
"Hanya karena aku seorang Pendekar Kaisar, apakah aku tidak boleh menyerang kalian ? naif-! " Qin Mo mendengus dingin, kemudian tertawa sinis "Lalu bagaimana jika aku seorang Pendekar Kaisar ? apakah aku harus disalahkan karena terlalu kuat ?"
Sebelum Cao Feng membalas, He Haoran telah berteriak dengan lantang "Jangan sombong kau tua bangka, jika aku berada di generasi yang sama denganmu, apakah kau pikir masih bisa sombong seperti sekarang ? "
Qin Mo menaikan alisnya dan bertanya dengan penuh minat " Sangat percaya diri, siapa kau anak kecil dan dari mana kepercayaan dirimu itu berasal ? "
"Aku He Haoran, Putra dari Tombak Petir Perak, He Xuan. dan Cucu dari Dewa Tombak Petir Surgawi, He Hongsen " He Haoran menjawab dengan bangga
Wajah Qin Mo berubah muram setelah mendengar jawaban He Haoran
Karena dari dua sosok yang disebutkan pemuda tersebut, siapa yang bukan seorang jenius
He Hongsen sebagai salah satu dewa Aliran Putih tidak perlu disebutkan
Putranya He Xuan yang merupakan ayah dari He Haoran juga jenius yang memiliki catatan gemilang
Sebagai seseorang yang berhasil mencapai tingkat Pendekar Kaisar, Qin Mo tentunya juga seorang jenius ilmu silat, namun dibandingkan dengan He Xuan, ia masih jauh tertinggal
Karena kebetulan keduanya berada digenerasi yang sama, meskipun sebenarnya usia He Xuan beberapa tahun lebih muda Qin Mo, namun debut mereka di dunia persilatan terbilang berbarengan
Tapi karena He Xuan memiliki bakat yang sangat tinggi, sehingga meskipun keduanya menginjakan kaki di dunia persilatan pada waktu yang sama, namun kekuatannya telah tertinggal jauh
He Xuan saat ini sudah mencapai tingkat Pendekar Suci, sementara dirinya masih terjebak di tingkat Pendekar Kaisar untuk waktu yang cukup lama
Qin Mo tentunya merasa cemburu ketika kekuatan He Xuan berada didepannya, sehingga ia berlatih dengan sangat keras
Namun tidak peduli seberapa keras ia berlatih, atau seberapa banyak sumber daya yang telah ia habiskan, Qin Mo masih tetap berada di tingkat Pendekar Kaisar, sehingga membuatnya merasa tidak berdaya
Tapi karena itu pula, ia mulai menerima jarak antara bakatnya dan He Xuan
Akan tetapi meskipun ia sudah menerima dan menyadari jarak antara bakatnya dan He Xuan, bukan berarti Qin Mo tidak marah ketika dibandingkan dengan He Xuan
Meskipun He Haoran tidak membandingkan bakatnya dengan He Xuan secara langsung, namun dari nada He Haoran memperkenalkan nama ayahnya dan kalimat yang pertama kali dikatakan pemuda tersebut, Qin Mo tentunya mengerti sesuatu
***
"Tapi masalahnya kau bukan generasi yang sama denganku " Qin Mo berkata dengan muram "Dan kau bukan mereka berdua "
Setelah mengatakan itu, Qin Mo membuat gerakan dan bergumam pelan
Telapak tangan Qin Mo melepaskan momentum dingin
Ia kemudian mengibaskan tangannya ke arah Desa Sua
Udara disekitarnya berkumpul dan melesat ke arah Desa Sua
Bahkan sebelum jurus tersebut mencapai Pasukan Aliran Putih, seluruh pasukan telah merasa kedinginan
"Berlindung-!" Cao Feng berteriak keras dan seluruh pasukan Aliran Putih segera merespon dengan bersembunyi dibalik tembok
Bersama dengan gerakan seluruh pasukan Aliran Putih
Serangan Qin Mo mencapai tembok dan gerbang Desa Sua
Meskipun Pasukan Aliran Putih telah berlindung dengan baik
Namun terdapat beberapa bagian tembok yang sudah cukup rapuh, sehingga tidak bisa menahan serangan tersebut dan membuat pendekar yang berada dibaliknya terluka parah
Bukan hanya para pendekar tersebut yang menderita serangan Qin Mo
Pendekar yang telah bertugas menjaga gerbang mendapatkan dampak paling parah
Meskipun gerbang desa telah diperbaiki dengan bahan yang lebih baik, namun dibandingkan dengan tembok desa, gerbang desa masih jauh lebih lemah, sehingga serangan Qin Mo berhasil menghancurkan gerbang desa dan membuat para pendekar yang bertugas menjaga dibaliknya terlempar ke udara dan meninggal
Bahkan beberapa yang tidak beruntung meninggal dengan tubuh terpecah-pecah
***
Qin Mo tersenyum puas melihat hasil serangannya, namun beberapa saat kemudian wajahnya berubah
***
Dirgahayu Indonesia
Indonesia Tangguh
Indonesia Tumbuh