Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pertikaian


Setelah mendengar penjelasan pria tersebut, Zhou Yu merasakan perasaan urgensi yang sangat kuat, sehingga membuatnya buru-buru kembali manaiki Elang Putih setelah menyimpan tubuh keempat siluman ke dalam Cincin Ruang


Namun sebelum Elang Putih bisa lepas landas, He Xuan tiba-tiba berteriak "Saudaraku, bolehkah aku ikut bersamamu ?"


Zhou Yu menaikan alisnya dan bertanya "Bukankah seharusnya kau melanjutkan misimu ?"


"Awalnya aku berpikir begitu " He Xuan mengangguk dan menjawab "Tapi karena timku sudah berangkat lebih dulu, aku pikir tenagaku lebih dibutuhkan di perkemahan tim medis dari pada ikut bersama mereka "


Mendengar pernyataan pria tersebut, Zhou Yu mengangguk dan memerintahkan Elang Putih untuk kembali menurunkan badannya


Melihat hal tersebut, He Xuan buru-buru melompat ke atas punggung Elang Putih dengan cepat


***


Sementara Zhou Yu baru mendapatkan informasi tentang situasi di perkemahan tim medis


Di tempat tersebut, suasana terasa jauh lebih tegang dan tertekan dari biasanya


Karena tim pengintai yang ditugaskan untuk terus memantau pergerakan para siluman tersebut menemukan bahwa siluman-siluman tersebut mulai terlihat gelisah


Setelah mengetahui hal tersebut, kapten tim pengintai buru-buru melaporkannya kepada pemimpin pasukan dan para wakilnya


Setelah mendengar laporan tersebut, pemimpin pasukan melambaikan tangannya yang membuat kapten tim pengintai membungkuk hormat dan segera meninggalkan ruangan tersebut


Setelah kapten tim pengintai pergi, pemimpin pasukan melirik seluruh ruangan dengan wajah muram


Melihat para pendekar yang saling berbisik, seolah bersiap membuat konspirasi lagi, wajahnya terlihat semakin mendung yang membuat suasana di dalam ruangan menjadi sangat dingin


Merasakan perubahan suasana tersebut, para pendekar itu berhenti berbisik dan menatap pemimpin pasukan dengan hati-hati


"Apa yang harus kita lakukan sekarang ?" Pemimpin pasukan bertanya setelah melihat para pendekar tersebut menatapnya


Salah seorang Pendekar Raja tiba-tiba berdiri dan menjawab "Sebaiknya kita melakukan evakuasi sesegera mungkin pemimpin "


"Evakuasi ? evakuasi apa yang kau maksud ? " Pemimpin pasukan bertanya dengan nada buruk


Namun pendekar tersebut tidak terganggu dan menjawab dengan percaya diri "Kita semua harus segera meninggalkan tempat ini bersama dengan orang-orang penting seperti Dewi Obat dan yang lainnya, dengan begitu kita bisa menyelamatkan aset terpenting yang dimiliki pasukan pelindung dan tim medis "


Pendekar tersebut melirik teman-temannya sejenak sebelum kembali menatap pemimpin pasukan dan menjawab dengan lugas "Kita harus meninggalkan mereka "


Mendengar jawaban tersebut wajah pemimpin pasukan semakin tidak enak dipandang dan auranya bergerak dengan liar sehingga membuat pendekar tadi sedikit menyusut, namun tetap berdiri dengan tegak


Karena meskipun pemimpin pasukan adalah pemimpin yang diatur oleh markas pusat, namun mereka tidak mengenal satu sama lain yang membuatnya harus memberikan wajah


Apalagi sebelum mereka mendapatkan tugas untuk melindungi tim medis, mereka telah mendapatkan jaminan keselamatan dari markas pusat, sehingga membuatnya tidak takut jika pemimpin pasukan akan bertindak secara terbuka terhadapnya


Pemimpin pasukan bisa menebak apa yang ada dipikiran pendekar tersebut, namun ia tidak bermaksud melakukan apapun, karena ia sangat sadar bahwa dalam situasi saat ini, bukan waktu yang tepat untuk mengurus pendekar tersebut


Namun tepat pendekar tersebut tersenyum bangga dalam hatinya, karena pemimpin pasukan tidak berani bergerak ke arahnya


Terdengar tawa mencemooh dari barisan paling ujung yang membuatnya mengerutkan kening dan mengalihkan perhatian ke arah sumber suara


Melihat seorang pria dengan wajah tampan sedang menatapnya dengan tatapan menghina, pendekar tersebut segera bertanya dengan nada buruk "Apa yang anda tertawakan saudara Luo ? apakah ada yang lucu dengan ucapanku "


Pria yang disebut saudara Luo mengangguk dan menjawab "Semua ucapanmu terasa sangat menggelikan bagiku "


"Apa maksudmu ?" Pendekar tersebut kembali bertanya dengan suara yang sedikit meningkat


Saudara Luo terkekeh dan membalas "Bukankah seharusnya aku yang bertanya begitu ?, lagi pula sebagai seorang Pendekar Raja, apa kau tidak malu mengatakan hal seperti itu ?"


"Aku hanya berusaha untuk menyelamatkan aset terpenting yang ada di sini, apakah ada yang salah dengan rencanaku ?" Pendekar tersebut bertanya dengan tajam sambil melepaskan auranya ke arah saudara Luo


Sementara itu, saudara Luo tiba-tiba berdiri dan menjawab "Bagiku, semua rencanamu adalah sebuah kesalahan "


Setelah mengatakan itu, saudara Luo juga melepaskan aura bertarungnya ke arah pendekar tersebut yang membuat wajah pendekar itu langsung berubah


Meskipun keduanya sama-sama Pendekar Raja, kekuatan saudara Luo jelas berada jauh di atasnya


Saudara Luo tersenyum mengejek melihat penampilan pendekar tersebut


Namun wajahnya langsung berubah buruk ketika merasakan aura lain yang tiba-tiba keluar dan menahan aura miliknya sehingga membuat pendekar tadi bisa bernafas lega


...