
"Anak itu sangat menakutkan" Tetua Su berkata sambil melirik lokasi pertempuran Zhou Yu dan Kera Raksasa
Wanita cantik tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya dan berkata "Tidak heran jika sejauh ini anak buahnya cukup mengesankan "
"Tapi aku cukup penasaran, jurus apa yang mereka gunakan sebenarnya " Sambung wanita cantik tersebut sambil menatap sekelompok pendekar berpakaian polos layaknya seorang pendekar pengelana
Setelah mendapatkan perintah dari Yu Lian, wanita cantik tersebut tidak lagi terlibat pertempuran serius dan terus mengamati kelompok pendekar tersebut
Pada awalnya, wanita cantik tersebut merasa kesal, sebab sebagai seorang pendekar yang telah mencapai tingkat Pendekar Raja
Menyaksikan pertempuran sekelompok Pendekar Ahli kebawah sangat membosankan untuknya
Namun lambat laun, wanita cantik tersebut kemudian merasa tertarik, terutama ketika menyadari bahwa jurus-jurus yang digunakan kelompok pendekar tersebut sangat unik dan belum pernah terlihat di dunia persilatan sebelumnya
Dengan jurus tersebut, kelompok pendekar itu berhasil mengalahkan para Siluman Tingkat Rendah satu demi satu yang cukup mengesankan dan menarik perhatian
"Mempunyai jurus yang menakutkan, juga begitu banyak bawahan yang menguasai jurus yang unik, anak itu sama misteriusnya dengan Ming An"
****
"Hati-hati " Penatua Agung berteriak
Namun sebelum pendekar yang diperingatinya bereaksi, salah satu kaki Siluman Laba-laba menembus tubuh pendekar tersebut, sehingga membuatnya tertegun
Siluman Laba-laba kemudian menjerit dan mengangkat tubuh pendekar tersebut sebelum melemparkannya
Pendekar tersebut terlempar sejauh belasan meter sebelum jatuh ke tanah dan tidak lagi bergerak
"Saudara Bai " Para pendekar disekitarnya langsung berteriak melihat kejadian tersebut, sehingga membuat perhatian mereka terganggu
Melihat hal tersebut, Penatua Agung kemudian langsung berkata "Semuanya tetap fokus "
Namun peringatan Penatua Agung kembali terlambat karena sebuah penjepit raksasa sudah berada tepat dihadapan para pendekar tersebut sebelum mereka sempat bereaksi
Tepat ketika penjepit raksasa tersebut hampir menyentuh mereka
Sebuah anak panah menabrak penjepit raksasa tersebut, sehingga membuatnya terpental dan gagal menuntaskan misinya
Penatua Agung menghela nafas lega dan melirik ke arah Benteng Pertahanan setelah melihat kejadian tersebut
Disisi lain, pemilik penjepit raksasa tadi yang tidak lain ada seekor Kalajengking menjerit marah dan kembali melancarkan serangannya
Namun setelah kejadian tadi, konsentrasi para pendekar sudah kembali, sehingga mereka dengan cepat melompat mundur dan mengambil jarak
"Semuanya jangan sampai lengah, jangan lupa kedua siluman ini adalah Siluman Tingkat Tinggi " Penatua Agung kembali memperingatkan sambil menatap kedua siluman di depannya dengan dalam
Disisi lain, kedua Siluman Tingkat Tinggi juga tidak mengejar dan hanya berdiri di posisinya sambil membuka mulut dan sesekali mendesis
Namun tepat ketika pria tua tersebut berniat melancarkan serangannya
Seorang pendekar terlihat bergegas ke arahnya dengan tergesa-gesa
***
"Apa yang terjadi ?" Penatua Agung bertanya dengan serius ketika melihat wajah pendekar tersebut terlihat cemas
Disisi lain, pendekar tersebut menarik nafas panjang sebelum menjawab "Lapor Penatua Agung, di bagian Selatan, seekor Siluman Tingkat Menengah yang hanya selangkah lagi menjadi seekor Siluman Tingkat Tinggi sedang mengamuk dan tidak ada yang bisa menghentikannya, karena itu kami membutuhkan bala bantuan "
"Selatan ?" Penatua Agung mengerutkan keningnya dan berkata "Aku ingat Tetua Zhang dan Tetua Qi lah yang bertanggung jawab atas para pendekar disana, kemana mereka ?"
Mendengar pertanyaan tersebut, pendekar itu terlihat ragu-ragu sebelum menjawab "Siluman itu terlalu kuat, mereka berdua dikalahkan dan terluka parah sekarang "
Kerutan di dahi Penatua Agung semakin dalam setelah mendengar pernyataan tersebut
Pria tua tersebut kemudian melirik ke arah pertempuran antara dua Siluman Tingkat Tinggi dan para pemimpin Sekte Kecil yang sudah kembali terjadi
Melihat situasi di pihaknya juga dalam keadaan yang sulit, pria tua tersebut kemudian menghela nafas
Pria tua tersebut kemudian termenung dan memutar otaknya dengan kencang
Namun sebelum ia bisa menemukan jalan keluar untuk masalah tersebut
Satu lagi pendekar terlihat melesat ke arahnya dengan wajah serius
Tanpa basa-basi, pendekar tersebut kemudian langsung melaporkan situasi yang kurang lebih sama dengan pendekar sebelumnya di sisi Utara, sehingga membuat pria tua tersebut semakin sakit kepala
"Pertempuran disisi Utara adalah tanggung jawab Tetua Yuan dan Tetua Su, kemana mereka ?" Penatua Agung bertanya ke arah pendekar tersebut
Disisi lain, pendekar tersebut menundukkan kepalanya dan menjawab "Tetua Yuan saat ini sedang menghadapi Siluman itu sendirian, adapun Tetua Su. beliau mendapatkan panggilan dari Sang Dewi dan belum kembali sampai saat ini"
"Karena alasan itu, Tetua Yuan menitipkan pesan supaya Penatua Agung bisa segera mengirimkan bala bantuan ke sisi Utara karena dirinya tidak mampu menghadapi siluman itu sendirian terlalu lama " Sambung pendekar tersebut dengan hati-hati
"Ini benar-benar masalah besar " Penatua Agung bergumam setelah mendengar penjelasan pendekar tersebut
Meskipun situasi di pihak Yuan Qin terdengar lebih baik, namun siapapun bisa mengetahui bahwa situasi disana sama mendesaknya dengan situasi di sisi Selatan dan harus segera di atasi
Karena jika dibiarkan, para siluman akan mendapatkan keunggulan dari samping yang sangat merugikan mereka
Tepat ketika pria tua tersebut kebingungan dan tidak tahu bagaimana mengambil keputusan
Seorang pemuda bertopeng tiba-tiba muncul disampingnya dan berkata "Segera kirimkan bala bantuan menuju ke dua sisi itu, Penatua Agung. adapun yang disini, aku yang mengurusnya "
...
"Anak itu sangat menakutkan" Tetua Su berkata sambil melirik lokasi pertempuran Zhou Yu dan Kera Raksasa
Wanita cantik tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya dan berkata "Tidak heran jika sejauh ini anak buahnya cukup mengesankan "
"Tapi aku cukup penasaran, jurus apa yang mereka gunakan sebenarnya " Sambung wanita cantik tersebut sambil menatap sekelompok pendekar berpakaian polos layaknya seorang pendekar pengelana
Setelah mendapatkan perintah dari Yu Lian, wanita cantik tersebut tidak lagi terlibat pertempuran serius dan terus mengamati kelompok pendekar tersebut
Pada awalnya, wanita cantik tersebut merasa kesal, sebab sebagai seorang pendekar yang telah mencapai tingkat Pendekar Raja
Menyaksikan pertempuran sekelompok Pendekar Ahli kebawah sangat membosankan untuknya
Namun lambat laun, wanita cantik tersebut kemudian merasa tertarik, terutama ketika menyadari bahwa jurus-jurus yang digunakan kelompok pendekar tersebut sangat unik dan belum pernah terlihat di dunia persilatan sebelumnya
Dengan jurus tersebut, kelompok pendekar itu berhasil mengalahkan para Siluman Tingkat Rendah satu demi satu yang cukup mengesankan dan menarik perhatian
"Mempunyai jurus yang menakutkan, juga begitu banyak bawahan yang menguasai jurus yang unik, anak itu sama misteriusnya dengan Ming An"
****
"Hati-hati " Penatua Agung berteriak
Namun sebelum pendekar yang diperingatinya bereaksi, salah satu kaki Siluman Laba-laba menembus tubuh pendekar tersebut, sehingga membuatnya tertegun
Siluman Laba-laba kemudian menjerit dan mengangkat tubuh pendekar tersebut sebelum melemparkannya
Pendekar tersebut terlempar sejauh belasan meter sebelum jatuh ke tanah dan tidak lagi bergerak
"Saudara Bai " Para pendekar disekitarnya langsung berteriak melihat kejadian tersebut, sehingga membuat perhatian mereka terganggu
Melihat hal tersebut, Penatua Agung kemudian langsung berkata "Semuanya tetap fokus "
Namun peringatan Penatua Agung kembali terlambat karena sebuah penjepit raksasa sudah berada tepat dihadapan para pendekar tersebut sebelum mereka sempat bereaksi
Tepat ketika penjepit raksasa tersebut hampir menyentuh mereka
Sebuah anak panah menabrak penjepit raksasa tersebut, sehingga membuatnya terpental dan gagal menuntaskan misinya
Penatua Agung menghela nafas lega dan melirik ke arah Benteng Pertahanan setelah melihat kejadian tersebut
Disisi lain, pemilik penjepit raksasa tadi yang tidak lain ada seekor Kalajengking menjerit marah dan kembali melancarkan serangannya
Namun setelah kejadian tadi, konsentrasi para pendekar sudah kembali, sehingga mereka dengan cepat melompat mundur dan mengambil jarak
"Semuanya jangan sampai lengah, jangan lupa kedua siluman ini adalah Siluman Tingkat Tinggi " Penatua Agung kembali memperingatkan sambil menatap kedua siluman di depannya dengan dalam
Disisi lain, kedua Siluman Tingkat Tinggi juga tidak mengejar dan hanya berdiri di posisinya sambil membuka mulut dan sesekali mendesis
Namun tepat ketika pria tua tersebut berniat melancarkan serangannya
Seorang pendekar terlihat bergegas ke arahnya dengan tergesa-gesa
***
"Apa yang terjadi ?" Penatua Agung bertanya dengan serius ketika melihat wajah pendekar tersebut terlihat cemas
Disisi lain, pendekar tersebut menarik nafas panjang sebelum menjawab "Lapor Penatua Agung, di bagian Selatan, seekor Siluman Tingkat Menengah yang hanya selangkah lagi menjadi seekor Siluman Tingkat Tinggi sedang mengamuk dan tidak ada yang bisa menghentikannya, karena itu kami membutuhkan bala bantuan "
"Selatan ?" Penatua Agung mengerutkan keningnya dan berkata "Aku ingat Tetua Zhang dan Tetua Qi lah yang bertanggung jawab atas para pendekar disana, kemana mereka ?"
Mendengar pertanyaan tersebut, pendekar itu terlihat ragu-ragu sebelum menjawab "Siluman itu terlalu kuat, mereka berdua dikalahkan dan terluka parah sekarang "
Kerutan di dahi Penatua Agung semakin dalam setelah mendengar pernyataan tersebut
Pria tua tersebut kemudian melirik ke arah pertempuran antara dua Siluman Tingkat Tinggi dan para pemimpin Sekte Kecil yang sudah kembali terjadi
Melihat situasi di pihaknya juga dalam keadaan yang sulit, pria tua tersebut kemudian menghela nafas
Pria tua tersebut kemudian termenung dan memutar otaknya dengan kencang
Namun sebelum ia bisa menemukan jalan keluar untuk masalah tersebut
Satu lagi pendekar terlihat melesat ke arahnya dengan wajah serius
Tanpa basa-basi, pendekar tersebut kemudian langsung melaporkan situasi yang kurang lebih sama dengan pendekar sebelumnya di sisi Utara, sehingga membuat pria tua tersebut semakin sakit kepala
"Pertempuran disisi Utara adalah tanggung jawab Tetua Yuan dan Tetua Su, kemana mereka ?" Penatua Agung bertanya ke arah pendekar tersebut
Disisi lain, pendekar tersebut menundukkan kepalanya dan menjawab "Tetua Yuan saat ini sedang menghadapi Siluman itu sendirian, adapun Tetua Su. beliau mendapatkan panggilan dari Sang Dewi dan belum kembali sampai saat ini"
"Karena alasan itu, Tetua Yuan menitipkan pesan supaya Penatua Agung bisa segera mengirimkan bala bantuan ke sisi Utara karena dirinya tidak mampu menghadapi siluman itu sendirian terlalu lama " Sambung pendekar tersebut dengan hati-hati
"Ini benar-benar masalah besar " Penatua Agung bergumam setelah mendengar penjelasan pendekar tersebut
Meskipun situasi di pihak Yuan Qin terdengar lebih baik, namun siapapun bisa mengetahui bahwa situasi disana sama mendesaknya dengan situasi di sisi Selatan dan harus segera di atasi
Karena jika dibiarkan, para siluman akan mendapatkan keunggulan dari samping yang sangat merugikan mereka
Tepat ketika pria tua tersebut kebingungan dan tidak tahu bagaimana mengambil keputusan
Seorang pemuda bertopeng tiba-tiba muncul disampingnya dan berkata "Segera kirimkan bala bantuan menuju ke dua sisi itu, Penatua Agung. adapun yang disini, aku yang mengurusnya "
...