Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Berangkat


Beberapa hari kemudian


Di depan Sekte Gunung Kunlun, setelah tindakan pembersihan yang dipimpin oleh Yan Tian beberapa hari sebelumnya


Halaman Sekte Gunung Kunlun kembali ramai, bahkan lebih dari sebelumnya


Dalam sekali lirikan, setidaknya 40 ribu atau lebih pendekar dari berbagai usia dan jenis kelamin yang berbeda terlihat berbaris dalam suasana tertib


Sebagai salah satu sekte utama di Aliran Putih, kekuatan Sekte Gunung Kunlun adalah yang terbesar di antara ketiga sekte utama lainnya


Dalam masa jayanya, Sekte Gunung Kunlun mempunyai 100 ribu lebih pendekar di bawah panjinya


Namun sebagai salah satu pelopor utama dalam perang kedua aliran


Para pendekar dari Sekte Gunung Kunlun diharuskan berada di barisan paling depan dalam setiap pertempuran sehingga membuat kekuatan mereka rusak parah saat menghadapi perang kedua aliran dan pertempuran melawan gelombang siluman di Hutan Terlarang


Untungnya untuk beberapa alasan, gelombang siluman yang melakukan serangan besar-besaran kepada seluruh kekuatan di wilayah Kekaisaran Song setelah mereka berhasil keluar dari Hutan Larangan, tidak melakukan penyerangan terhadap mereka yang membuat sisa kekuatan sekte tersebut bisa diselamatkan dan tetap menjadi sekte dengan jumlah murid terbanyak


Namun meskipun demikian, hal itu tidak membuat mereka merasa lega karena dalam perang kedua aliran, terutama pertempuran untuk menahan gelombang siluman keluar dari Hutan Larangan


Sekte Gunung Kunlun kehilangan banyak tulang punggung, termasuk ketua sekte mereka, Dewa Naga Putih, Yun Ao


Hal itu membuat seluruh sekte jatuh ke dalam kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya


Untungnya, wakil ketua sekte yang menjadi salah satu petinggi yang selamat bertindak cepat dan menekan kekacauan tersebut


Dengan bantuan tetua yang lainnya, wakil ketua sekte dengan cepat menenangkan hati para pendekar dan memulai pemulihan pasca perang


***


Berdiri di atas gerbang sekte sembari menghadap semua murid Sekte Gunung Kunlun, Yan Tian memiliki ekspresi yang serius


Disamping pria paruh baya tersebut, terlihat seorang pria tua dengan wajah bersahaja terlihat menatap semua pendekar dengan tenang, tidak ada aura ataupun fitur khusus dari pria tua tersebut


Bahkan penampilannya sangat biasa sehingga ketika di lemparkan ke kerumunan, akan sangat sulit untuk menemukan keberadaannya


Namun meskipun demikian, semua murid, termasuk Yan Tian dan semua tetua yang hadir menatapnya dengan hormat


Pria tua itu bernama Dugu Batian dan ia juga mempunyai identitas lain yakni Wakil Ketua Sekte Gunung Kunlun


Meskipun tidak setenar Dewa Naga Putih saat ini, tidak ada yang berani meremehkan pria tua tersebut karena pada tahun-tahun awalnya menginjakkan kaki ke dunia persilatan


Momentum pria tua tersebut bahkan lebih menakutkan dari pada Dewa Naga Putih


Jika bukan karena suatu alasan yang membuat pria tua tersebut berhenti berkeliaran di dunia persilatan dan memutuskan menutup diri di dalam sekte, kemungkinan besar prestasinya tidak akan kalah dari Dewa Naga Putih dan dewa-dewa lainnya


Dugu Batian melirik sekelilingnya, ia juga melirik para tetua yang berdiri di tembok sekte sebelum tatapannya jatuh ke arah Yan Tian yang berdiri di sampingnya


"Anda melakukan pekerjaan dengan baik, Tetua Yan"


"Aku hanya mengikuti instruksi wakil ketua" Yan Tian menjawab dengan hormat


Dugu Batian menggelengkan kepalanya dan langsung mengalihkan topik "Ngomong-ngomong soal apa yang anda sebutkan sebelumnya, aku sudah memikirkannya"


Setelah menyadari mentalitas muridnya yang selalu stabil tiba-tiba jatuh


Yan Tian langsung melakukan penyelidikan dan seperti dugaannya, hampir semua pendekar berpikir bahwa mereka tidak akan bisa mengalahkan Pemerintah Surga


Setelah mengetahui hal itu, Yan Tian segera melaporkan penemuannya dalam rapat yang di pimpin Dugu Batian


Namun setelah mendengar penemuan tersebut, Dugu Batian dan tetua yang lain tidak menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut sehingga masalah itu di tangguhkan untuk sementara waktu


"Apakah wakil ketua mempunyai solusi ?" Yan Tian bertanya dengan serius


Disisi lain, Dugu Batian tidak mengakui dan malah berkata "Anda mengatakan bahwa kemungkinan besar mentalitas ini tidak hanya terjadi di dalam sekte kita melainkan hampir seluruh dunia persilatan, jika bukan karena mereka juga tidak mau dan tidak mempunyai pilihan, kemungkinan besar para pendekar enggan berperang dengan Pemerintah Surga yang sangat misterius"


Sementara itu, Dugu Batian mengalihkan perhatiannya ke arah barisan padat murid Sekte Gunung Kunlun sembari berkata


"Jika hal itu benar, satu-satunya cara membuat mentalitas mereka bangkit adalah memberi tahu mereka bahwa kita tidak lebih lemah dari Pemerintah Surga"


"Maksud anda..." Yan Tian terlihat kebingungan


Dugu Batian tersenyum dan menjelaskan "Aku berniat untuk memerintahkan semua pendekar untuk menjadi pria sembrono, tidak ada pengekangan, tidak ada rencana ataupun strategi, dengan begitu kekacauan akan terjadi, dalam kekacauan itu, mereka akan menemukan bahwa pada dasarnya Pemerintah Surga tidak sekuat yang mereka pikirkan"


"Ini..." Yan Tian terdiam sebelum membalas "Tapi bagaimana jika rencana itu gagal ? mentalitas yang mereka miliki saat ini akan membuat efektivitas pertempuran mereka menurun"


Dugu Batian tidak terganggu dan menjawab "Bahkan seekor kelinci akan menggigit ketika mereka terpojok. ketakutan hanya sekali, selama ada dorongan yang cukup, ketakutan akan menjadi kekuatan"


"Tapi hal itu hanya rencanaku, aku tidak yakin apakah yang lainnya akan setuju dengan rencana ini"


Dugu Batian kemudian menghela nafas dan berkata "Lagi pula aku yakin kita tidak akan kalah, jika mereka mengaku sebagai organisasi yang sangat tua, dunia persilatan jelas jauh lebih tua dari para mereka, jadi apakah yang lainnya setuju atau tidak, itu tidak akan menjadi masalah"


Yan Tian terdiam setelah mendengar pernyataan tersebut


Tepat ketika pria paruh baya tersebut jatuh ke dalam perenungan, sebuah kilat dan suara guntur tiba-tiba muncul sehingga membuat Yan Tian dan yang lainnya terkejut


"Metode yang menarik, cukup mendominasi" Dugu Batian tersenyum melihat hal tersebut


Disisi lain, Yan Tian jelas jauh lebih serius "Jika aku tidak salah, arah itu adalah tanah tandus yang terbentuk akibat perang kita melawan Aliran Hitam"


"Tetua Yan benar" Dugu Batian mengangguk setuju "Hawa kematian di sana cukup tebal, lokasinya juga sangat cocok untuk pertempuran langsung, sepertinya Pemerintah Surga sangat percaya diri dalam hal ini"


"Karena lokasi pertempuran sudah diputuskan, tidak perlu menunda lagi, saatnya berangkat" Dugu Batian berkata dengan tenang seolah mereka bukan berniat berperang melainkan bertamasya


Yan Tian melirik pria tua tersebut selama beberapa saat sebelum kemudian mengangguk dan memerintahkan semua murid Sekte Gunung Kunlun untuk bergerak


Menggunakan ilmu meringankan tubuh yang mereka miliki, Dugu Batian serta Yan Tian dan tetua yang lainnya segera melompat ke barisan paling depan dan memimpin pergerakan


***


Sekte Pedang Suci


"Aku tidak menduga mereka akan memilih tempat itu, sangat merepotkan" seorang pria tua bergumam dan memerintahkan para pendekar yang berbaris padat di depannya untuk bergerak


***


Sekte Tombak Petir


"Setelah membuat kita kerepotan, sepertinya Pemerintah Surga berusaha membuat kita menjadi orang yang suka mengenang, itu sangat menarik" seorang wanita tua dengan trisula di tangannya berkata datar dan memerintahkan semua murid yang menatapnya dengan hormat untuk bergerak


***


Kuil Shaolin


"Amitabha, yang harusnya terjadi pada akhirnya terjadi" seorang biksu tua yang tengah duduk tiba-tiba membuka matanya dengan cahaya yang tidak tertandingi


Bersamaan dengan itu, para biksu yang berada di depannya ikut membuka mata


***


Tidak hanya keempat sekte utama, semua aliansi kecil yang dibentuk oleh beberapa sekte segera berangkat setelah melihat kilat dan guntur yang tiba-tiba muncul di atas langit


Pergerakan tersebut sangat besar sehingga membuat orang biasa menjadi panik dan orang-orang yang tidak terlibat merasa khawatir


Namun meskipun demikian, tidak ada yang bisa menghentikan gerakan tersebut sehingga setiap orang yang melihat pergerakan itu hanya bisa menghela nafas


...