Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
115. Ke kepoan Alan.


Kini mereka berempat sama-sama terdiam, lalu Risa membuka suara.


"Kita sekarang mau kemana lagi?" tanya Risa.


Denis dan Alan saling menatap, lalu Alan bertanya pada Ayumi.


"Gadis bodoh, Kamu mau kemana lagi?" tanya Alan pada Ayumi.


"Berhentilah menyebutku dengan sebutan gadis bodoh, Aku punya nama Ayumi Larasati." protes Ayumi sambil menyebutkan nama lengkapnya.


Denis dan Risa hanya menggelengkan kepalanya, karena melihat perdebatan Alan dan Ayumi.


"Sudahlah berhenti berdebat, Aku lapar sekarang ayo kita pergi makan dulu." kata Denis sambil melihat Ayumi dan Alan.


"Iya Aku juga lapar, gara-gara berdebat mulu dengan laki-laki menyebalkan itu." sambung Ayumi sambil melihat kearah Alan.


"Cacing diperutku saja sudah demo dari tadi." keluh Risa dengan suara lemas.


Denis mengacak-acak rambut Risa, lalu mencium keningnya.


"Kasian sekali Istriku sampai kelaparan." kata Denis dengan nada lembut.


"Hentikan permainan drama romantis kalian, ini tempat umum." protes Alan sambil melihat kearah Denis dan Risa.


"Anggap saja yang lain ngotrak, dasar jomblo miris sirik aja kerjaannya." kata Denis yang diiringi dengan tawanya.


Ayumi melihat kearah Denis dan Alan.


"Kita jadi makan tidak sih?" protes Ayumi.


"Iya, cacing diperutku sudah demo kalian tahu tidak sih." sambung Risa dengan nada lesu.


Akhirnya mereka berhenti berdebat dan kini mereka langsung menuju ketempat makan yang ada didalam mall tersebut.



Visual restauran.


Mereka berempat duduk berhadapan, Denis menghadap ke Risa sedangkan Alan menghadap ke Ayumi.


Mereka langsung memesan makanan, setelah makanan datang mereka langsung menikmati makanan mereka.


"Kita seperti sedang kencan ganda." kata Risa sambil tersenyum bahagia.


"Ris, apa yang Kamu katakan? siapa juga yang mau berkencan dengan laki-laki yang tidak ada lemah lembut sama sekali." jawab Ayumi sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


Denis sedang sibuk menikmati makanannya, namun mendengar jawaban dari Ayumi, Denis langsung menimpalinya.


"Siapa tahu tiba-tiba besok kalian jadian, takdir Allah tidak ada yang tahu Yum." Denis menimpali kata-kata Ayumi.


Kini Ayumi dan Alan sama-sama terdesak secara bersamaan, mendengar timpalan dari Denis.


Risa dan Denis saling melempar tawa.


"Lihat tersedak saja kalian kompak." kata Denis yang diiringi dengan tawanya.


"Apalagi pacaran, pasti kalian nanti kaya amplop dan prangko." sambung Risa yang juga diiringi dengan tawanya.


Alan dan Ayumi saling melihat kearah Denis dan Risa dengan sorot mata yang begitu kesal.


"Dan kalian berhentilah menjodohkan kita." kata Ayumi dan Alan secara bersamaan.


Denis dan Risa akhirnya melepaskan tawanya.


"Kalian kompak sekali." puji Risa.


"Alan Aku yakin, ketika Kamu jatuh cinta pasti Kamu akan menjadi bodoh sepertiku." kata Denis sambil melihat Alan.


Alan menatap Denis dengan tatapan kesal, lalu menjawab perkataan Alan.


"Siapa juga yang mau mengikuti kebodohanmu, Den." Bantah Alan.


Setelah beberapa lama, akhirnya mereka selesei makan.


"Kita mau kemana lagi?" tanya Denis.


"Pulang, Aku sudah capek." sahut Ayumi.


"Iya sudah malam juga." sambung Risa.


Alan hanya diam sambil melipat kedua tangannya di dadanya.


Kini mereka berempat langsung menuju ke mobil, setelah semuanya naik kedalam mobil Alan langsung menyalakan mesin mobilnya.


Skip...


Alan mengantarkan Denis dan Risa lebih dulu, setelah mengantar Risa dan Denis, lalu Alan mengantar Ayumi pulang.


"Yum, hati-hati dijalan ya." kata Risa dari luar mobil.


Ayumi membuka jendela mobilnya, lalu menjawab perkataan Risa.


"Iya Ris." jawab Ayumi.


"Al, antarkan Ayumi sampai rumahnya dengan selamat ya." pesen Denis.


"Iya awas saja jika sekertaris Alan, membuat Ayumi lecet sedikit saja." sambung Risa.


"Lecet, udah kaya apaan aja Ris." sahut Alan.


Alan melajukan mobilnya, sedangkan Ayumi melambaikan tangan pada Risa, Risa juga membalas lambaian tangan Ayumi.


Setelah Ayumi tidak terlihat, Risa dan Denis langsung masuk kedalam rumah mereka.


Diperjalanan.


Ayumi hanya terdiam, namun Alan berusaha membuka suara untuk mencairkan suasana.


"Gadis bodoh..." panggil Alan.


"Namaku Ayumi Larasati, bukan gadis bodoh." protes Ayumi dengan nada kesal.


"Katakan mau tanya apa?" pinta Ayumi dengan nada jutek.


Alan memperpelan jalan mobilnya, sengaja biar bisa lebih lama lagi dengan Ayumi.


"Yum, siapa laki-laki yang menyapamu dikampus tadi?" tanya Alan tanpa bertele-tele.


Ayumi diam sambil mengingat siapa yang dimaksud oleh Alan?


"Apa maksud laki-laki menyebalkan ini sih, Levin?" gumam Ayumi.


"Oh itu Levin." jawab Ayumi singkat.


"Levin siapa Kamu." tanya Alan lagi.


Ayu terdiam, sambil melihat kearah Alan.


"Kenapa Dia terus bertanya sih?"


"Levin, Dia seniorku Dia anak seni yang populer karena ketampanan dikampus." Ayumi menjelaskan pada Alan.


"Perasaan Aku dan Dia tamapanan Aku." protes Alan tiba-tiba.


"Hey, mana ada orang tampan memuji dirinya sendiri tampan." kata Ayumi dengan tatapan kesal diwajahnya.


Alan terdiam, lalu kembali bertanya pada Ayumi.


"Apa hubunganmu dengan laki-laki itu?" tanya Alan lagi untuk kesekian kalinya.


"Kita sedang dekat." jawab Ayumi singkat.


Ntah mengapa hati Alan tiba-tiba rasanya kesal sekali mendengar jawaban dari Ayumi.


"Apa mereka sedang dekat? tapi Aku akan berusaha mendapatkanmu lebih dulu, lihat saja nanti." gumam Alan.


"Sedekat apa?" tanya Alan lagi.


Ayumi terdiam, sambil menahan rasa kesal dalam hatinya.


"Kenapa sih laki-laki menyebalkan ini, kepo sekali." gumam Ayumi.


"Sedekat sandal jepit, yang selalu berjalan seiringan." jawab Ayumi.


"Mulai besok jangan biarkan laki-laki itu mendekatimu lagi." kata Alan tiba-tiba.


Ayumi ternganga mendengar perkataan Alan.


"Memangnya Dia siapa, melarangku dekat dengan laki-laki." gumam Ayumi.


"Biarkan saja, Aku suka dekat dengannya." jawab Ayumi dengan begitu santai.


"Tapi Aku tidak suka, Kamu dekat dengannya." sahut Alan tiba-tiba.


Ntah setan apa yang merasuki Alan, kenapa berbagai perkataan keluar dari mulutnya begitu saja.


"Memangnya Kamu siapa seenaknya mengaturku." omel Ayumi pada Alan.


"Siapa lagi? Aku akan menjadikanmu kekasihku secepatnya mungkin." jawab Alan tanpa basa-basi.


Alan memang seperti itu tidak terlalu suka basa-basi dengan wanita, karena dulu waktu Alan mendekati mantannya juga hanya butuh waktu satu minggu lalu mereka pacaran, namun sekalinya pacaran Alan begitu setia sampai ada hal yang harus membuat mereka saling berpisah.


Namun ntah itu hal apa? hanya Alan yang tahu... eehh Author deh yang tahu.


Ayumi hanya menggelengkan kepalanya,


"Dasar laki-laki tidak waras." gumam Ayumi.


Setelah beberapa lama menelusuri perjalanan, akhirnya mereka sampai didepan rumah Ayumi.


Alan membantu Ayumi melepaskan sabuk pengamannya, setelah selesai Alan langsung turun dari mobilnya untuk membukakan pintu mobilnya untuk Ayumi.


"Turunlah hati-hati." Alan Mengikuti gaya bicara Denis pada Risa.


Ayumi turun dari mobil, lalu melihat kearah Alan dengan tatapan bingung.


"Kenapa mendadak bersikap lembut seperti ini?" gumam Ayumi.


"Sekarang masuklah!" Alan menyuruh Ayumi masuk kedalam rumahnya.


Ayumi melangkahkan kakinya menuju kerumahnya, namun tiba-tiba Alan menarik tangan Ayumi.


"Ada apa?" tanya Ayumi sambil melihat Alan.


"Jangan memikirkan laki-laki lain selain Aku." kata Alan sambil tersenyum pada Ayumi.


"Dasar gila, sana pulang." Ayumi mengusir Alan untuk pulang.


Ayumi langsung meninggalkan Alan masuk kedalam rumahnya, tanpa mengucapkan terimakasih pada Alan.


Alan terus memandangi Ayumi berjalan, dengan begitu senang hati, setelah Ayumi masuk kedalam rumah, Alan langsung masuk kedalam mobilnya, lalu melajukan mobilnya menuju kerumahnya.


Sambil menyetir, Alan tersenyum-senyum sendiri.


"Gadis bodoh itu memang cantik."


"Bahkan Dia, begitu menggemaskan."


"Mungkin ini saatnya Aku kembali membuka hatiku, karena Aku yakin Dia juga sudah bahagia dengan laki-laki pilihan Orangtuanya."


Berbagai perkataan dari dalam hati Alan, keluar begitu saja.


Akhirnya Alan sampai dirumahnya.


Bersambung ๐Ÿ™


Jangan lupa like, komen, Vote, dan Rate ๐Ÿ˜Š


Yang mau kasih rekomendasi untuk Visual Alan dan Ayumi, boleh ya komen saja dikolom komentar๐Ÿ™๐Ÿ™