Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
212.Obrolan dewasa.


"Apa kamu bahagia bisa hadir dipernikahan mantan?" Tanya Ayumi dengan perasaan cemburunya.


"Aku tahu kamu sedang cemburu." Jawab Alan dengan senyum jailnya.


Alan menghentikan mobilnya ditepi jalan, Alan menatap Ayumi dengan tatapan lembut. Ayumi hanya menundukkan kepalanya saja.


Dengan lembut Alan mengangkat dagu Ayumi dengan tangannya.


"Apa kamu secemburu itu?" Tanya Alan lirih.


Ayumi tidak menjawab, Karena Ayumi juga bingung akan perasaannya, Ayumi tahu dihati Alan hanya ada dirinya tapi ntahlah yang namanya perasaan cemburu itu tidak bisa ditepiskan begitu saja.


Alan menarik tubuh Ayumi kedalam pelukannya, Lalu menyandarkan kepala Ayumi di dada bidang miliknya, Alan ingin Ayumi tahu kalau hanya Ayumi wanita yang ada dihatinya saat ini.


"Percayalah dihatiku hanya ada kamu sayang, Kalaupun aku menghadiri acara pernikahan mantan itu bukan berati aku bahagia, Aku menghadiri acara pernikahan mantan ya karena aku ingin bersilahturahmi, Lagiankan aku datangnya sama kamu, Masa kamu cemburu." Alan berusaha memberikan pengertian pada Ayumi.


Alan tahu seorang wanita itu akan mudah sekali cemburu dengan yang berbau-bau tentang mantan, Sebenarnya laki-laki juga sama saja sih, Hanya saja kalau laki-laki tidak sensitif wanita.


Ayumi memeluk Alan seakan tidak mau melepaskan Alan.


"Dulu saja sok-sokan tidak mau sama aku, Sekarang akhirnya kamu kecintaan sama aku." Batin hati Alan yang penuh kemenangan.


"Aku lihat sorot mata wanita itu seperti dia masih menyukaimu." Kata Ayumi dengan lirih dipelukan Alan.


"Hanya sorot mata dia saja, Tapi sorot mataku ini hanya untukmu." Jawab Alan sambil mengelus-elus rambut panjang Ayumi.


"Kamu malah bercanda ih." Ayumi ngambek dipelukan Alan.


"Aku bicara tentang kenyataan sayang, Siapa juga yang bercanda." Alan menegaskan perkataannya.


Ayumi memukul-mukul dada bidang Alan dengan pelan, Tapi Alan membiarkannya saja.


"Wanita kalau sedang cemburu apa saja dipukul-pukul, Kalau sudah sah jangan harap kamu bisa memukulku karena saat kamu cemburu nanti, Aku akan langsung membawamu masuk kamar dan mengajakmu main kuda-kudaan diatas ranjang." Batin Alan dengan pikiran mesumnya.


"Tapi kamu tidak akan kembali pada dirinya kan?" Tanya Ayumi yang dimaksud adalah Syahfiya.


"Aku akan menikah dengan wanita secantik kamu, Untuk apa aku kembali pada dirinya?" Jawab Alan dengan penuh penegasan.


Ayumi tersenyum yang tadinya manyun sekarang sudah melebarkan senyumnya.


"Sudah sayang, Jangan dipukul-pukul terus dadanya takut hatinya loncat." Pinta Alan dengan candaan yang membuat Ayumi tersenyum malu-malu.


"Kalau loncat aku kasih makan kucing." Ayumi membalas candaan Alan dan Alan akhirnya tertawa lepas.


"Dikasih makan kucing." Dalam hati Alan sambil geleng-geleng kepala.


"Sayang....." Panggil Alan.


"Iya kenapa?" Tanya Ayumi dengan lembut.


"Nanti kalau sudah nikah kalau kamu sedang marah padaku jangan dada yang kamu pukul-pukul ya." Pinta Alan dengan tatapan lembut.


"Lalu apa?" Tanya Ayumi dengan polosnya.


"Adik kecilku saja yang kamu pukul-pukul." Jawab Alan dengan senyum jailnya.


Ayumi diam, Dia berpikir apa yang dimaksud Alan dengan adik kecil?


"Adik kecil? Apa Alan punya seorang adik?" Pikir Ayumi dalam hatinya.


"Kamu punya seorang adik?" Tanya Ayumi yang kembali menujukan tatapan polosnya.


"Punya, Nanti akan aku kenalkan setelah kita menikah." Jawab Alan agar Ayumi tidak bertanya lagi.


"Apa dia akan menghadiri acara pernikahan kita?" Tanya Ayumi lagi yang membuat Alan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bukan datang lagi, Dia selalu aku bawa kemana saja aku pergi." Batin Alan yang mulai kesal.


"Pasti akan datang, Kita pergi makan es krim yuk!" Jawab Alan yang berusaha mengalihkan pembicaraan Ayumi.


Mungkin dalam ini Alan lebih paham daripada Ayumi, Jadi Alan sabar saja menghadapi tingkah polos Ayumi.


"Baiklah kita makan es krim." Jawab Ayumi dengan begitu girang.


Alan hanya geleng-geleng kepala dan kembali melajukan mobilnya menuju kesebuah tempat untuk makan es krim bersama sang kekasih.


"Tadi ngambek sekarang diajak makan es krim girang banget, Berasa ngadepin anak usia 5 tahun." Batin Alan yang lagi-lagi dibuat kesal oleh Ayumi, Tapi tidak usah kawatir karena Alan adalah laki-laki yang penyabar.


Hari ini setelah pulang dari repsesi pernikahan Levin dan Syahfiya, Alan dan Ayumi menikmati makan es krim berdua dengan bahagia.


Bukannya mengurus hal yang penting yang mau diurus ini malah asik makan es krim berduaan di kedai es krim.


Dirumah Denis.....


Denis dan Risa sedang duduk berdua di sofa, Risa duduk sambil memeluk suaminya padahal ada Alya dan Panji yang sedang memilih undangan pernikahan untuk mereka nanti.


"Lihat perasaan aku dulu mau menikah tidak seribet mereka." Cetus Denis yang langsung ditatap kesal oleh Risa.


"Tuan Denis Kusuma, Kita menikah karena dijodohkan dan waktu itu yang mengurus semuanya orang tua kita." Jawab Risa dengan kesal, Dengan sorot mata yang tajam ingin rasanya Risa mencabik-cabik suaminya.


"Mereka juga menikah karena dijodohkan." Sahut Denis yang memang kenyataannya seperti itu.


Panji dan Alya yang dari tadi mendengar perdebatan Risa dan Denis, Sebenernya merasa terganggu tapi karena mereka hanya numpang jadi biarkan saja daripada Denis ngamuk nanti mereka diusir lagi.


"Iya kita menikah karena dijodohkan kak, Tapikan aku dan Alya sudah saling mencintai satu lain." Jawab Panji dengan senyum kemenangannya.


Mereka memang sama-sama dijodohkan tapi Denis dan Risa dijodohkan karena hutang, Dan Panji dan Alya dijodohkan dan ternyata Perjodohan mereka membuat mereka saling jatuh cinta satu sama lain.


Siapa yang menyangka perjodohan Panji dan Alya membuat mereka saling mencintai sebelum mereka menikah.


"Dasar kamu ini, Awas saja jika kamu sampai membuat Alya menangis atau kamu menyakiti hatinya, Aku akan menghajarmu saat itu juga." Denis memberikan anacam pada Panji, Tapi Panji malah tersenyum.


"Kak Denis tidak usah kawatir, Aku akan mencintai Alya selamanya." Panji berusaha meyakinkan Denis.


Denis tersenyum, Lalu menepuk bahu Panji.


"Pegang kata-katamu, Aku tidak mau adikku sampai terluka." Tegas Denis dengan serius.


"Siapp komandan." Jawab Panji yang langsung menghadap ke Denis, Dan mengangkat satu tangannya hormat pada Denis.


Alya dan Risa saling melempar senyum.


"Akhirnya Denis bisa menerima Panji dan sekarang mereka juga lebih akur, Yang membuatku bahagia adalah tatapan 3 detik sudah tidak berlaku." Batin Risa dalam hatinya.


Mengingat Denis dulu begitu cemburuan dan sampai memberikan aturan konyol pada Risa, Itu sungguh membuat Risa kesal dan apa-apa serba dilarang, Tapi seiring berjalannya waktu Denis sudah mendingan dan tidak terlalu berlebihan seperti dulu lagi.


Ingat sekali dulu gara-gara Risa melihat Panji lebih dari 3 detik Risa pernah dijewer oleh Denis, Dan Denis sering sekali memberikan hukuman Risa diatas ranjang agar Risa cepat hamil dan pikir Denis agar Risa tidak bisa dekat-dekat dengan laki-laki lain lagi, Jadi dulu Denis getol sekali main kuda-kudaan sama Risa tiap malam.


"Oh iya, Alya kapan mama dan papa pulang dari luar negeri?" Tanya Denis pada Alya.


"Mereka sudah pulang kak, Cuma kan mami sedang pergi jadi mama dan papa belum sempat kerumah." Jawab Alya dengan nada lembut.


Orang tua Alya sudah pulang dari beberapa hari yang lalu, Selain ingin menghadiri acara wisuda Alya mereka juga akan mengurus pernikahan Alya nanti.


"Tok...tok..tok.." Suara ketukan pintu.


"Tunggu sebentar, Aku buka pintu!" Denis melepaskan dirinya dari pelukan Risa, Dan berjalan menuju ke depan untuk membukakan pintu rumahnya.


"Siapa??"


BERSAMBUNG πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


Baca juga ya karya baru Author, Siapa tahu pada suka πŸ˜˜πŸ™