Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Tidak Mau Berbagi


Ledakan


Tikus Hitam dan kedua pria paruh baya terlempar sejauh belasan meter sebelum tersungkur ke tanah


Disisi lain, Yan Tian menatap ketiga pria paruh baya tersebut dengan tenang


Melihat ketiga pria paruh baya tersebut tidak lagi bergerak setelah tersungkur


Yan Tian kemudian berkata dengan nada heran "Apakah hanya sebesar ini kemampuan kalian ? sungguh mengecewakan "


"Kurang ajar " Tikus Hitam mendengus dan berusaha kembali berdiri


Namun saat tubuhnya bergerak, rasa sakit yang tidak tertahankan menyerangnya sehingga membuat pria paruh baya tersebut mengeluh dan kembali tersungkur


Melihat hal tersebut, Yan Tian menggelengkan kepalanya dan berjalan selangkah demi selangkah ke arah ketiga pria paruh baya tersebut


"Sepertinya kalian tidak bisa bertarung lagi, kalo begitu aku akhiri saja disini " Yan Tian berkata sambil mengangkat tangannya


Namun tepat ketika pria paruh baya tersebut berniat melemparkan serangannya


Sebuah sosok tiba-tiba muncul dihadapannya sambil melakukan serangan


Melihat serangan tersebut, Yan Tian segera membelokkan serangannya ke arah pihak lain


Kedua serangan bertabrakan sehingga menciptakan gelombang kejut yang cukup besar


Dan secara mengejutkan, Yan Tian terdorong mundur selama belasan meter sebelum berhasil menstabilkan dirinya


Merasakan perasaan mati rasa dari tangannya, Yan Tian menarik nafas dan melirik ke arah sosok tadi


Disisi lain, setelah berhasil memaksa Yan Tian mundur. Sosok tersebut tidak kembali menyerang tetapi memilih berdiam diri di posisinya


Sosok tersebut kemudian melirik ke arah ketiga pria paruh baya yang tergeletak di tanah dan berkata "Tikus Hitam adalah salah satu muridku yang paling menonjol, mampu membuatnya sampai seperti ini, kau mempunyai beberapa kemampuan anak muda "


"Muridmu ?" Yan Tian menaikan alisnya dan melihat pria tua dihadapannya dari atas kebawah sebelum berkata "Itu artinya kau adalah Tikus Perak"


Mendengar pernyataan itu, pria tua tersebut langsung terdiam selama beberapa saat sebelum berkata "Kau tahu banyak anak muda "


"Untuk orang-orang seperti kalian, aku harus tahu setiap detail " Yan Tian membalas dengan tenang


Pria tua tersebut mengangguk setuju dan berkata "Muda, berbakat dan yang paling penting sangat berhati-hati. kau mempunyai kualifikasi yang memenuhi syarat untuk bergabung dengan kami, apa kau pernah memikirkannya anak muda ?"


"Tidak. apakah kau ingin tahu alasannya ?"


Pria tua tersebut menaikan alisnya dan bertanya "Apa itu ? "


"Sangat sederhana " Yan Tian tersenyum dan menjawab "Itu karena aku tidak melihat sesuatu yang luar biasa dari kalian. Sejauh ini, aku hanya melihat para pendekar sampah seperti yang ada dibelakangmu. Dan itu masih jauh dari yang dirumorkan tentang kalian "


"Karena itu, jika kau berniat mengundangku, tunjukkan orang-orang layak yang sesuai dengan rumor kalian, mungkin aku akan sedikit tergerak " Sambung Yan Tian dengan tenang


Disisi lain, pria tua tersebut terdiam selama beberapa saat sebelum berkata "Kau cukup arogan anak muda. Sayang sekali bahkan setelah kau mengetahui begitu banyak, aku tidak bisa membunuhmu sekarang "


"Aku tahu itu, tapi aku tidak akan berterima kasih "


Pria tua tersebut mendengus dan berbalik ke arah Tikus Hitam


"Guru..." Tikus Hitam berkata dengan susah payah


Disisi lain, Tikus Perak melirik penampilan muridnya itu sebelum berkata "Kau telah mengecewakanku Hitam. Setelah tiba di organisasi, aku harus mendidikmu dengan benar "


Mendengar pernyataan tersebut, mata Tikus Hitam menunjukkan warna ketakutan


Namun meskipun demikian, pria paruh baya tersebut hanya bisa menundukkan kepala dan menjawab "Baik Guru "


"Saatnya pergi " Pria tua tersebut berkata sambil membantu Tikus Hitam berdiri


"Tunggu !"


Tikus Perak berhenti dan bertanya tanpa menoleh ke belakang "Apa kau mencoba menghentikanku anak muda ?! "


"Tidak, aku hanya akan memberitahumu satu hal bahwa Kota Kunlun bukanlah sarang tikus kalian, karena itu, tinggalkan kota ini sesegera mungkin sebelum aku membabat habis semuanya sendiri " Yan Tian menjawab dengan nada yang tidak terbantahkan


"Apa kau mengancamku anak muda ? bahkan gurumu yang menjabat sebagai Pelindung Kiri sekarang harus berteriak senior saat berhadapan denganku "


"Aku memperingatkanmu. Apakah akhirnya kau mendengar peringatanku atau tidak, pilihan ada di tanganmu " Yan Tian membalas dengan nada tenang dan tidak terpengaruh oleh momentum pihak lain


Sementara itu, Tikus Perak kembali menarik momentumnya dan berkata dengan nada rendah "Aku tidak menduga akan ada hari dimana aku tidak bisa berbuat apapun setelah di ancam oleh seorang anak kecil sepertimu "


"Pendekar Api Iblis. Aku mengingat hari ini " Sambung Tikus Perak sebelum menghilang bersama dengan Tikus Hitam


***


"Kenapa anda membiarkan orang tua itu pergi, senior ?" Cao Feng tiba-tiba muncul setelah Tikus Perak dan Tikus Hitam menghilang


Disisi lain, Yan Tian mengalihkan perhatiannya ke arah pemuda tersebut dan berkata "Aku bukan tandingannya sekarang. Meskipun aku bisa menahannya sampai bala bantuan datang, tapi itu tidak layak dalam situasi saat ini "


"Penduduk kota butuh ketenangan pikiran " Sambung pria paruh baya tersebut sambil melirik sekelilingnya


Meskipun lokasi ini kosong dan para penduduk disekitar yang mendengar suara ledakan tadi tidak berani keluar


Namun ia menduga keesokan pagi setelah para penduduk melewati tempat ini dan melihat bekas pertempuran


Berita tentang pertempuran yang terjadi hari ini pasti akan menyebar ke seluruh penjuru Kota Kunlun


Dalam situasi dimana berita tentang kehancuran demi kehancuran sebuah sekte dan juga kota terus bermunculan di Kekaisaran Song, jika skala pertempuran tersebut terlalu besar, maka pasti akan menimbulkan kepanikan yang tidak kecil di antara para penduduk kota


Karena itu, untuk menghindari hal tersebut terjadi, Yan Tian lebih memilih melepaskan Tikus Perak, meskipun pria tua tersebut mempunyai banyak hal yang diinginkan Sekte Gunung Kunlun


Yan Tian kemudian melirik ke arah Cao Feng. Melihat penampilan pemuda tersebut terlihat serius dan menangkap maksud dari tindakannya, Yan Tian mengangguk secara diam-diam


Yan Tian kemudian menghela nafas dan berkata "Aku tahu para orang tua itu mengirimkanmu kepadaku adalah supaya aku bisa mengajarkanmu beberapa jurus, bahkan lebih dari pada itu mereka berharap aku bisa membantumu dengan cepat mencapai tingkat yang lebih tinggi, tapi aku tidak akan melakukan itu. Apakah kau ingin tahu alasannya ?"


"Apa alasannya senior ?" Cao Feng bertanya dengan rendah hati


"Alasan pertama karena aku tidak ingin di cap sebagai salah satu gurumu. Meskipun kualifikasimu cukup memadai, aku tidak suka berbagi murid dengan siapapun " Yan Tian menjawab dengan tenang


"Lagi pula mempunyai terlalu banyak guru juga bukan hal yang baik untukmu, karena dengan perbedaan pengalaman dan jurus yang dikuasai, kau hanya akan semakin kebingungan ketika kau menghadapi suatu masalah, tapi karena sudah terlanjur, maka biarkan saja, lagi pula bukan aku yang akan kebingungan "


Cao Feng tertegun setelah mendengar pernyataan tersebut, namun sebelum ia bisa bersuara, Yan Tian kembali melanjutkan


"Alasan kedua, dibandingkan jurus ataupun petunjuk untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi, kau lebih membutuhkan seseorang untuk memberitahumu cara bersikap, terutama dengan statusmu sebagai jenius nomor satu dari Sekte Gunung Kunlun "


***


***Selamat Tahun Baru


Maaf sebelumnya karena saya tidak sempat menyiapkan kata-kata hebat untuk mengungkap perasaan saya


Tapi yang pasti, saya berterima kasih kepada teman pembaca semua karena telah menemani saya selama satu tahun terakhir dengan membaca cerita PHS


Meskipun banyak sekali kekurangan yang membuat teman pembaca merasa kecewa, tapi teman pembaca semua masih setia menunggu setiap lanjutan cerita ini yang membuat saya terharu dan merasa bahagia


Untuk itu saya ucapkan terima kasih


Adapun harapan di tahun baru ini, saya hanya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik, terutama dalam hal konsistensi supaya tidak ada lagi yang merasa kecewa atas ketidakstabilan saya


Untuk yang satu ini, mohon doa dan dukungannya ya


Dan ngomong-ngomong, ada satu lagi harapan yang sangat saya nantikan perwujudannya sesegera mungkin yakni saya berharap idola saya segera sembuh dari sakitnya dan bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasa, terutama dalam hal menulis


Saya yakin teman pembaca juga merindukan orang ini, karena dia adalah orang yang telah membuat tren novel fantasi timur terus menanjak sampai sekarang


Meskipun saat ini orangnya tengah terbaring lemah, tapi karyanya masih terus mempengaruhi dan di cintai banyak orang yang membuat saya selalu merasa kagum kepadanya


Teruntuk Kak Ron, teruntuk idola saya, teruntuk orang yang telah menginspirasi saya, terlepas kenyataan bahwa saya belum pernah bertemu dengan anda dan cukup baru mengenal anda dibandingkan sebagian besar orang


Saya harap anda segera sembuh dan bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasanya


Salam Hangat


Sagara***