Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Perang X


"Serang"


"Membunuh"


Para pendekar langsung bereaksi ketika melihat Dugu Batian dan yang lainnya kembali melanjutkan pertempuran


Teriakan demi teriakan kembali terdengar, satu persatu pendekar kembali berjatuhan dan berubah menjadi genangan darah


Tabrakan kedua pasukan sekali lagi menggetarkan medan perang


Sementara itu, ketika perang antara kedua pasukan kembali dilanjutkan


Di udara, Dugu Batian masih terus melepaskan niat pedangnya satu demi satu


Niat pedang meletus seolah tidak ada habisnya, membuat Naga Jahat dan yang lainnya sakit kepala


Meskipun tidak berhasil melukai mereka, namun niat pedang yang dilepaskan Dugu Batian membuat Naga Jahat dan yang lainnya tidak berani mendekat dengan gegabah


Hal tersebut membuat mereka sangat kesal dan juga marah


Sebagai Pendekar Suci Gerbang Kedelapan yang berada di puncak dunia persilatan, Naga Jahat dan yang lainnya sangat bangga


Karena itu, bergabung untuk menekan seorang pendekar ditingkat yang sama merupakan tindakan yang tidak tertahankan bagi mereka


Meskipun situasi tersebut diciptakan secara paksa oleh Dugu Batian yang mengeluarkan trik luar biasa secara tidak terduga, namun hal itu masih membuat mereka merasa sangat menjijikkan


Oleh sebab itu, mereka berniat menyelesaikan pertempuran dengan cara tercepat untuk membuat Dugu Batian menyadari bahwa terlepas dan trik luar biasa yang di tunjukkannya, dua kepalan tidak bisa menghadapi empat lengan


Dugu Batian tentunya menyadari hal tersebut, meskipun niat pedang yang dilatihnya sangat kuat, namun kedelapan sosok berjubah hitam bukanlah ikan teri


Menurut persepsinya, kedelapan sosok tersebut tidak lebih lemah dari pada Naga Jahat


Jika ia jatuh kedalam pengepungan mereka, bisa dipastikan bahwa situasinya akan sangat menyedihkan


Oleh karena itu, Dugu Batian kemudian mengambil langkah lain dan terus-menerus melepaskan niat pedang supaya Naga Jahat dan yang lainnya mengambil jarak


Dengan kekuatan niat pedangnya, bahkan jika targetnya berjarak ratusan meter, kerusakannya masih sangat menakutkan sehingga ia tidak khawatir tindakannya sia-sia sama sekali


Rencana Dugu Batian berjalan lancar, tidak hanya membuatnya terhindar dari pengepungan


Naga Jahat dan yang lainnya juga di buat tidak berkutik untuk sementara waktu oleh strategi tersebut


Namun meskipun demikian, Dugu Batian tidak terlihat gembira


Ia sangat menyadari bahwa situasi tersebut tidak akan bertahan lama


***


Perang terus berlanjut, teriakan kemarahan dan tidak mau terus-menerus terdengar di seluruh medan perang


Kematian berubah dari bencana tidak terduga menjadi udara yang memaksa siapapun untuk terbiasa


Ketika tabrakan demi tabrakan kedua pasukan semakin sengit


Fei Xiao Yuan menggenggam busurnya dengan erat dan menatap ke arah pertempuran antara Dugu Batian dan kelompok Naga Jahat dengan serius


Sebagai Pendekar Suci Tingkat Tinggi, ia sangat memahami bahwa hasil sebenarnya dari perang berada di tangan orang-orang seperti Dugu Batian


Meskipun tidak semua sosok seperti itu bisa membunuh ribuan orang sendirian, namun tanpa kecuali mereka bisa mengubah arus pertempuran secara sewenang-wenang


Karena itu, kepentingan pertempuran tersebut jauh lebih serius dari pada pertempuran kedua pasukan besar


Oleh sebab itu, setelah melihat Dugu Batian menghadapi sembilan Puncak Pendekar Suci sendirian, Fei Xiao Yuan tidak bisa tenang sehingga membuat perhatiannya terpecah


"Senior, tidak baik, Pasukan Aliansi jatuh ke dalam formasi lawan" Seorang pendekar berteriak cemas setelah melihat Fei Xiao Yuan tidak menanggapi perubahan formasi yang dilakukan Tikus Besar seperti biasanya


Fei Xiao Yuan terbangun dan melirik ke arah pendekar tersebut


Setelah mendengar pendekar tersebut mengulangi ucapannya


Fei Xiao Yuan kemudian melirik ke arah Tikus Besar yang berada jauh di belakang pasukan Pemerintah Surga sebelum kemudian memberi perintah


***


Ledakan...Ledakan...Ledakan


Bunyi ledakan terdengar nyaring sehingga membuat seorang pemuda bertopeng yang tengah mengendarai seekor elang di Hutan Larangan mengerutkan kening


"Dampak yang mengerikan, bahkan jika aku masih cukup jauh, aku masih bisa merasakannya dengan sangat jelas"


"Sepertinya situasinya jauh lebih serius dari pada yang aku bayangkan"


"Semoga masih belum terlambat"


Teriakan elang tiba-tiba memecah kesunyian Hutan Larangan dan gambar elang tersebut tiba-tiba buram sebelum bergerak dengan kecepatan yang sangat menakjubkan


...