
"Omong kosong!!, sejak jaman kuno, pemenang adalah raja, sedangkan yang kalah adalah pecundang, setiap sejarah selalu di ubah sesuai keinginan raja, kalian bisa bermain kata-kata, tapi aku Yu Xin putra Ouyung Bing tidak akan pernah percaya " teriak Yu Xin
Niu Xingyuo menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya, ia tahu bahwa wanita di depannya itu adalah orang yang keras kepala
Tapi ia tidak menduga, ke keras kepalaannya itu mencapai titik dimana dia tidak menerima pendapat orang lain, semua usahanya ternyata sia-sia
Niu Xingyuo tidak mengatakan apapun lagi, ia berhenti menghindari setiap serangan Yu Xin dan justru melakukan serangan balik
Dalam rentang beberapa nafas, keduanya telah bertukar puluhan jurus
Dampak pertarungan keduanya ternyata meluas dan menyebabkan para pendekar yang sedang bertempur di sekitarnya berpindah untuk menghindari serangan nyasar yang mungkin terjadi
Semakin intens pertarungan mereka, semakin menunjukan celah kekuatan di antara keduanya
Tidak berselang lama, Yu Xin segera di tekan oleh Niu Xingyuo dan berada di posisi yang kurang menguntungkan
Niu Xingyuo menusukkan tombaknya ke arah jantung Yu Xin
Yu Xin merasakan bahaya yang lebih besar dari sebelumnya, ia tidak ragu, segera mengalirkan tenaga dalam untuk melindungi seluruh tubuhnya, kemudian menahan serangan tersebut dengan pisau pendeknya
Ledakan
Meskipun telah menggunakan semua kemampuannya untuk menghentikan serangan tersebut
Yu Xin masih di dorong oleh serangan tombak tersebut sejauh lima belas langkah
Yu Xin buru-buru mengalirkan tenaga dalamnya untuk menekan rasa sakit yang berasal dari organ dalamnya
Namun meskipun begitu, darah segar masih tetap bocor di sudut mulutnya
Niu Xingyuo memandang Yu Xin dengan tenang, namun sesaat kemudian ekspresinya berubah
Ia merasakan hawa dingin yang berasal dari sebelah kirinya, ia berniat menghindar, tetapi sudah terlambat
Sebuah telapak tangan yang di penuhi niat membunuh tepat mengenai bahu kirinya sehingga membuat Niu Xingyuo terlempar sejauh dua puluh meter
Untungnya sebelum serangan mengenai tubuhnya, Niu Xingyuo sempat mengalirkan tenaga dalam untuk melindungi tubuhnya sehingga ia tidak menerima luka serius
Niu Xingyuo bangkit, namun ia segera merasa bahu kirinya sedikit bergeser sehingga membuatnya mengerutkan kening
Orang yang menyerang Niu Xingyuo ternyata adalah pria berjubah hitam yang selalu berdiri di samping Yu Xin sebelumnya
Ia sebelumnya di perintahkan untuk mengatur formasi, tetapi ketika melihat ketuanya dalam bahaya, pria berjubah hitam segera meninggalkan tugasnya untuk membantu Yu Xin
Pria berjubah hitam telah berpikir dengan matang, karena jumlah pendekar yang di miliki pasukan sekte mawar hitam dua kali lebih banyak dari sekte beruang putih sehingga tanpa dirinya mengatur formasi sekalipun
Tidak akan berdampak banyak pada pertempuran, terbukti dengan pemandangan pasukan sekte beruang putih yang semakin di tekan oleh sekte mawar hitam
Niu Xingyuo menatap pria berjubah hitam dan berkata "Kau tidak pantas menjadi seorang pendekar, seseorang yang memiliki jiwa pendekar tidak pernah bersembunyi dalam kegelapan dan menyerang secara diam-diam "
Pria berjubah hitam yang sudah berdiri di samping Yu Xin dan membantunya memulihkan kondisi mencibir "Kalian pendekar dari aliran putih memang naif, untuk kemenangan, segala macam cara bisa di lakukan "
***
Tidak jauh dari tempat pertarungan Yu Xin melawan Niu Xingyuo, Luo Yenzi dan Yu Ciyeu masih terlibat pertempuran yang mengkhawatirkan
Yu Ciyeu mengayunkan pisau pendeknya ke arah perut Luo Yenzi
Luo Yenzi terlambat menghindari serangan tersebut sehingga ia terdorong lima langkah ke belakang
Meskipun pisau pendek Yu Ciyeu berhasil mengenai Luo Yenzi, tetapi tidak berhasil melukainya sama sekali
Karena selain serangan tersebut mengenai pelindung tenaga dalam Luo Yenzi
Luo Yenzi telah di mempelajari teknik pertahanan tubuh yang sangat kuat dan tubuhnya telah di tempa dengan berbagai ramuan obat, sehingga tubuh serta kulitnya memiliki kekuatan yang kokoh seperti beruang
Luo Yenzi melirik Yu Xin kemudian memandang Yu Ciyeu "Sepertinya kau telah mendidiknya menjadi seseorang yang berkarakter "
Yu Ciyeu tidak menanggapi ejekan Luo Yenzi "Hutang darah, harus di bayar dengan darah, kau harus mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu " Ia berkata dengan tenang tetapi matanya menunjukan niat membunuh tanpa batas
Luo Yenzi menggelengkan kepala, ia adalah seseorang yang memiliki kepribadian yang berapi-api, tetapi ketika menyangkut pasangan ibu dan anak ini, ia kehilangan kepribadian itu