Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Fei Xiao Yuan IV


"Apa kau meremehkan ku ?" sosok berjubah hitam tersebut bertanya dengan nada tajam sambil melirik orang yang baru saja menyelamatkannya


Meskipun orang tersebut berpakaian serba tertutup sama seperti dirinya, namun sosok berjubah hitam tersebut merasa bahwa pihak lain sedang menatapnya dengan tatapan menghina


"Kenyataannya ada didepan matamu sendiri, apakah aku harus memperjelasnya supaya kau sadar ?" orang yang baru saja muncul bertanya dengan tenang


Namun ucapan tersebut membuat sosok berjubah hitam semakin kesal sehingga membuatnya menyerang orang tersebut dengan serangkaian pertanyaan


"Jadi sekarang kau merasa hebat ? lalu kemana kau sebelumnya ? bukankah kau memilih bersembunyi dibandingkan harus memasuki istana dan melakukan tugas seperti yang diperintahkan organisasi ?"


"Aku mencarinya " orang tersebut menjawab dengan singkat


Disisi lain, sosok berjubah hitam mengerutkan kening dan bertanya "Mencarinya ? apa maksudmu ?"


Orang tersebut terdiam sejenak sebelum menjawab "Aku tahu bahwa ada orang lain selain para tua bangka itu yang bisa menemukan keberadaan mu, karena itu aku berniat menemuinya dan mengulur waktu sebentar, tidak disangka orang itu juga memasuki istana bersamaan dengan kau yang berniat membunuh kaisar sambil mengibarkan bendera perang, karena itu aku dengan cepat datang menyusul mu meskipun hal itu sangat enggan aku lakukan"


Mendengar pernyataan tersebut terutama pada kalimat terakhir, sosok berjubah hitam tersebut mendengus dan membalas "Aku juga tidak berharap kau datang ke sini dan mengganggu pertempuran ku"


Sementara itu, Fei Xiao Yuan yang mendengar seluruh percakapan keduanya terlihat menaikan alis dan bertanya"Jadi kau baru saja mencari ku ?"


"Benar" sosok berjubah hitam itu mengangguk dan menjawab "Aku dengar ada seorang pemanah yang cukup hebat di kekaisaran ini dan menurut berita, bahkan pendekar pedang dari Sekte Gunung Kunlun dibuat tidak berkutik saat berhadapan dengannya"


"Sebagai seorang pendekar yang sama-sama berlatih seni memanah, aku sangat tertarik dan berharap bisa bertukar pengalaman seni memanah dengannya" sambung sosok berjubah hitam tersebut dengan nada tenang


Disisi lain, Fei Xiao Yuan melirik busur di tangan sosok berjubah hitam itu sebelum kemudian kembali berkata "Busur yang bagus, tapi sangat disayangkan digunakan untuk membunuh banyak orang yang tidak berdosa"


Mendengar pernyataan itu, sosok berjubah hitam justru tertawa kecil dan membalas "Kau benar-benar seperti yang dirumorkan"


***


'Pertempuran ini tidak bisa dilanjutkan atau istana akan ikut hancur' Fei Xiao Yuan bergumam setelah menyadari dampak pertempuran yang terjadi antara dirinya dan sosok berjubah hitam pengguna panah meluas dan lebih besar dari sebelumnya


Namun menghadapi ribuan anak panah tersebut, Fei Xiao Yuan tidak terlihat panik


Pria tua tersebut menarik tali busur dan melepaskannya kembali dengan lembut


Namun tindakan sederhana tersebut berhasil menciptakan gelombang kejut yang sangat besar dan membuat ribuan anak panah yang dilepaskan sosok berjubah hitam itu terpental dan kehilangan kekuatannya


Tidak berhenti disana, Fei Xiao Yuan kemudian menembakkan beberapa anak panah ke udara


Sosok berjubah hitam mendongkak dan menatap semua anak panah tersebut dengan alis berkerut 'Apa yang dia rencanakan ?'


Anak panah yang dilepaskan Fei Xiao Yuan kemudian mencapai titik tertingginya dan bersiap untuk turun


Namun sebelum anak panah tersebut bisa melesat ke bawah, belasan anak panah sudah terlebih dahulu menabraknya sehingga membuat anak-anak panah tersebut hancur dan meledak di udara


Namun meskipun demikian, Fei Xiao Yuan tidak menyerah dan terus melakukan hal serupa


Sosok berjubah hitam juga sepertinya sangat penasaran dengan rencana pria tua tersebut sehingga ia terus meladeni tindakan Fei Xiao Yuan dengan menembakkan anak panahnya ke langit


Ledakan demi ledakan pun terjadi di atas langit istana kekaisaran dan menarik perhatian semua orang yang berada di ibukota


Meskipun pemandangan tersebut cukup indah layaknya pesta kembang api, namun semua orang di ibukota tahu bahwa pemandangan spektakuler tersebut bukanlah hal yang bagus sehingga membuat semua mata menunjukkan tatapan khawatir


Di antara para penonton yang menatap pemandangan spektakuler tersebut


Sosok berjubah hitam yang pertama kali bertempur dengan Fei Xiao Yuan menatap ke atas langit sembari bergumam "Ini... pertempuran macam apa yang sedang mereka lakukan sebenarnya ?"


...