
Zhou Yu mengerutkan kening, ketika merasakan Aura Pembunuh tersebut
Meskipun Aura Pelindung memiliki sifat khusus, yaitu bisa memperkuat dirinya dengan menggunakan Aura Pembunuh lawan
Namun hal tersebut terjadi jika Aura Pembunuh lawan lebih lemah dari Aura Pelindung, sehingga ketika Aura Pembunuh lain yang tiba-tiba muncul dan bersatu dengan Aura Pembunuh pria tersebut, tekanan yang dilepaskan oleh Aura Pelindung pada pria tersebut secara alami menghilang
Zhou Yu menoleh ke samping, mencari sumber Aura Pembunuh tersebut
Ia kemudian melihat seorang pria yang sangat mirip dengan pendekar yang sedang dihadapinya, hanya bedanya pria yang satu ini memiliki tubuh yang lebih besar dan menggunakan golok sebagai senjatanya
Belum sempat Zhou Yu membuka suara, pria dengan golok tersebut berkata ke arah pria yang telah bertarung dengan Zhou Yu sebelumnya
"Bukankah kau terlalu tidak kompeten ? hanya menghadapi seorang bocah ingusan saja kau sudah terlihat menyedihkan, jika bukan karena ada aku, kau mungkin sudah mati berkali-kali "
Pria tersebut mendengus dan berkata dengan tidak puas "Omong kosong, kau memang selalu meremehkanku, jangan lihat penampilannya yang terlihat seperti anak kemarin sore, tapi kemampuannya benar-benar luar biasa, apalagi aura aneh yang keluar dari tubuhnya, tidak bisa di anggap remeh "
"Lemah adalah lemah, tidak perlu terlalu banyak memuntahkan kata " pria dengan golok tersebut berkata, kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Zhou Yu "Anak kecil, meskipun aku tidak ingin menggertakmu, tapi karena kau telah mengintimidasi saudara kembarku yang payah ini, kau harus membayar harganya, jika tidak, mau dibawa kemana muka kami, Pendekar Wajah Kembar "
"Pendekar Wajah Kembar ? " Zhou Yu berkata sambil menaikan alisnya "Apakah itu sebuah julukan seseorang ?"
Pria dengan golok mengangguk dan menjawab "Tentu saja julukan seseorang, kau benar-benar seorang bocah ingusan, nama besar Pendekar Wajah Kembar saja tidak tahu "
"Biar aku beritahu, kami adalah Pendekar Wajah Kembar, aku dipanggil Si Besar dan saudaraku ini dipanggil Si Kecil, kami termasuk tokoh hebat di Aliran Hitam, nama kami juga sangat hebat, anak kecil yang sedang menangis sekalipun akan terdiam dengan wajah pucat jika mendengar nama kami "
Setelah mendengar penjelasan dari pendekar dengan golok tersebut, sudut mulut Zhou Yu bergerak-gerak, ia kemudian memandang keduanya dengan tatapan aneh
Meskipun apa yang dikatakan pria dengan golok terdengar masuk akal, karena pria yang telah bertarung dengan Zhou Yu sebelumnya memang memiliki tubuh yang kurus dan pendek
Sementara pria dengan golok memiliki tubuh yang tinggi, besar dan juga kekar
Namun mendengarnya dari mulut orang yang berwajah garang dengan tubuh kekar, membuat Zhou Yu tidak bisa menahan tawa
Zhou Yu menekan tawanya dengan susah payah, kemudian berkata "Aku pikir para pendekar dari Aliran Hitam memiliki sikap yang serius dan haus darah, tapi aku tidak menduga akan bertemu pendekar yang aneh dan tak tahu malu hari ini, benar-benar membuka mata "
Zhou Yu kemudian memasang wajah serius, meskipun dari sorot matanya masih sedang menahan tawa "Baiklah, berhenti becanda, aku tidak punya waktu untuk terus bermain dengan kalian. Si Besar, Si Kecil, datanglah bersama "
"Wah, kau sangat arogan, awalnya aku akan membunuhmu tanpa rasa sakit, tapi karena kau berani mentertawakan dan meremehkan kami, aku akan mencabik-cabik tubuhmu menjadi ribuan keping" Si Besar berkata sambil melepaskan Aura Pembunuh yang lebih kuat lagi
Tapi Aura Pembunuh tersebut tidak bisa menyentuh Zhou Yu, apalagi menekannya, karena dihentikan oleh Aura Pelindung
Setelah melihat kejadian tersebut, Si Besar kemudian melesat ke arah Zhou Yu sambil mengangkat goloknya
Zhou Yu mencengkram Pedang Petir Hitam, wajahnya menjadi serius
Dari tekanan yang dikeluarkan dari tubuhnya, Zhou Yu bisa melihat bahwa kemampuan Si Besar memang lebih tinggi dari Si Kecil
Meskipun masih jauh dibawah dirinya, namun jika kedua pendekar berwajah kembar tersebut bergabung, Zhou Yu juga akan berada dibawah tekanan
Benar saja begitu, Zhou Yu bersiap menghadapi serangan Si Besar
Si Kecil ikut melesat dengan sabitnya
Zhou Yu berdecak pelan, menggeserkan tubuhnya untuk menghindari serangan Si Besar, kemudian mengayunkan pedangnya untuk menghadapi serangan Si Kecil
Si Kecil menjadi lebih pintar dari sebelumnya, alih-alih menghadapi ayunan pedang Zhou Yu
Ia memutarkan sabitnya sambil menghindari serangan tersebut
Zhou Yu terkejut, ia buru-buru melemparkan tubuhnya ke samping, namun ketika ia baru saja lolos dari serangan tersebut
Si Besar yang sebelumnya gagal, telah kembali sambil menebaskan goloknya