
Ketika malam tiba, ketegangan sangat terasa di dalam sekte beruang putih
Semua anggota telah di beritahu tentang kemungkinan terjadinya pertempuaran, sehingga mereka di perintahkan untuk tetap waspada dan melakukan persiapan dengan pertempuran yang akan terjadi
Di sebuah bangunan paling besar yang berada di dalam sekte beruang putih, suasana tegang lebih terasa dari pada di lingkungan sekte
Terlihat barisan petinggi sekte beruang putih yang duduk berjajar dengan meja yang memanjang di depan mereka sambil mengerutkan kening
Luo Yenzi mengetuk meja "Bagaimana situasinya ?" Pertanyaan sederhana yang segera membebani seluruh orang yang berada di dalam ruangan
"Situasinya cukup rumit ketua, sekte mawar hitam telah menempatkan mata-mata di dalam kota Nanzi, sehingga ada kemungkinan mereka justru menyerang kota
Namun kita tidak bisa hanya menebak secara membabi buta, karena jika terjadi sedikit saja kesalahan, konsekuensinya akan sangat mengerikan " Chong Li bersuara
"Bagaimana jika kita membagi pasukan menjadi dua agar bisa melindungi keduanya. Dengan begitu, jika salah satunya mendapat serangan, pasukan yang lain bisa segera mengulurkan tangan " Usul salah satu tetua
Chong Li menggelengkan kepala "Itu tidak mungkin, sekte mawar hitam datang dengan kekuatan penuh. Membagi pasukan menjadi dua sama dengan melemahkan kekuatan kita, jika salah satu dari keduanya di serang, bala bantuan tidak akan tiba tepat waktu "
Ruangan kembali hening, sebenarnya mereka bisa saja menyerang secara langsung perkemahan yang didirikan oleh sekte mawar hitam
Namun dengan begitu, mereka tidak lagi memiliki keuntungan tembok pelindung dan tidak bisa mengurangi jumlah korban pertempuran di pihak mereka
Luo Yenzi menutup mata sejenak kemudian berkata dengan tegas "Persiapkan semua pasukan di sekte, tidak seorang pun yang di ijinkan pergi "
Semua tetua saling memandang, ragu dengan keputusan ketua mereka
"Tapi ketua, jika sekte mawar hitam justru menyerang kota Nanzi, seluruh penduduk pasti dalam bahaya yang akan membawa mereka pada bencana yang lebih besar atau bahkan kehancuran total " Salah satu tetua akhirnya bersuara
Luo Yenzi berkata dengan tegas "Aku yakin mereka tidak akan menyerang kota " ia kemudian mencibir "Anak kecil itu berpikir bahwa trik kecilnya akan membingungkanku, tetapi ia melupakan satu hal, ketika dia masih belum terlahir ke dunia, aku telah bertarung dengan ibunya "
Para tetua kembali saling memandang, sedangkan Chong Li menghela nafas dalam hatinya, memiliki lawan yang tidak terduga memang merepotkan
***
Berbeda dengan ketegangan yang terjadi di dalam sekte beruang putih
Di perkemahan sekte mawar hitam justru memiliki suasana yang meriah
Jika orang luar memasuki kawasan perkemahan tersebut, mereka pasti bisa merasakan emosi kegembiraan, harapan, tekad, kegilaan, serta haus darah yang bercampur dengan udara di sana
Seluruh anggota sekte mawar hitam yang berjumlah sekitar 20 ribu orang telah berdiri dengan senjata masing-masing untuk memulai pertempuran
Yu Xin berdiri dengan bangga di barisan paling depan, ia mengenakan gaun malam berwarna hitam yang justru membuatnya terlihat berniat menuju pesta
Sedangkan ibunya Yu Ciyeu berdiri di sampingnya dengan tenang, ia mengenakan pakaian putih polos seperti biasa
Peperangan antar sekte memang tidak pernah menggunakan kereta kuda sebab hal itu akan menghambat para penunggangnya dalam mengeluarkan semua kemampuan yang mereka miliki
Seorang pria berjubah hitam tiba-tiba muncul dan berjalan kemudian membungkuk di samping Yu Xin "Lapor ketua, sekte beruang putih mempertahankan semua anggotanya untuk melindungi sekte mereka "
Yu Xin mengangguk sambil tersenyum lebar "Tua bangka itu sepertinya masih bisa berpikir dengan baik "
"Tentu saja ia bisa mengetahui niat aslimu, karena bagaimana pun, ia adalah seorang pendekar tua yang telah melihat banyak sekali badai seperti ibumu " Yu Ciyeu menyela
Yu Xin mengangkat bahu "Yah bagaimanapun aku hanya berusaha main-main, jika tua bangka itu tidak bisa melihat trik kecil ku, artinya selama ini ia hidup dengan sia-sia "
Yu Xin kemudian menoleh kepada pria berjubah hitam "Kita akan berangkat sekarang "
Pria berjubah hitam mengangguk, kemudian segera memberi perintah agar semua anggota segera bergerak