Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pisau Pendek


"Ini..." Zhou Yu tertegun sambil menatap Pisau Pendek di tangannya


Namun belum sempat Zhou Yu bereaksi, Pisau Pendek tersebut bergetar dan menusuk telapak tangan Zhou Yu sehingga membuat telapak tangan pemuda bertopeng tersebut mengeluarkan darah


"Kau..." Zhou Yu terkejut dan berniat melemparkan Pisau Pendek tersebut


Namun sebelum ia bisa melaksanakan niatnya, Pisau Pendek tersebut sudah terlebih dahulu terbang setelah menyerap darah yang keluar dari telapak tangannya


Disisi lain, Zhou Yu mengangkat tangannya dan berniat menangkap kembali Pisau Pendek tersebut


Namun tepat ketika pemuda bertopeng tersebut mengulurkan tangannya, suara Yu Lian tiba-tiba terdengar dan mengganggu tindakannya


"Apa yang terjadi denganmu, Yu'er ?"


"Bibi Guru, aku..." Zhou Yu berniat menunjukkan Pisau Pendek yang tengah terbang di udara


Namun pemuda bertopeng tersebut kembali dibuat tertegun karena Pisau Pendek yang tadi melukai tangannya telah menghilang secara misterius


Yu Lian menaikan alisnya melihat tindakan pemuda bertopeng tersebut


Melihat muridnya itu terlihat malu, Yu Lian kemudian kembali mengalihkan perhatiannya ke arah Gelombang Siluman dan berkata "Bersiaplah Yu'er, sudah saatnya kita ikut bertempur "


Zhou Yu terbatuk dengan canggung sebelum menjawab "Baik Bibi Guru "


Pemuda bertopeng tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah samping sebelum mengangkat tangannya


"Pisau ini bisa menghilang " Zhou Yu menyentuh bilah pisau yang tidak kasat mata di udara kosong dan bergumam "Tapi kenapa aku bisa merasakan keberadaannya ?"


Selain dapat merasakan keberadaannya, Zhou Yu juga seperti memiliki ikatan yang tidak biasa dengan Pisau Pendek tersebut yang membuatnya dapat merasakan emosi ataupun keinginan yang dilepaskan Pisau Pendek tersebut


"Apakah karena darah ?" Alis pemuda bertopeng tersebut terjalin


Tapi tepat saat pikiran tersebut terlintas dalam benaknya


Hatinya tiba-tiba mengeluarkan perasaan krisis yang sangat kuat


Namun sebelum pemuda bertopeng tersebut bisa menanggapi perasaan krisis yang muncul dalam hatinya


Pisau Pendek yang sebelumnya mengambang dengan tenang di udara tiba-tiba bergerak dan menabrak serangan yang mengarah kepada pemuda bertopeng tersebut, sehingga membuat ledakan yang sangat besar melanda sekitarnya


***


"Apa kamu baik-baik saja, Yu'er ?" Yu Lian bertanya dengan cemas setelah ledakan besar tadi berakhir


Ditambah dengan situasi krisis yang sedang terjadi, Yu Lian melepaskan perhatian sekaligus kewaspadaannya terhadap anggota Pemerintah Surga yang tersisa


Namun ia tidak menduga, meskipun tidak bisa mengendalikan Gelombang Siluman seperti sebelumnya


Sosok berjubah hitam tersebut menggunakan cara lain dengan memerintah kelima siluman yang melindunginya untuk melepaskan serangan gabungan, sehingga membuatnya terkejut dan terlambat beraksi


Untungnya sebuah serangan lain yang tidak kalah kuat menabraknya, sehingga membuat serangan yang dilepaskan kelima siluman tersebut meledak dan hancur di udara


Meskipun sedikit penasaran dengan asal-usul serangan tadi, namun Yu Lian lebih peduli dengan kondisi Zhou Yu karena serangan kelima siluman tadi jelas di arahkan kepada muridnya tersebut


Disisi lain mendengar pertanyaan Bibi Gurunya, Zhou Yu mengangguk dan menjawab "Murid baik-baik saja Bibi Guru"


Yu Lian kemudian menatap pemuda bertopeng tersebut dengan tatapan dalam sebelum kembali mengalihkan perhatiannya ke arah sosok berjubah hitam tadi dan berkata "Untuk menghindari mimpi yang panjang, sepertinya kita harus menyelesaikan orang ini terlebih dahulu, Yu'er "


Tapi disisi lain, Zhou Yu justru menggelengkan kepalanya dan berkata "Bibi Guru, mungkin sebaiknya anda membantu Penatua Agung disana dan menyerahkan orang ini kepadaku "


"Apa maksudmu, Yu'er ?" Yu Lian menaikkan alisnya dan berkata "Meskipun orang ini telah kehilangan kendali atas Gelombang Siluman, tapi dia mungkin memiliki beberapa metode yang merepotkan lagi, karena itu, dari pada menjadi bencana dimasa depan, sebaiknya kita menghabisi dia sekarang


"Murid tahu Bibi Guru " Zhou Yu mengangguk dan menjawab "Tapi peran orang ini tidak lagi penting seperti sebelumnya "


"Meskipun benar jika kemungkinan besar dia masih memiliki beberapa metode yang merepotkan, tapi tidak peduli seberapa merepotkan itu, murid yakin tidak akan lebih merepotkan dari pada saat dirinya bisa mengendalikan Gelombang Siluman"


"karenanya, dibandingkan terjerat dengan orang ini, akan lebih baik jika Bibi Guru membantu Penatua Agung mencari jalan keluar dalam menghadapi Gelombang Siluman "


Zhou Yu kemudian melirik sekelilingnya dan berkata suara dalam "Semakin kuat bau darah yang mengalir di udara, Gelombang Siluman ini akan semakin ganas, jika terus seperti ini, Gelombang Siluman ini mungkin akan lebih menakutkan dari pada saat mereka dikendalikan "


Yu Lian terdiam mendengar pernyataan tersebut


Setelah beberapa saat, wanita cantik tersebut kemudian mengangguk dan berkata "Baiklah, aku akan mengikuti saranmu "


"Aku serahkan orang ini kepadamu, berhati-hati, Yu'er " Sambung wanita cantik tersebut sambil melenggang pergi


Disisi lain, setelah melihat kepergian Yu Lian


Zhou Yu kemudian bergumam pelan "Persepsi Bibi Guru terlalu tajam, meskipun hanya sebentar, aku yakin Bibi Guru merasakan fluktuasi tadi "


"Tapi itu tidak masalah, karena Bibi Guru bukanlah orang yang berpikiran sempit " Sambung pemuda bertopeng tersebut sambil melirik udara kosong disampingnya dan berkata "Tapi terlepas dari semua itu, cepat atau lambat aku harus memberitahu apa yang sebenarnya terjadi supaya tidak membuatnya khawatir "


"Terutama karena keanehan Pisau ini "


...