
Pagi pukul tengah 5 Anjeni dan Daniel sedang berdiri di pintu keluar dan sedang berpamitan dengan Nur dan Damar.
"Hati hati ya nok ayu , kabarin kalo ada apa apa ". Ucap Nur .
"Iya mah , pak jaga kesehatan ya , kami pamit". Ucap Anjeni di sambi mencium punggung kedua orang tua nya . Dan di ikuti oleh Daniel.
"Awas kamu Niel , kamu masih dalam pengawasan keras dari saya !" Ucap Damar tegas .
"Uzz Bapak ahh , sama Mantu kok gitu sih !". Ucap Nur menenangkan.
Daniel tak menjawab hanya mengangguk dan senyum tipis .
Dan mereka berdua masuk ke mobil . Saat mobil akan melewati gerbang nampak seluruh wartawan mengadang mobil Daniel , Daniel tak habis pikir segitu populer nya kah Anjeni sampai para wartawan rela menunggu bahkan sampai menginap seperti ini .
Karena kesal tak bisa lewat akhirnya Daniel membuka kaca jendela dan langsung memakai kaca mata hitamnya .
"Minggirlah , kami akan lewat . Kami ada penerbangan , kalau mau ! Tunggu lah di Airport , aku akan membuat klarifikasi". Ucap Daniel datar lalu menutup kembali kaca jendela mobil . Pak Nanang yang ikut kesal pun berkali kali membunyikan Klakson , dan Otomatis para wartawan langsung menepi dan memberi jalan .
Saat tiba di Air port sungguh sangat ramai akan wartawan , sungguh datangnya dari mana namun mereka langsung sudah sampai padahal dari rumah Pak Nanang sudah melaju dengan kecepatan cepat .
Daniel langsung memposisikan diri dan disamping berdiri Anjeni , di depan banyak wartawan yang siap mengulik semua desas desus ini .
"Apa yang ingin kalian tau". Ucap Daniel mantap
Sejenak Anjeni takjub melihat suaminya , ia sungguh sangat berwibawa.
"Gimana pak tentang gosip beredar kalau kalian hanya nikah kontrak dan akan cerai satu tahun setelah menikah , apa betul ini hanya untuk menyenangkan orang tua kalian dan untuk melunasi hutang?". Tanya salah satu wartawan perempuan.
"Itu tidak benar , ini kami akan pergi ke London , saya ingin berbulan madu , dan mengganti semua waktu yang telah terbuang karena saya sibuk bekerja saat baru menikah" .
Ucap Daniel
"Ohh , jadi saat baru nikah anda ke Luar Negri bukan karena pisah ranjang ya pak ?". Tanya wartawan lagi
" Tidak , itu hanya gosip tak bertanggung jawab , kami berdua sangat baik baik saja'. Ucap Daniel sambil senyum manis ke Anjeni .
"lalu bagaimana ucapan dari Pak Davin selama ini pak ? betul tidak?". Tanya wartawan yang lain.
"Yang mana?" . Tanya Balik Daniel
"Masalah hutang beberapa puluh tahun yang lalu ?". Ucap Wartawan yang lain lagi
"Tidak benar , orang tua kami memang sudah lama kenal dan berteman , jadi mereka ingin membuat ikatan keluarga itu saja ..Sudah ya , saya harus masuk . Intinya kami baik baik saja , dan minta doanya semoga program kehamilan istri saya berhasil . Dan masalah Davin dia hanya tak suka dengan pernikahan kami , karena kami tak mengundang nya itu saja , dan untuk Davin saya peringatkan jangan ngomong sembarangan an lagi , atau akan saya tuntut !". Ancam Daniel sambil melihat ke Kamera yang sedang aktif .
Daniel lalu berjalan berlalu menuju ke dalam Air port. Tangan Daniel tak lepas memegang erat tangan Anjeni , sesekali Daniel mencium punggung Tangan Anjeni dengan lembut , dan semua itu terekam jelas oleh kamera yang setia meliput dua sejoli itu sampai benar benar menghilang menjauh dari para awak media.
Di tempat lain nampak Davin menonton acara gosip yang meliputi Anjeni dan Daniel tersebut , sifat posesif nya kembali muncul mendengar Anjeni sedang menjalani promil , emosi semakin menjadi jadi saat melihat Tangan Anjeni di cium mesra oleh Daniel . Davin menunggu sampai bertahun tahun lamanya karena Anjeni selalu menolak untuk melakukan itu dengan alasan untuk kadonya saat malam pertama tapi yang terjadi malah di lakukan oleh Daniel .
"Awas kau Daniel , akan kurebut dia kembali !" . Ucap Davin sambil mengepalkan tangannya .
Di dalam pesawat Anjeni dan Daniel duduk berdampingan , Anjeni di sisi jendela , pesawat yang Anjeni tumpangi hanya di naiki oleh Anjeni Daniel serta pengawal nya saja . Benar benar senyap , nampak Anjeni selama perjalanan hanya melamun . Sedangkan Daniel rak henti hentinya nerkutak dengan laptopnya , sesekali memijat keningnya pertanda pusing melanda , Pak Nanang sesekali bolak balik karena seringnya Daniel memanggilnya.
Selama di pesawat tak ada obrolan sama sekali Antara Mereka berdua , sehingga Anjeni merasa bosan dan memilih untuk tidur . Saat terbangun Anjeni menyadari ternyata belum sampai sejenak Anjeni menghela nafas panjang , karena merasa jengah . Untuk mengusik kebosanan akhirnya Anjeni memainkan Handphone Nya .
Jam berlalu akhirnya Anjeni sampai di London dan langsung menuju ke mobil yang sudah menjemput nya .
Tibalah mereka di rumah mewah nan megah berlantai 3 .
Anjeni takjub , ini pertama kalinya Anjeni dibawa kerumah Daniel selama mengenalnya .
Daniel berjalan cepat dan akan membuka pintu sebuah ruangan , namun gerakannya terhenti saat tau Anjeni masih mengekor nya .
"Ini ruang kerjaku". Ucap Daniel singkat
"Lalu aku kemana?". Tanya Anjeni bingung .
"Mari nyonya , ikuti saya". Ucap pak Nanang sopan ,
Anjeni menurut lalu mengikuti Pak Nanang dari belakang .
Langkah pak Nanang terhenti di ruangan dengan pintu besar.
"Ini kamar Nya Nyonya , nanti Bibi Sus akan datang". Ucap pak Nanang .
"Oh oke , makasih pak , aku masuk yah". Ucap Anjeni dengan senyum termanis nya lalu masuk ke kamar tersebut .
Anjeni dibuat takjub lagi , kamarnya sangat luas dan mewah dan terdapat foto besar pernikahannya.
Anjeni mendudukan bokongnya di kursi depan Tv , sejenak Anjeni merasa canggung pasti Daniel merasa tak nyaman dengan kamarnya yang kecil dan sempit , melihat kamarnya sendiri saja sebesar ini .
Tok ... tokk... tokkk...
Suara ketukan membuat lamunan Anjeni Buyar , Anjeni langsung saja membukakan pintu , ternyata seorang wanita paru baya berumur 50 tahunan.
"Selamat siang nyonya . perkenalkan nama saya sus , anda bisa memanggil saya Bibi sus , saya kepala pelayan disini". Ucap Bibi sus ramah .
"Anda bisa bahasa indonesia??". Ucap Anjeni kaget .
"Semua karyawan , pelayan , maupun pengawal disini diwajibkan bisa bahasa indonesia Nyoya , karena Nyonya besar Maharani berasal dari sana". Ucap Bibi Sus .
"Sekarang izinkan Saya dan para pelayan disini untuk merapikan baju anda ke lemari nyonya" Ucap bibi sus di ikuti anggukan oleh 2 pelayan yang memegang koper di belakang Bibi Sus
"Ohh .. tak perlu Bibi , saya bisa merapikan sendiri" . Ucap Anjeni tak enak .
"Tuan Daniel akan marah jika tau nyonya melakukan sendiri , jadi mohon untuk mengijinkan kami nyonya". Ucap Bibi Sus ramah .
"Yasudah masuklah". Ucap Anjeni mengalah .
Bibi Sus Masuk bersama di ikuti dua pelayan muda sambil membawa 1 koper milik Anjeni , sedangkan Daniel tak pernah membawa koper jika habis pulang kerumah , namun dia selalu membawa koper jika dia akan pulang ke rumah , maka tak heran lemari Anjeni yang dirumah sudah penuh dengan pakaian Daniel padahal Baru 2 kali ia pulang ke rumah .
"Apa ini kamar Mas Daniel?". Ucap Anjeni pada Bibi Sus
"Iya nyonya betul". jawab Bibi Sus ramah
"Jadi dia tidur disini?". Tanya Anjani lagi .
"Sepertinya tidak nyonya , Tuan Daniel lebih banyak di ruang Kerja , apa lagi disituasi seperti ini , pasti dia tak akan keluar dari ruang kerjanya". Jelas Bibi Sus
"Kenapa ? kok bisa ?". Tanya Anjeni penasaran .
"Tuan Daniel paling menghindari tidur nyonya , makanya dia lebih banyak di Ruang kerjanya , dan lagi ditambah banyaknya masalah seperti ini dipastikan tuan Tidak akan tidur". jelas Bibi Sus
"Pasti semua karena gosip itu". Ucap Anjeni pelan namun masih dapat di dengar oleh Bibi Sus
"Tenanglah nyonya , doakan saja semua cepat normal nyonya". Jawab bibi Sus menenangkan diri sambi senyum .
"semoga saja ya bi ". ucap Anjeni tersenyum dengan manis menampilkan gigi gingsul dan lesung pipi nya .
"Anda sangat manis nyonya , Tuan sangat beruntung". Ucap bibi Sus jujur .
"Anda membuat ku ge'er Bi". Ucap Anjeni malu
"Anggap lah rumah sendiri nyonya , jangan sungkan , jika ada apa apa beritahu saya , jangan malu nyonya ". Ucap Bibi Sus santai.
"Iya bi , makasih ".Ucap Anjeni
"Lemari sudah rapih , Kami pamit nyonya".Ucap Bibi sus Ramah lalu membungkukan badan dan berlalu keluar .