Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pria Tua dan Nelayan Tua II


"Hutan larangan ?" Pria tua tersebut bertanya sambil mengerutkan keningnya


Nelayan tua tersebut mengangguk dan menjawab "Benar, suara-suara itu berasal dari hutan larangan "


Melihat pria tua dihadapannya terdiam, nelayan tua tersebut kemudian menambahkan "Aku menduga kemunculan buaya raksasa itu juga terkait dengan suara-suara itu, karena selama bertahun-tahun aku tinggal disini, tidak pernah ada seekor pun siluman yang berani menginjakan kakinya di danau ini "


"Selain itu, ketika aku menemukan buaya raksasa itu beberapa hari yang lalu, buaya itu berniat pergi yang menandakan bahwa danau ini bukanlah tujuan utamanya "


Alis pria tua tersebut semakin berkerut setelah mendengar ucapan nelayan tua dan berkata setelah terdiam beberapa saat "Ketika anda menuju hutan larangan, apakah saudara Huo juga melihat pertempuran di sana ? bagaimana situasinya ?"


Nelayan tua tersebut mengangguk dan menjawab "Situasi di medan perang masih sama seperti yang pernah saudara Wang ceritakan kepadaku, meskipun bergabungnya para siluman ke dalam medan perang telah mengubah arus pertempuran, namun pada dasarnya ketika aliran putih dan aliran hitam bertemu satu sama lain saat bertempur melawan siluman, kedua belah pihak pasti akan saling serang dan saling tikam seperti sebelumnya "


Setelah mendengar jawaban nelayan tua, pria tua tersebut menghela nafas dan berkata "Sepertinya kedua aliran tidak akan pernah bergabung sebelum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi saat ini "


Nelayan tua mengangguk setuju dengan pernyataan pria tua tersebut


"Apakah saudara Huo bertemu dengan saudara Tao ?" Pria tua tersebut bertanya setelah keduanya terdiam beberapa saat


Nelayan tua menggelengkan kepalanya dan menjawab "Tidak, keberadaan orang itu tidak pernah jelas sama sekali, aku tidak ingin membuang waktu untuk mencarinya "


Giliran pria tua tersebut yang menyetujui pernyataan nelayan tua


Sejak kemunculan di dunia persilatan, Tao Ming adalah pendekar yang paling sulit dicari, karena selain latarbelakangnya yang tidak jelas, pendekar pemabuk tersebut tidak pernah memiliki tempat tinggal yang tetap sama sekali


"Tapi meskipun aku tidak bertemu dengan saudara Tao, aku juga menemukan sesuatu yang sangat menarik di medan perang " Nelayan tua tersebut berkata ke arah pria tua sambil tersenyum


Pria tua tersebut tertarik dan bertanya tentang apa yang ditemukan nelayan tua


Nelayan tua tersebut kemudian menceritakan bahwa ketika dirinya sedang menyelidiki suara-suara tersebut


Ia bertemu seorang pendekar muda yang sangat kuat, dimana pendekar tersebut berhasil membunuh seekor siluman berusia 1.000 tahun dalam waktu yang cukup singkat


Setelah melihat kejadian itu, nelayan tua tersebut langsung tertarik yang kemudian membuatnya menyelidiki pendekar itu


Setelah nelayan tua menyelidiki pendekar tersebut, ia mengetahui bahwa pendekar tersebut adalah seorang patriark dari sebuah sekte menengah dari kelompok aliran putih


"Menurut berita yang aku kumpulkan, pendekar itu adalah pendekar suci yang paling aktif dalam memerangi para siluman selama beberapa bulan terakhir dan berhasil menyelamatkan banyak pendekar, baik dari aliran putih maupun aliran hitam saat para pendekar itu dikepung oleh para siluman "


Setelah mengatakan itu, Nelayan tua tersebut menatap pria tua dengan tatapan penuh arti


"Apa yang ingin saudara Huo katakan ?" Pria tua tersebut tersenyum dan berkata dengan nada bercanda "Apa saudara Huo berniat menerimanya sebagai murid ?"


"Selain itu, aku terlalu malas untuk mengurus diriku sendiri, bagaimana bisa aku punya energi untuk mengurus orang lain "


"Jadi apa maksud saudara Huo ? " Pria tua tersebut tersenyum dan bertanya setelah melihat nelayan tua tersebut bersikap demikian


Nelayan tua tersebut berdehem pelan dan menjawab "Saudara Wang memiliki mata yang tajam dan kemampuan yang tinggi, meskipun anak itu tidak masuk kriteria sebagai muridku, tapi bakat anak itu benar-benar sayang untuk dilewatkan "


"Jika saudara Wang mau mencerahkan dan mengajarinya beberapa trik, mungkin anak itu akan berguna di masa depan "


Pria tua tersebut menggelengkan kepalanya sambil tersenyum setelah mendengar pertanyaan nelayan tua


Ia kemudian berkata "Jika aku tidak salah menebak, apa pendekar yang saudara Huo sebutkan adalah seseorang berjuluk Pendekar Pedang Kembar Ilusi ?"


"Bagaimana saudara Wang tahu ?" Nelayan tua tersebut bertanya dengan nada terkejut


Pria tua tersebut tertawa pelan dan menjelaskan bahwa ketenaran Pendekar Pedang Kembar Ilusi telah terdengar selama beberapa tahun terakhir di dunia persilatan, sehingga bukan hal yang aneh jika dirinya mengetahui pendekar tersebut


"Saudara Huo sudah kehilangan kontak dengan orang-orang di dunia persilatan, jadi tidak heran jika anda tidak pernah mendengar pendekar ini" pria tua tersebut mengakhiri kalimatnya sambil menatap pria tua tersebut dengan tatapan penuh arti


Seolah mengerti maksud dari tatapan mata pria tua itu, nelayan tua tersebut membuang muka dan berkata "Sejujurnya jika aku bisa memilih, aku ingin tetap tinggal disini sampai ajal menjemputku "


"Tapi sayangnya kita tidak punya pilihan " Pria tua tersebut berkata sambil menatap ke arah danau


Keduanya terdiam selama beberapa saat, seolah mengenang tahun-tahun yang dihabiskan bersama dalam bayang-bayang


Sampai nelayan tua tersebut beranjak dari tempat duduknya dan mengambil pancingan


"Mau memancing ?"


Pria tua tersebut tersenyum dan menerimanya


Kedua pria tua tersebut kemudian duduk dan memancing dengan tenang


Namun meskipun demikian, ketika pancingan keduanya beberapa kali melengkung karena mendapatkan ikan


Kedua pria tua tersebut tetap diam dan tidak menarik atau pun mengangkatnya seolah semua yang ikan yang sempat tersangkut pada pancingan mereka tidak pernah ada sama sekali


Jika saja ada yang berada didekat kedua pria tua tersebut, mereka pasti akan melihat bahwa mata kedua pria tua tersebut tertutup rapat dengan nafas yang halus, seolah keduanya tengah tertidur


...