Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pedang Kehidupan


"Siluman ini..." Yun Ao kesulitan berkata-kata


Sebagai seseorang yang telah mencapai langit-langit dunia persilatan, tidak banyak hal yang dapat membuat pria tua tersebut merasa tidak berdaya, namun hari ini keberuntungan Yun Ao sepertinya tidak begitu baik karena kebetulan Ular Naga yang tengah dihadapinya menjadi salah satu di antara mereka


Tidak peduli apakah pertahanan ataupun serangan, Ular Naga yang tengah dihadapinya seperti memiliki bakat bawaan unggul untuk kedua hal tersebut yang membuat Yun Ao benar-benar kesulitan


Yun Ao kemudian menarik nafas panjang, auranya tiba-tiba melemah sebelum kemudian menghilang


Diantara pertempuran dahsyat yang tengah terjadi, Yun Ao berdiri seperti orang tua biasa tanpa kemampuan apapun


Jika ada yang memperhatikan, punggung pria tua tersebut bahkan melepaskan perasaan kesepian yang sangat dalam


Pria tua tersebut kemudian menyingkat jubahnya


Dimana terlihat sebuah pedang kayu berwarna coklat dengan sentuhan hijau dan pola rumit di antara gagangnya tersembunyi dengan cukup baik


"Zaman kita sudah lama berakhir " Yun Ao mengelus kepala pedang tersebut dengan lembut dan berkata "Jika bisa memilih, aku tidak pernah mau kembali menghunuskanmu setelah puluhan tahun berlalu "


Pria tua tersebut kemudian menghela nafas panjang dan berkata "Tapi beberapa hal memang tidak bisa kita kendalikan, karena dunia memaksa kita kembali, biarkan dunia sekali lagi menulis kisah Pendekar Naga Putih dan Pedang Kehidupannya "


Setelah mengatakan itu, Yun Ao menarik Pedang Kehidupan secara perlahan


Bersamaan dengan tindakan pria tua tersebut, Aura nya kembali meletus dan melonjak dengan liar


Saat Aura pria tua tersebut mencapai tingkat sebelumnya, Aura tersebut tidak berhenti, tapi terus meningkat ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya


Bahkan Ular Naga yang sebelumnya acuh tak acuh karena tidak merasakan ancaman yang berarti dari pria tua tersebut terlihat menjadi waspada akibat perubahan tersebut


Tepat ketika Ular Naga bersiap bergerak untuk menghentikan tindakan pria tua tersebut


Yun Ao tiba-tiba menghilang dan muncul kembali dihadapannya sambil mengayunkan pedang


Niat pedang yang sangat menakutkan meletus dari pedang tersebut dan meluncur menuju Ular Naga dihadapannya


Ular Naga terlambat bereaksi, namun meskipun demikian, siluman tersebut tidak terlihat panik


Meskipun Aura Yun Ao mengalami perubahan yang mengejutkan, namun siluman tersebut masih sangat percaya diri dengan pertahanannya, sehingga ketika mengetahui bahwa dirinya tidak memiliki kesempatan untuk menghindar


Ular Naga tetap tenang dan bersiap menerima serangan tersebut dengan tubuhnya


Namun diluar dugaan Ular Naga tersebut, saat Niat Pedang Yun Ao menghantam tubuhnya


Niat Pedang tersebut tidak hancur ataupun menghilang, tetapi justru meluncur mulus menuju tubuhnya sebelum menghancurkan sisik dan melukai dagingnya


Ular Naga kemudian menjerit keras bersamaan dengan darah yang keluar seperti air mancur dari tubuhnya


Namun meskipun demikian, Yun Ao seolah belum puas dengan hal tersebut dan kembali mengayunkan pedangnya ke arah leher siluman tersebut


Tapi meskipun dalam keadaan kesakitan, ketika Niat Pedang Yun Ao meluncur ke arah leher Ular Naga


Naluri siluman tersebut merasakan bahaya yang sangat fatal, sehingga memaksa Ular Naga tersebut bergerak


***


"Aura ini..." Wu Liang tertegun dan berkata sambil melirik ke satu arah "Pedang Kehidupan "


Bukan hanya Wu Liang, tindakan Yun Ao juga menarik perhatian dewa lainnya


Sebagai pendekar dengan status yang sama, mereka sangat mengenal baik satu sama lain


Bahkan jauh sebelum mereka mendapatkan gelar dewa, Wu Liang dan pendekar Aliran Hitam lainnya sering bertarung dengan Yun Ao


Namun karena bakat dan kekuatan mereka setara, pertarungan tersebut tidak pernah mencapai tingkat hidup dan mati


Paling banyak salah satu pihak di antara mereka menderita kerugian yang memaksa pihak tersebut untuk mundur


Dan sebagai pedang yang menemani Yun Ao selama bertahun-tahun


Mereka tentunya juga mengetahui tentang Pedang Kehidupan dan kengeriannya


Menurut rumor, pedang tersebut terbuat dari kayu khusus yang berasal dari Pohon Dunia dalam legenda


Karena kekhususannya, pedang tersebut diyakini memiliki daya magis yang sangat besar, yakni memulihkan stamina dan tenaga dalam penggunanya


Dengan daya magis tersebut, penggunanya tidak akan pernah merasakan kelelahan apalagi kehabisan tenaga dalam saat pertarungan terjadi


Namun karena bakat Yun Ao sangat tinggi, tenaga dalam serta stamina pria tua tersebut sangat luar biasa dan berada di atas rata-rata, sehingga meskipun banyak yang mencoba menantang atau bahkan merebut Pedang Kehidupan dari tangannya sebelum ia mencapai tingkat Pendekar Suci


Para pendekar tersebut gagal memaksa Yun Ao sampai ke titik kehabisan tenaga dalam untuk sekedar membuktikan rumor Pedang Kehidupan ataupun merebutnya


Setelah pria tua tersebut mencapai tingkat Pendekar Suci, pembuktian rumor tersebut semakin sulit dilakukan karena Yun Ao terlalu kuat


Bahkan ketika senior yang sudah bertahun-tahun berada di tingkat Pendekar Suci akhirnya bisa ikut campur dan terlibat dalam perebutan Pedang Kehidupan


Sebagian besar pendekar tersebut gagal memaksa Yun Ao mencabut pedangnya, sehingga membuat daya magis Pedang Kehidupan semakin tidak pasti


Karena ketidakpastian tersebut, banyak pendekar mulai meragukan rumor tersebut dan berpikir bahwa hal tersebut hanyalah karangan yang diciptakan Yun Ao


Namun meskipun demikian, masih banyak pendekar yang percaya tentang kehebatan pedang tersebut dan berharap salah satu tokoh dunia persilatan yang pernah memaksa Yun Ao ke titik paling lemah memberikan konfirmasi


Akan tetapi terlepas dari harapan begitu banyak pendekar, tokoh-tokoh besar tersebut memilih bungkam


Bahkan Wu Liang sendiri yang statusnya sebagai musuh dan menjadi salah satu di antara beberapa orang yang berhasil menyudutkan Yun Ao tidak pernah mengatakan apapun tentang Pedang Kehidupan, sehingga membuat daya magis Pedang Kehidupan tetap menjadi misteri sampai sekarang


***


"Karena Pedang Kehidupan sudah muncul, bagaimana mungkin aku tetap menahan diri ?!" Wu Liang bergumam sambil mengibaskan jubahnya dan mengambil tongkat berwarna hitam gelap dari balik pakaiannya


...