Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pertempuran XIV


“Kenapa dia menatap ke arah kita ?”


“Tatapannya terlihat menakutkan, kenapa aku tiba-tiba merasakan firasat buruk melihat tatapannya itu ?”


“Kau benar, aku juga merasa merinding di sekujur tubuhku saat melihat tatapannya”


Para pendekar yang berada di sekitar medan kembali saling berdiskusi saat melihat situasi Zhou Yu


Tepat di tengah diskusi tersebut, sebuah suara tua muncul dan sampai ke telinga para pendekar tersebut


“Bersiaplah. Dia bukan lagi anak muda yang kalian lihat sebelumnya, sebentar lagi dia akan menyerang kalian semua”


“Bukan lagi anak muda yang kita lihat sebelumnya ?” Para pendekar terkejut dengan pernyataan tersebut dan segera mencari sumber suara


Namun sebelum mereka menemukan sumber suara tersebut, Zhou Yu tiba-tiba bergerak ke arah mereka sambil melepaskan niat membunuh


Wajah para pendekar tersebut seketika berubah saat merasakan niat membunuh yang di arahkan kepada mereka


“Apa yang terjadi ? kenapa dia sepertinya ingin menyerang kita ?”


“Benar. Niat membunuh ini jelas di arahkan kepada kita, bukankah itu artinya perkataan tadi itu benar ?”


Para pendekar tersebut terlihat panik saat menyadari niat membunuh yang di arahkan Zhou Yu kepada mereka itu nyata


Apalagi saat Zhou Yu mengayunkan tinjunya sehingga energi berwarna hitam kemerahan meletus dan melesat ke arah mereka dengan momentum yang menakutkan


“Berhenti berbicara dan keluarkan serangan terkuat kalian untuk menghadapi serangannya”


Suara peringatan tadi kembali terdengar bersamaan dengan munculnya seorang wanita tua di hadapan para pendekar tersebut


Melihat kemunculan wanita tua tersebut, para pendekar itu terlihat terkejut sekaligus kebingungan


Namun meskipun demikian, mereka jelas tidak melupakan bahaya yang datang ke arah mereka sehingga tanpa berpikir panjang, para pendekar tersebut segera membuat gerakan dan melepaskan serangan terkuat mereka


Mendesing


Belasan jurus dengan kekuatan Pendekar Suci melesat ke arah Zhou Yu dan bertemu energi hitam kemerahan yang di lepaskan oleh pukulan pemuda bertopeng tersebut


Ledakan beruntun kemudian terjadi dalam tabrakan tersebut sehingga menciptakan gelombang kejut yang sangat kuat dan memaksa para pendekar itu untuk mengambil jarak


Melihat hasil konfrontasi dimana mereka harus bergabung dan mengeluarkan jurus terkuat mereka untuk menghadapi satu serangan Zhou Yu, para pendekar itu menarik nafas dingin


“Kekuatan yang sangat menakutkan, bagaimana bisa ada orang yang memiliki kekuatan sebesar ini ?” Salah seorang pendekar tidak bisa menahan diri untuk berseru setelah tabrakan tersebut


“Benar. Seperti kata pepatah, kita tidak akan tahu kedalaman sebenarnya dari sebuah sumur jika kita tidak memasukinya secara langsung. Kekuatan ini benar-benar di luar dari pada kita semua”


“Kalian benar-benar orang yang berlapang dada, menghadapi situasi seperti ini, kalian masih memiliki waktu untuk mengagumi kekuatan lawan” Salah seorang pendekar lainya tidak tahan dengan diskusi kedua pendekar tersebut


Pendekar itu kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah wanita tua yang memberikan peringatan kepada mereka sebelumnya dan bertanya dengan hati-hati


“Apa yang sebenarnya terjadi senior, kenapa dia tiba-tiba menyerang kita semua dan siapa Anda sebenarnya ?”


Mendengar pertanyaan tersebut, para pendekar di sekitarnya berhenti bicara dan menajamkan telinga mereka


Pertanyaan pertama dan kedua jelas membuat mereka penasaran sekaligus khawatir sementara pertanyaan terakhir juga menggelitik hati mereka


Meskipun pemandangan tabrakan tadi sangat kacau, namun mereka masih dapat melihat bahwa serangan mereka tidak benar-benar menghapus sepenuhnya serangan yang di lepaskan Zhou Yu


Tetapi serangan wanita tua itulah yang menghancurkannya sehingga mereka tidak terluka


Apalagi wanita tua tersebut bisa terbang di udara yang menunjukkan bahwa wanita tua tersebut adalah Pendekar Suci Gerbang Kedelapan yang setara dengan para dewa yang berada di puncak dunia persilatan


Sementara itu, menghadapi rasa penasaran para pendekar tersebut, wanita tua itu hanya melirik dan membalas


“Aku tidak memiliki jawaban untuk semua pertanyaan kalian, tapi yang pasti kalian akan menghadapi momen paling berbahaya dalam hidup kalian, jadi bersiaplah”


Sementara itu disisi “Zhou Yu”, setelah tabrakan besar tadi, ia tidak kembali menyerang tetapi justru menatap ke arah wanita tua tadi dengan tatapan tertarik


“Menarik, aku tidak menduga ada orang sepertimu di dunia ini”


Wanita tua tersebut menaikkan alisnya dan bertanya “Apa kau mengenaliku ?”


“Jiwamu jauh lebih terang dari pada manusia pada umumnya, aku bahkan sempat berpikir kau telah menjadi Putra Takdir dan menggantikan anak ini” “Zhou Yu” menjawab sambil menyipitkan matanya


Mendengar hal itu, wanita tua tersebut tersenyum dan membalas “Sepertinya aku terlalu banyak berpikir”


***


“Baiklah” “Zhou Yu” berpura-pura menghela nafas dan berkata


“Sebenarnya aku sangat tertarik denganmu, terutama bagaimana kau mengetahui bahwa aku telah menguasai tubuh anak ini, tapi seperti yang kau dengar tadi, aku akan bertarung dengan anak kecil itu, jadi aku tidak punya banyak waktu”


“Jadi... apa kau siap untuk mati ?”


...