
"Jika demikian berapa banyak yang harus aku bayar untuk apa yang senior katakan tadi ?" Zhou Yu bertanya sambil melepaskan pedang yang tergantung dipunggungnya dan berkata "Saat ini aku tidak memiliki banyak koin emas ditanganku, karena itu aku berniat meminta senior untuk menyimpan pedangku terlebih dahulu sebagai jaminannya "
Seolah khawatir bahwa He Riju tidak mempercayai kata-katanya, Zhou Yu berusaha meyakinkan dengan nada serius "Senior dapat yakin bahwa aku pasti akan kembali lagi dengan membawa uang sesuai dengan jumlah kesepakatan yang senior minta "
Meskipun seluruh kekayaannya terkunci di dalam Cincin Ruang
Namun Zhou Yu masih memiliki Pavilium Bayangan dan Restoran berantai yang dikelola Zhou Huya
Walaupun ia sendiri tidak yakin dengan berapa banyak jumlah koin emas yang telah dikumpulkan oleh kedua tempat tersebut karena selama ini Zhou Yu selalu menolak untuk mendengarkan ketika Zhou Huya berniat membacakan laporan keuangan dari kedua tempat tersebut
Akan tetapi Zhou Yu percaya bahwa koin emas yang telah dikumpulkan oleh kedua tempat tersebut lebih dari cukup untuk membeli informasi dari He Riju
Namun ketika Zhou Yu bersiap menyerahkan pedangnya, He Riju terlihat menggelengkan kepala dan bertanya "Apa kau memandang rendah diriku anak muda ?, sebagai seorang walikota, apa kau pikir aku kekurangan uang ? "
"Lalu apa yang senior inginkan ?" Zhou Yu bertanya sambil mengerutkan kening
He Riju tersenyum dan menjawab dengan ringan "Aku ingin kau membantuku untuk melakukan suatu hal "
Zhou Yu terdiam sejenak, kemudian bertanya dengan nada waspada "Apa yang senior ingin aku lakukan ?"
"Sangat sederhana, dengan kekuatanmu, aku yakin bukanlah masalah besar " He Riju menjawab dan menjelaskan bahwa ia memiliki keluhan dengan dua orang pendekar
Tetapi karena kekuatan kedua pendekar itu tidak kalah darinya, He Riju membutuhkan bantuan Zhou Yu untuk setidaknya menahan salah satu pendekar itu terlebih dahulu
Setelah mendengar permintaan tersebut, Zhou Yu segera menolak dengan tegas
Alasannya karena ia tidak ingin terlibat dalam konflik dan keluhan orang lain
Selain itu, ia juga tidak yakin dengan kalimat He Riju
Sebab meskipun ia tidak memiliki banyak persimpangan dengan orang-orang seperti He Riju, namun ia cukup mengerti bahwa permainan orang-orang seperti pria paruh baya itu sangat dalam dan tidak mungkin sesederhana yang dikatakannya, sehingga untuk menghindari ikut terseret ke dalam pusaran yang tidak diketahui
Zhou Yu menolak permintaannya tanpa berpikir
Setelah mendengar penolakan Zhou Yu, He Riju terlihat mengerutkan kening
He Riju menetap pemuda tersebut dan berkata dengan kalimat membujuk "Jangan terburu-buru anak muda, kau bisa memikirkannya terlebih dahulu sebelum membuat keputusan "
"Aku tetap menolak " Zhou Yu menggelengkan kepalanya dengan tegas
He Riju mengerutkan kening dan bertanya dengan suara dalam "Apa kau yakin ?"
Zhou Yu mengangguk serius yang membuat pria paruh baya tersebut diam-diam menghela nafas
Sebenarnya He Riju sadar bahwa meminta bantuan untuk mengalahkan kedua pendekar yang telah menyerangnya dengan imbalan sebuah peta dan arah adalah hal yang tidak masuk akal
Namun He Riju tidak memiliki informasi yang layak tentang Zhou Yu
Karena itu ia tidak memiliki cara untuk menarik minat Zhou Yu supaya mau membantunya, sehingga ketika pemuda bertopeng tersebut bertanya tentang arah, He Riju merasa hal ini merupakan kesempatan emas baginya
Namun sebelum He Riju bisa tertawa, Zhou Yu menolaknya tanpa ragu, sehingga membuatnya kembali merenung
Tepat ketika He Riju sedang dalam kebingungan. sebuah teriakan melengking tiba-tiba muncul dan menggema di udara, sehingga membuat He Riju terbangun dari kebingungannya
He Riju kemudian menyipitkan matanya dan melirik ke sumber suara
Di tengah gelapnya malam, terlihat sosok samar yang terbang di udara dengan kecepatan penuh
He Riju mengenali sekilas bahwa sosok yang terbang tersebut merupakan seekor elang
Elang tersebut terlihat normal, namun kecepatan sangat menakjubkan, sehingga hanya dalam beberapa saat, elang itu telah sampai dan hinggap di bahu pria paruh baya tersebut sambil menggosokkan kepalanya dengan intim
Namun meskipun elang tersebut hinggap dan bertindak intim kepadanya, Alis He Riju terlihat kencang dan wajahnya terlihat tidak tenang
Zhou Yu tidak bisa melihat kegusaran yang tertulis di wajah He Riju, namun sejak kemunculan elang tersebut, ia bisa merasakan kegelisahan yang keluar dari tubuh pria paruh baya tersebut
***