Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Menembus Hujan


"Sampai jumpa saudara Dai " Zhou Yu berkata ke arah Dai Li yang sedang berdiri di tengah-tengah Zhou Huya dan Bayangan Hitam


Dai Li mengangguk dan menjawab "Sampai jumpa lagi, saudara Zhou, saudara Xu, aku pasti akan menyusul kalian segera "


Zhou Yu tersenyum mendengar nada tegas pemuda tersebut, ia kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Zhou Huya dan berkata "Bibi Zhou, aku pamit "


"Hati-hati Tuan Muda " Zhou Huya mengangguk dan berkata dengan nada khawatir


Zhou Yu mengangguk dan mengalihkan perhatiannya ke arah Bayangan Hitam "Senior, terima kasih untuk semuanya dan maafkan aku karena merepotkanmu lagi "


"Sudah menjadi tugasku, Tuan Muda " Bayangan Hitam mengangguk dan melirik Dai Li sebelum berkata "Aku pasti akan mengajarkan semua yang aku ketahui kepadanya sesuai dengan keinginan anda, Tuan Muda "


Zhou Yu mengangguk kemudian melompat ke atas punggung Elang Putih dan disusul Xu Wendao yang mengangguk sopan ke arah ketiganya sebelum ikut melompat ke atas punggung Elang Putih tersebut


Elang Putih berteriak keras ke arah langit, soal memberikan pertanda bahwa dirinya bersiap lepas landas


Suara elang tersebut sangat keras, sehingga bahkan hujan pun tidak bisa meredamnya


Bersamaan dengan teriakan panjang elang tersebut berakhir, Elang Putih tersebut mengepakkan sayapnya dan melesat cepat ke arah langit


***


Zhou Yu memperhatikan Xu Wendao yang berada di belakangnya, merasakan tubuh pemuda tersebut mulai bergerak tidak nyaman karena kedinginan, Zhou Yu sedikit merasa bersalah


Pemuda bertopeng tersebut kemudian membuat gerakan tangan yang sangat aneh dan bergumam pelan


"Teknik Segel~Tabir Pelindung"


Zhou Yu kemudian menempelkan tangannya pada punggung Elang Putih dan secara bersamaan, sebuah pola aneh tiba-tiba menyebar ke seluruh tubuh Elang Putih dengan tangan Zhou Yu sebagai pusatnya


Xu Wendao terkejut dengan kejadian tersebut, namun belum sempat ia bereaksi dengan kejadian aneh tersebut


Pola-pola yang diciptakan Zhou Yu tiba-tiba bersinar terang dan mengeluarkan sebuah energi transparan yang kemudian menyelimuti bagian punggung Elang Putih


Xu Wendao menatap pelindung energi di atas kepala dengan heran, karena ketika air hujan jatuh ke arahnya, air hujan tersebut akan terhalang oleh pelindung energi tersebut yang membuat dirinya tidak lagi kehujanan


Bahkan tekanan angin yang dibawa akibat kecepatan Elang Putih juga banyak berkurang yang membuat pemuda tersebut menatap ke arah Zhou Yu dengan tatapan kagum


Setelah memastikan bahwa pemuda tersebut merasa lebih baik, Zhou Yu kemudian mengalihkan perhatiannya dan berkomunikasi dengan Yang Ye melalui pikirannya


"Paman Yang, apakah ada informasi lain yang anda temukan dari dokumen yang diberikan Bibi Zhou ?"


"Tidak ada Tuan Muda " Yang Ye berkata di dalam kepalanya "Pada dasarnya hampir semua informasi yang tertulis disini sudah disebutkan oleh Nyonya Zhou "


Zhou Yu terdiam, menurut pernyataan Zhou Huya


Beberapa bulan setelah dirinya menghilang, tepat ketika perang kedua aliran semakin memanas, sehingga membuat baik aliran putih maupun hitam mengirimkan beberapa Pendekar Kaisar mereka ke medan perang


Terjadi gelombang binatang buas yang tiba-tiba muncul dan memasuki medan perang dari arah hutan larangan yang berhasil mengejutkan kedua aliran dan membuat keduanya menderita banyak kerugian


Kejadian tersebut membuat para petinggi dari kedua aliran marah sekaligus khawatir, sehingga perang kedua aliran pun dihentikan untuk sementara waktu sebelum situasi keseluruhan berhasil dikonfirmasi


Namun meskipun kedua aliran tidak berniat terlibat dalam pertempuran untuk sementara waktu, gelombang binatang buas tersebut sepertinya tidak peduli


Karena ketika kedua aliran masih beristirahat di tenda-tenda yang mereka dirikan


Gelombang binatang buas tersebut tiba-tiba kembali muncul dan menyerang mereka yang membuat kedua aliran sangat pasif


Untungnya para Pendekar Kaisar telah di kirim ke medan perang sebelumnya, sehingga meskipun mereka juga terkejut, para pendekar tersebut bereaksi cepat dan berhasil menstabilkan situasi sekaligus memukul mundur gelombang binatang buas tersebut


Namun meskipun mereka berhasil memukul mundur gelombang binatang buas tersebut dengan cukup mudah


Para pendekar dari kedua aliran tidak bisa bersantai karena keesokan harinya, gelombang binatang buas tersebut kembali muncul dan menyerang mereka dengan jumlah yang lebih besar dan lebih kuat sebab terdapat banyak siluman yang ikut serta dalam gelombang tersebut


Hal tersebut membuat para petinggi kedua aliran sakit kepala, karena pada hari berikutnya, gelombang binatang buas semakin besar dan semakin kuat, seolah para penghuni hutan larang itu memang berniat berperang dengan kedua aliran


Bahkan semakin hari, semakin banyak Siluman Tingkat Menengah dan Tinggi yang muncul sehingga memaksa kedua aliran mengirimkan para Pendekar Suci yang sebenarnya bisa dikatakan terlalu awal


Akan tetapi meskipun terlalu awal, bisa dikatakan keputusan kedua aliran untuk mengirimkan para Pendekar Suci ke medan perang merupakan keputusan yang bijak


Karena berkat keberadaan para Pendekar Suci, moral para pendekar lainnya meningkat yang membuat mereka berkali-kali berhasil memukul mundur gelombang binatang buas dan menyeret medan perang sampai ke depan pintu mereka alias berada di hutan larangan


***