak perempuan usia 5tahunan.
"3bulan buk". Jawab Anjeni ramah ,
"Tapi kaya sama ya besarnya perutnya ?". Tanya ibu itu sambil senyum
"I..iyah kah , mungkin saya terlalu banyak makan kayanya hehe". Jawab Anjeni sambil ketawa
Daniel yang dari tadi mendengar obrolan itu pun hanya cuek , tapi terbesit terfikir melihat perut Anjeni , ada karyawan kantor nya yang juga hamil 3 bulan dia masih pakai levis ketat sedangkan Anjeni 3bulan saja sudah hampir sama dengan hamil 5 bulan . Seketika muncul pikiran negatif takut ada kelainan karena setau Daniel Anjeni hanya makan kalau tengah malam saja walaupun sekali makan suka aneh aneh dan porsi nya tak main main . Sedangkan pagi nya dia hanya tidur sampai sore dan sore pun hanya minum susu dam biskuit saja , buah maupun nasi tak makan sama sekali tak masuk .
Daniel mencoba berfikir positif saja , tiba tiba ada anak kecil perempuan berumur lima tahun , datang menghampiri Daniel lalu duduk di sebelah Daniel . Anak kecil yang cantik dengan rambut panjang .
"Om.. om tampan deh". Ucap anak itu lucu
"Oh yah?". Daniel menjawab dengan alis yang di angkat sebelah . Daniel sangat menyukai anak kecil .
"Tapi lebih tampan ayah aku om". Ucap Anak kecil itu manis .
"Mana ayahmu?". Tanya Daniel menyahuti.
"Ayah aku kerja , dia kalau kerja pakai pistol om". Jawab anak kecil itu ceria
Daniel tersenyum , kalau dilihat logat nya persis seperti Anjeni kalau lagi ngambek minta sesuatu tak dituruti .
"Monica sini nak''. Ucap ibu yang sebelah Anjeni rupanya itu giliran ia untuk masuk .
"Dadah om tampan". Ucap monica sambil melambaikan tangan pada daniel
Daniel pun membalas lambaian tangan monica , dan monica masuk ke ruangan menyusul ibunya.
"Habis ini kita mas". Ucap Anjeni
Daniel tak membalas ia hanya cuek lalu memainkan handphone nya lagi .
"Mas kayanya perutku benar lebih besar dari perkiraan dokter kayanya deh". Ucap Anjeni memegang perutnya
"3Bulan sudah sebesar ini". Ujar Anjeni lagi
"Ya gapapa , nanti tanyakan ke dokternya saja langsung". Jawab Daniel datar lalu fokus ke handphone nya lagi
20menit berlalu , lalu ibu tadi bersama monica keluar .
"Sudah bu?". Tanya Anjeni sambil berdiri sambil berjalan memasuki ruang dokter .
"Om, adik aku laki laki". Ucap Monica girang
"Selamat ya". Ucap Daniel .
"Yasudah kami duluan ya permisi". Pamit Ibu monica ramah di sauti senyum manis dari Anjeni.
...
setelah masuk ke ruangan . Dokter mengarahakan untuk USG , meskipun belum kelihatan jenis kelamin nya tapi Daniel sangat antusias dengan pemeriksaan ini .
"Ada keluhan nya Nyonya?" Tanya dokter pada Anjeni
"Mual nya belum hilang dok , dan sekarang aku benci nasi". Ucap Anjeni menjelaskan .
"Tak apa , nanti lambat laun akan hilang tersendiri nya , biasanya 4bulan sudah kembali normal , nafsu makan pun sudah kembali malah lebih berkali kali lipat". Ucap Dokter Ariel .
"Terus kayanya perut saya lebih besar dari ibu ibu hamil pada umum nya apa wajar dok?". Ucap Anjeni cemas .
"Okeh , kita lihat sama sama ya di dalam bagaimana ya ". Ucap dokter .
Lalu Anjeni di arahkan untuk membuka baju lalu di olesi gel di atas perut dan di tempelkannya alat untuk USG .
"Wahhh pantas perut anda lebih besar , anda hamil anak kembar nyonya". Ucap Dokter semangat .
"Serius dok!''. Ucap Daniel tak kalah semangat . nampak Daniel sangat senang .
"Ini lihat ada 2 kan bayinya , ayo kita dengar detak jantung nya siapa tahu sudah bisa". Ucap dokter
Suara seperti kuda berlari , Baik Anjeni maupun Daniel sangat antusias , Untuk pertama kalinya Anjeni melihat Daniel tersenyum sangat lebar sampai memperlihatkan gigi nya , Anjeni semakin sadar betapa inginkan Daniel punya anak .
Setelah selesai chek up dan mdngambil obat mereka langsung pulang , didalam mobil tak henti hentinya Daniel memegang dan mengelus perut Anjeni .
"Sepertinya aku harus bekerja lebih rajin untuk mereka"? Ucap Daniel bergumam
"Izt biasa saja mas , ini aja uangnya udah banyak". Sahut Anjeni .
Daniel sangat bersyukur diusianya yang sekarang dia sudah memiliki semua nya , rizki yang berlimpah , seorang istri ya walaupun belum saling mencintai.