Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
131. Janji Alan.


Risa dan Denis baru saja bangun tidur dari tidur mereka, kini Denis sedang minta dimanja oleh Risa.


"Sayang, Aku mau minum susu." kata Denis dengan nada yang begitu menggoda.


Risa beranjak dari tempat tidurnya, lalu turun ranjang tempat tidurnya. namun Denis mencegahnya.


"Kenapa? Aku mau membuatkan susu untukmu." kata Risa sambil melihat Denis.


"Aku maunya punya Kamu." kata Denis yang langsung menarik tangan Risa.


Risa langsung terjatuh dipangkuan Denis, dengan cepat Denis langsung membuka kancing baju Risa, lalu Denis langsung menyusu pada Risa.


"Kamu seperti bayi." kata Risa yang membiarkan Denis terus melakukannya aksinya.


"Iya bayi tua, Kamu Ibunya." jawab Denis yang kembali melakukan aksinya.


Denis mulai membaringkan tubuh Risa disampingnya, Denis terus melakukannya aksinya sampai Denis merasa puas akhirnya Denis menghentikan aksinya.


Kini Risa langsung melihat gunung kembarnya, ternyata sudah agak membengkak karena ulah suaminya.


"Enak sayang." kata Denis.


"Aku nya gak enak, sakit." jawab Risa.


"Aku mau lagi sayang." rengkek Denis.


Namun Risa menolaknya.


"Ini saja sudah bengkak, gara-gara Kamu." gumam Risa.


"Lain kali lagi ya sayangku." tolak Risa dengan nada begitu lembut.


Denis langsung memayunkan bibirnya, karena Risa menolak keinginannya. namun agar Denis tidak marah Risa langsung membenarkan kacing bajunya, lalu langsung menarik tekuk leher Suaminya.


Kini Risa langsung mencium bibir suaminya, Denis mulai menikmati ciuman dari Risa perlahan-lahan Denis membuka mulutnya agar Risa leluasa menikmati rongga mulutnya, pelan-pelan Risa memasukkan lidahnya kedalam mulut Denis.


Kini keduanya langsung melakukan perang lidah dengan begitu nikmat.


"Eemmhh...ahhh..." keduanya sama-sama mengeluarkan desahan dari mulut mereka.


Setelah puas Risa langsung melepaskan ciumannya dari bibir Denis.


"Sekarang Kamu sudah mulai pintar istriku." puji Denis sambil tersenyum jail pada Risa.


Risa tersenyum malu pada Denis.


"Dedemit mana yang merasukiku sehingga Aku bisa melakukannya dengan begitu nakal." gumam Risa.


Denis terdiam.


"Risa Kamu benar-benar membuatku ingin memakanmu." gumam Denis.


"Sayang, apa kamu sudah selesai pms? Kamu membuat adik kecilku terusik dalam sarangnya." tanya Denis yang merasakan miliknya ternyata sudah menegang.


Risa menggelengkan kepalanya, lalu menjawab pertanyaan dari Denis.


"Belum sayang." jawab Risa dengan perasaan bersalah.


"Aduh kenapa Aku bisa lupa sih? kalau Aku sedang pms." gumam Risa.


Denis langsung terdiam karena merasa kesal dengan ulah Risa, kini lagi-lagi Denis harus menuntaskan hasratnya didalam dikamar mandi.


"Lalu siapa yang mau tanggung jawab?" tanya Denis pada Risa.


Risa hanya terdiam, lalu tersenyum pada Denis.


"Tunggulah, Aku ke kamar mandi dulu." kata Denis.


"Untuk apa ke kamar mandi?" tanya Risa dengan begitu polosnya.


"Untuk menyelesaikan ulahmu." jawab Denis.


Denis langsung pergi masuk kedalam kamar mandi, sedangkan Risa hanya terdiam memikirkan jawaban dari suaminya.


"Untuk menyelesaikan ulahku?" kata Risa pada diri sendiri.


Kini Denis sedang sibuk didalam kamar mandi, ntah apa yang Denis lakukan hanya Denis yang tahu.


didalam kamar mandi.


"Risa Kamu membuatku harus bekerja sendirian lagi." kesal Denis yang sedang sibuk ntah ngapain?


Alan dan Ayumi.


Alan melepaskan Ayumi dari pelukannya, lalu bertanya pada Ayumi.


"Tapi... Apa? ayo lanjutkan bicaramu." kata Alan pada Ayumi.


"Tapi Aku, tidak mau pacaran lama-lama." jawab Ayumi sambil tersenyum malu-malu.


Alan langsung tersenyum kegirangan, lalu bertanya lagi pada Ayumi.


"Apa itu tandanya Kamu sudah siap untuk menikah?" tanya Alan sambil menatap Ayumi.


Ayumi bingung harus menjawab apa? akhirnya Ayumi berkata pada Alan.


"Belum, kita saling kenal dulu saja." kata Ayumi dengan malu-malu.


"Kalau hanya saling kenal Aku tidak mau, Aku mau kita langsung pacaran saja." kata Alan tanpa banyak betele-tele.


Namun Ayumi tidak menghiraukan perkataan Alan, Ayumi beranjak dari tempat duduknya lalu Dia hendak pergi meninggalkan Alan. dengan cepat Alan langsung menarik tangan Ayumi.


Ayumi langsung menghentikan langkahnya, kini perasaan Ayumi campur aduk, detak jantung Ayumi berdetak lebih cepat dari biasanya.


"Jadilah kekasihku, Aku janji Aku akan menjadikanmu wanita satu-satunya dalam hidupku." kata Alan dengan tatapan mata yang begitu serius.


Ayumi terdiam sambil berpikir.


"Yum, kenapa diam saja?" tanya Alan.


"Aku sedang memikirkan perkataanmu." jawab Ayumi.


"Untuk apa dipikiran kita sama-sama jomblo ini, lebih baik kita jalanin saja hubungan ini." kata Alan.


"Hubungan apa?" tanya Ayumi.


"Mulai sekarang kita pacaran." jawab Alan.


Ayumi masih terus berpikir, namun tanpa berpikir panjang Alan langsung menarik Ayumi kedalam pelukannya. lalu Alan berkata pada Ayumi.


"Sudahlah pokoknya mulai sekarang Kita pacaran, lagian Aku juga tidak menerima penolakan darimu." kata Alan sambil tersenyum penuh kemenangan.


Ayumi mendorong Alan, lalu menjawab perkataan Alan.


"Mana bisa seperti itu? Kamu hanya memutuskan sepihak saja." protes Ayumi.


"Ya sudah kalau Kamu tidak menjadi pacar Aku." kata Alan yang langsung beranjak pergi dari hadapan Ayumi.


Namun tiba-tiba Ayumi memeluk Alan dari belakang, lalu Ayumi bilang pada Alan.


"Kamu tidak menerima penolakan dariku kan? maka kamu harus menerima Aku jadi kekasihmu." kata Ayumi sambil memeluk Alan dari belakang.


Dengan cepat, Alan langsung memutar balikkan tubuhnya menghadap ke Ayumi.


"Apa itu tandanya Kamu menerimaku?" tanya Alan memastikan jawaban dari Ayumi.


Ayumi menganggukan kepalanya, lalu Alan langsung menarik tekuk leher Ayumi kini Alan langsung mencium bibir Ayumi.


"Cup..." Alan mencium bibir Ayumi.


Setelah beberapa lama, akhirnya Alan melepaskan ciumannya.


"Dasar, ini ciuman pertamaku." kata Ayumi dengan nada kesal.


"Sungguh?" tanya Alan.


"Sungguh, tapi Kamu telah mengambilnya." Ayumi marah pada Alan.


"Karena Aku sudah mengambilnya, maka Aku akan bertanggung jawab nantinya." kata Alan sambil membelai rambut Ayumi.


Ayumi membenamkan wajahnya di dada bidang Alan, lalu Ayumi bertanya pada Alan.


"Bagaimana caramu bertanggung jawab?" tanya Ayumi pada Alan.


"Aku akan menikahimu dan menjadikan satu-satunya wanita dihidupku." jawab Alan.


Ntah kenapa, mendengar jawaban dari Alan Ayumi merasa sangat bahagia sekali. kini perasaan Ayumi campur aduk tidak jelas.


"Tepatilah janjimu itu!" pinta Ayumi.


"Siap Tuan Putri." jawab Alan dengan begitu bahagia.


"Ayo kita kerumah Risa." ajak Ayumi.


"Kita beritahu mereka tentang hubungan baru kita." jawab Alan.


Ayumi melepaskan tubuhnya dari pelukan Alan, lalu Ayumi menjawab perkataan Alan.


"Tidak, tapi kita ganggu mereka malam ini." kata Ayumi sambil menyunggingkan senyum manisnya.


"Baiklah ayo kita kesana." jawab Alan.


Kini keduanya langsung menuju Kerumah Risa, ntahlah untuk apa mereka kesana?


Denis dan Risa.


Denis baru saja keluar dari kamar mandi, lalu Risa bertanya pada Denis.


"Apa sudah selesai?" tanya Risa.


"Sudah, jangan mengangguku lagi kalau kamu sedang pms." Denis mengomeli Risa.


"Siapa yang menganggumu? Aku kan hanya menciummu saja kamu itu yang mulai." Risa menyalahkan Denis.


Denis hanya menghela nafasnya, percuma melanjutkan pedebatan dengan istrinya yang ada nanti malah kemana-mana, ujung-ujungnya Denis tidak dapat jatah dari Risa.


"Sudahlah, ayo makan Aku lapar." kata Denis.


"Iya baiklah, Aku akan buatkan makanan yang enak untukmu suamiku." jawab Risa.


Kini keduanya langsung turun menuju ke dapur, Risa memasak makanan kesukaan Denis sedangkan Denis membantu Risa memasak.


Setelah selesai masak, Denis dan Risa menikmati makanannya dimeja makan.


"Ayo kita pergi jalan-jalan." ajak Denis.


"Aku tidak mau, Aku mau dirumah saja." jawab Risa.


Akhirnya setelah selesai makan, mereka nonton film drama bersama.


Sedang asik menonton film drama, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


"Tok..tok..tok...." suara ketukan pintu.


Denis dan Risa saling menatap, lalu Risa bertanya pada Denis.


"Siapa yang datang?" tanya Risa.


"Ntahlah, Aku bukakan pintu dulu." jawab Denis yang langsung menuju ke depan untuk membukakan pintu rumahnya.


"Ceklek..." suara gagang pintu.


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


Hari ini Author kasih bonus satu episode 😘