Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
79. Ketahuan.


Risa merebahkan tubuhnya di sofa, sambil memegangi tangannya yang sakit karena cengkraman tangannya Denis.


"Den, kamu menyakiti tanganku" kata Risa.


Risa bangun dari sofa, lalu mengambil kotak obat, untuk mengobati pergelangan tangan Risa yang sakit. setelah mengambil kotak obat Risa menaruhnya diatas meja, tanpa mengobati lukanya lebih dulu Risa langsung pergi ke kamar.


Dikamar


Risa membuka laci tempat Risa menyimpan obat pencegah kehamilan, Risa memegang obat tersebut.


"Apa Aku harus meminumnya untuk berjaga-jaga?"


"Denis, bisa saja melakukannya kapan saja kepadaku"


"Seperti semalam saja, dia sudah hampir melakukannya"


"Tapi mendapat telpon dari Maya, Dia langsung pergi meninggalkanku"


"Sebenarnya Denis itu maunya gimana?"


"Apa aku meminta cerai saja? tapi Denis bilang tidak akan menceraikanku"


"Apa yang harus Aku lakukan sekarang?"


"Seandainya perjodohan ini tidak pernah terjadi, pasti Aku sudah bahagia dengan laki-laki yang mencintaiku"


Berbagi perkataan keluar dari mulut Risa, Risa merebahkan tubuhnya diatas kasur, kini Risa hanya terdiam hingga tertidur.


Maya.


Maya melihat hasil foto semalam dengan penuh rasa bahagia.


"Tapi kenapa Denis belum mengabari sama sekali ya?" tanya Maya pada diri sendiri.


"Dulu Dia selalu menurut padaku, namun setelah pernikahannya dengan gadis bodoh itu Denis makin kesini makin berubah" keluh Maya, yang merasakan perubahan Denis.


"Den, apa kamu sudah mulai menyukai gadis bodoh itu?"


"Tapikan Aku tidak mencintai Denis, Aku hanya mencintai Keanu"


"Sudahlah....!!"


Berbagai perkataan terucap dari mulut Maya.


Skip..


Denis baru saja sampai dirumah Alan.


"Tok..tok...!!" Denis mengetuk pintu.


"Ceklek" Suara gagang pintu.


"Tuan Denis?" kata Alan, dengan nada terkejut.


"Kita sedang tidak dikantor jadi tidak usah memanggil dengan sebutan Tuan" kata Denis, yang langsung masuk ke dalam rumah Alan.


"Baiklah, ada apa kamu kesini?" tanya Alan.


"Ayo temenin Aku ke suatu tempat!" ajak Denis.


Alan langsung berganti pakaian, lalu Alan dan Denis langsung pergi ntah kemana?


Denis memberhentikan mobilnya disebuah bar yang ada dikotanya.


"Kita mau ngapain kesini?" tanya Alan.


"Mau minum sedikit saja" jawab Denis.


Denis hendak turun dari mobilnya, namun Alan menahannya.


"Kenapa?" tanya Denis, dengan tatapan kesal.


"Katakan ada masalah apa?" tanya Alan, yang tau kalau Denis pasti ada masalah. makanya mengajak ke tempat penuh dosa ini.


"Aku hanya ingin minum" jawab Denis.


Alan menggelengkan kepalanya.


"Ini bukan cara untuk menyelesaikan masalahmu, Den" kata Alan.


Akhirnya Alan mengantikan posisi Denis, lalu Alan sekarang menyetir mobilnya.


Alan memberhentikan mobilnya, dipingir danau yang begitu indah.


"Katakan Apa masalahmu!" pinta Alan.


"Maya menjebakku,semalam Aku kerumah Maya, lalu Maya memberikanku segelas air putih dan tiba-tiba Aku merasa mengantuk sekali setelah itu Aku tidak tau yang terjadi, lalu pagi-pagi Aku bangun sudah telanjang" cerita Denis dengan begitu singkat.


"Apa kamu merasa melakukan sesuatu?" tanya Alan.


"Aku tidak tau, tapi sepertinya tidak terjadi sesuatu" jawab Denis.


"Risa juga minta cerai dariku, sekarang Aku pusing sekali" keluh Denis.


"Den, kamu itu pusing dibikin sendiri, sudah Aku bilang Maya itu tidak pantas untukmu kamu masih saja mempertahankannya" omel Alan, yang merasa kesal karena Denis terlalu bodoh.


"Kenapa kamu diam?" tanya Denis.


"Kamu harus memilih salah satu diantara mereka" kata Alan.


"Biar bagaimanapun Risa juga hanya seorang wanita Den, Dia punya perasaan dan hati. seandainya kamu ingin tetap dengan Maya tinggalkan Risa! tapi Aku pastikan kamu akan menyesal nantinya" kata Alan, dengan penuh ketegasan.


Denis terdiam karena merasa frustasi.


"Risa itu gadis yang baik Den, bodoh kalau kamu sampai menyia-nyiakannya" kata Alan, yang kembali mempertegas perkataannya.


"Aku akan membuktikan bahwa Maya itu tidak pantas untukmu" gumam Alan.


"Antar Aku pulang sekarang!" pinta Denis.


Alan langsung memutar balikkan mobilnya untuk segera menuju ke rumah Denis.


Skip..


Denis sudah sampai dirumah, lalu Alan kembali kerumahnya menggunakan mobil Denis.


Denis melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, mata Denis mencari-cari sosok wanita yang kini sudah menjadi istrinya.


"Risa, kemana?" tanya Denis pada diri sendiri.


Denis langsung menuju ke kamarnya, lalu melihat Risa sedang tidur begitu pulas.


"Ternyata kamu sedang tidur" kata Denis.


Denis melihat ada obat ditangan Risa, lalu segera mengambilnya.


"Ini obat apa? Apa Risa sedang sakit" tanya Denis.


Denis keluar dari kamarnya, dengan membawa obat itu ditangannya.


"Aku harus tau ini obat untuk Apa?" kata Denis.


Denis memoto obat tersebut lalu mengirimkan kepada Dokter David, yang tidak lain adalah Dokter keluarga Denis.


*Mengirim pesan.


Dokter David, maaf saya mau nanya kira-kira ini obat buat apa?"


Denis mengirim pesan pada Dokter David, yang disertai dengan foto obat tersebut.


Dokter David, membaca pesan Denis.


*Dokter David membalas pesan Denis.


"Itu obat untuk pencegahan kehamilan, Den"


Denis membaca pesan tersebut, betapa marahnya Denis saat ini.


"Risa.... awas saja kamu! Aku tidak akan membiarkanmu minum obat ini, Aku akan membuatmu segera hamil, Aku tidak peduli kamu masih kuliah atau tidak" kata Denis, yang penuh dengan kekesalannya.


Denis langsung kembali ke kamarnya, Risa sudah bangun sekarang Risa sedang duduk diatas ranjang tempat tidurnya.


Denis membuka pintu kamarnya dengan begitu kasar, membuat Risa merasa kaget.


"Denis..." panggil Risa.


Denis langsung melempar obat itu dengan kasar, ke wajah cantik Risa.


"Ini apa?" tanya Denis, dengan rasa yang begitu kesal.


Risa mengambil obat tersebut.


"Darimana, Denis mendapatkan obat ini?" gumam Risa, yang tadi lupa menaruhnya kembali ke dalam laci.


"Katakan Risa, obat apa itu?" Denis bertanya dengan suara lantang pada Risa.


"Ini obat pencegah kehamilan" jawab Risa jujur.


Denis mendekat ke tempat Risa duduk, lalu memegang pipi Risa dengan begitu kasar.


"Apa kamu tidak mau punya Anak dariku?" tanya Denis, dengan tatapan tajam sambil memegang pipi Risa.


"Aku tidak sudih, punya Anak dari laki-laki plin-plan tidak punya perasaan" jawab Risa, Sambil menepis tangan Denis dari pipinya.


Risa langsung bangun dari tempat duduknya, namun Denis langsung menariknya hingga terjatuh dikasur.


Denis langsung menindih tubuh Risa.


"Kamu mau apa?" kesal Risa.


"Aku akan membuatmu hamil, agar kamu tidak bisa pergi meninggalkanku" jawab Denis.


Denis langsung ******* bibir Risa, sambil memegangi tangan Risa ke atas agar Risa tidak bisa melawan.


"Aku akan menanam benihku dirahimmu" kata Denis, yang kembali ******* bibir Risa dengan penuh nikmat.


Bersambung