Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
85. Suap-suapan.


"Ceklek...." Risa membuka pintu.


Betapa terkejutnya Risa ternyata yang datang adalah Denis, laki-laki yang kini telah sah menjadi suaminya.


Denis langsung menarik Risa ke dalam pelukannya.


"Lepaskan Aku, jangan pernah sentuh Aku kalau Kamu masih berhubungan dengan Maya" kata Risa, sambil meronta-ronta dipelukan suaminya.


Denis melepaskan pelukannya, lalu menarik Risa kedalam rumah, lalu Denis langsung mengunci pintu rumahnya,Denis memepetkan tubuh Risa ketembok lalu menguncinya dengan tubuhnya agar Risa tidak dapat bergerak.


"Apa kamu sudah selesai bicara?" tanya Denis.


Risa hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan dari suaminya.


"Sekarang dengarkan Aku baik-baik, Aku akan melepaskan Maya tapi Aku juga harus membongkar kebusukan Maya selama ini" kata Denis dengan begitu tegas.


Kini Denis memegang rahang pipi Risa dengan tangannya.


"Bisakah Kamu menjadi Istri yang patuh?" kata Denis, yang menatap Risa dengan tatapan begitu tajam.


Risa membalas tatapan Denis, dengan tatapan yang lebih tajam.


"Apakah Aku harus mematuhi Suami yang plin-plan seperti dirimu?" jawab Risa dengan begitu tegas.


"Dengar ya, banyak laki-laki diluaran sana yang mau menikah denganku jadi kalau Aku harus mempertahankan Suami yang plin-plan sepertimu, mending Aku nikah sama yang lain saja" kata Risa, dengan begitu tegas lagi.


Betapa tersentaknya hati Denis, mendengar perkataan Risa.


"Sekali lagi Kamu bilang seperti itu, Akan akan menghajar laki-laki yang menikahimu nanti" ancam Denis, dengan tatapan begitu kesal.


Denis melonggarkan pepetannya, lalu menarik Risa ke sofa.


"Sekarang manusia satu ini mau apalagi?"


Denis duduk sofa sambil melihat tugas kuliah yang dikerjakan oleh istrinya. Risa masih berdiri sambil melihat Denis.


"Ris, Aku lapar cepat bikinkan makanan!" suruh Denis, sambil membaca tugas kuliah Risa.


"Denis bertingkah seolah-olah tidak ada masalah diantara kita, betapa menyebalkan sekali Denis malam ini" gumam Risa.


Risa hanya terdiam tidak memperdulikan perkataan Denis.


"Ris, Apa kamu tidak dengar perintah dari Suamimu?" tanya Denis, dengan lirikan tajamnya.


Akhirnya mau tidak mau Risa pergi membikinkan makanan buat Suaminya.


"Iya iya Aku bikinin" jawab Risa, dengan raut wajah yang begitu kesal.


Risa langsung menuju ke dapur, kini Risa sedang membuatkan nasi goreng buat Denis. setelah beberapa lama akhirnya nasi gorengnya sudah jadi.


Risa langsung membawa nasi goreng bikinannya kepada Denis.


"Ini makanlah dulu" pinta Risa dengan nada begitu jutek pada Denis.


"Kalau tidak ingat dosa, males sekali meladeni laki-laki plin-plan sepertimu" gumam Risa.


Risa menaruh nasi gorengnya diatas meja, Risa berniat meninggalkan Denis untuk pergi ke kamarnya.


"Kamu mau kemana?" tanya Denis.


Risa memberhentikan langkah kakinya.


"Mau ke kamar" jawab Risa cuek.


"Duduklah, suapin Aku makan!" suruh Denis, sambil menarik tangan Risa.


Akhirnya Risa duduk disamping Denis.


"Kenapa Kamu diam saja, cepat suapin Aku" kata Denis, sambil mengambil nasi goreng yang ada dimeja lalu memberikan pada tangan Risa.


Risa menerima nasi goreng tersebut, lalu menyuapkan nasi goreng kemulutnya Denis pake sendok, biarpun dengan rasa kesal dihatinya, tapi Risa capek berdebat dengan Denis makanya Risa menuruti apa mau Denis saja.


"Kamu kan bisa makan sendiri" omel Risa, yang kembali menyuapkan nasi goreng kemulut Denis dengan sendok.


"Aku mau Kamu yang menyuapiku" jawab Denis, yang diam-diam memperhatikan Risa.


"Biarpun Kamu sedang kesal, tapi tetap saja Kamu terlihat begitu cantik. benar apa kata Alan Istriku sangat cantik" gumam Denis.


Risa terus menyuapkan nasi goreng kemulut Denis hingga beberapa suapan, Denis meminta piring nasi goreng yang ada ditangan Risa.


"Kenapa?" tanya Risa.


"Kamu juga harus makan!" jawab Denis, yang menyuapkan nasi goreng ke mulut Risa dengan sendok bekas dirinya tadi.


"Pasti Kamu belum makankan" kata Denis.


"Aku belum lapar" jawab Risa, dengan nada malas.


Denis terus menyuapkan nasi gorengnya kemulut Risa lagi.


"Ris, Aku janji Aku akan meninggalkan Maya tapi Aku butuh waktu untuk membongkar kebusukan Maya selama ini" kata Denis, yang berusaha menjelaskan pada Risa agar Risa mau mengerti.


Risa menghela nafasnya dengan pelan.


"Sudahlah Aku sedang tidak mau membahas tentang Maya" jawab Risa, karena tidak mau sampai berdebat lagi dengan Denis.


Kini nasi goreng yang ada dipiring sudah habis, Denis langsung menuju ke dapur untuk mencuci piring bekas makan mereka.


"Biar Aku saja" kata Risa.


"Kamu duduk saja! biar Aku yang mencuci piringnya" jawab Denis, yang langsung pergi menuju dapur.


"Tumben banget ada angin apa?"


Denis baru saja mencuci piring bekas mereka makan, lalu kembali menghampiri Risa.


"Ayo kita tidur, tugas kuliahmu lanjutan besok saja!" kata Denis, yang langsung menarik tangan Risa yang sedang duduk.


Denis dan Risa melangkahkan kaki mereka menuju kamar mereka.


"Kamu tidur dikamar tamu saja" suruh Risa, yang memang tidak mau tidur sekamar dengan Suaminya.


"Peraturan macam apa itu? mana ada suami istri tidur beda kamar" protes Denis, yang menolak untuk tidur dikamar tamu.


Risa menatap Denis dengan tatapan kesal.


"Bukankah awal menikah kita juga tidur dengan kamar terpisah" kata Risa, yang mengingatkan awal pertama mereka menikah.


Denis langsung membuka pintu kamarnya, lalu menarik tangan Risa untuk masuk kedalam kamar.


"Sudah ayo kita tidur!!" ajak Denis, yang tidak menggubris perkataan Risa.


Risa dan Denis kini duduk ditepi ranjang berdampingan.


"Terserah Denis sajalah, Aku sudah ngantuk sekali" gumam Risa.


"Tunggu, sana kamu mandi dulu" kata Risa, yang langsung mendorong Denis agar pergi menuju kamar mandi.


Akhirnya Denis langsung pergi menuju kamar mandi, setelah selesai mandi Denis langsung keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk saja.


Risa sudah merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya, tiba-tiba Denis memanggil Risa.


"Risa" panggil Denis.


"Apa?" jawab Risa dengan jutek.


"baju ganti Aku mana?" tanya Denis.


"Disini tidak ada baju kamu" jawab Risa.


"Lalu Aku tidur harus telanjang seperti ini?" tanya Denis.


Risa yang merasa geram akhirnya, langsung bangun dari tempat tidurnya.


"Tunggu sebentar" jawab Risa.


Risa berjalan menuju keluar kamarnya menuju kamar Mamanya untuk mengambil baju Papanya, setelah mengambil baju Papanya Risa kembali ke kamarnya.


"Pakai baju ini" kata Risa, sambil memberikan baju tidur milik Papanya agar Denis pakai.


Denis langsung berganti baju dihadapan Risa.


"Den, gantilah baju kamu dikamar mandi" pinta Risa, sambil menutup kedua matanya.


"Apasih Ris, kita ini suami istri. lagian Kamu juga sudah beberapa kali melihatnya" jawab Denis, karena memang Risa sudah pernah melihatnya milik bukan hanya sekali.


Rasanya Risa merasa kesal sekali pada Denis, akhirnya Risa langsung menuju tempat tidur untuk segera tidur, Denis menyusul Risa, lalu membaringkan tubuhnya disamping Risa.


Kini Risa tidur dengan membelakangi Denis, Denis juga hanya diam saja memperhatikan istrinya malam ini.


"Aku merindukanmu Risa" gumam Denis, yang langsung memeluk tubuh Risa dari belakang.


Risa yang sudah tertidur, jadi tidak memberontak waktu Denis memeluknya dari belakang.


Bersambung