
Kota Kosong
Di dalam sebuah kedai, terlihat dua orang pria tua tengah duduk dengan belasan botol arak yang berada di atas mejanya
Salah satunya terlihat seperti biksu pengembara, sementara yang lainnya terlihat seperti pemabuk jalanan pada umumnya
Namun meskipun penampilan keduanya terlihat sangat berbeda, kedua pria tua tersebut terlihat akur dan harmonis
Hal itu terlihat ketika pria tua yang berpenampilan seperti pemabuk jalanan terlihat meminum arak dengan sedikit berisik oleh suara sendawanya
Biksu pengembara tidak terlihat terganggu dan tetap menjadi penonton setia pemabuk jalanan tersebut
"Saudara Wu, apa kau yakin tidak mau mencobanya ?" Pemabuk tersebut mengangkat botol araknya dan berkata "Hidup itu hanya sekali, jangan terlalu serius menjalaninya"
"Amitabha " Wu Zikai tersenyum dan menggelengkan kepalanya sebelum berkata "Aku sudah terlalu tua, takutnya saat arak itu memasuki tubuhku, aku mungkin akan merepotkan saudara Tao selanjutnya "
Mendengar pernyataan tersebut, Tao Ming menggelengkan kepalanya, namun tidak melanjutkan
Tepat ketika keheningan mulai menyelimuti kedai tersebut
Tao Ming yang sebelumnya terlihat mabuk tiba-tiba tersadar dan melirik ke satu arah
Pria tua tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Wu Zikai dan bertanya "Apakah anda merasakannya, saudara Wu ?"
"Aku merasa seseorang baru saja menatap kita dari jauh" Wu Zikai mengangguk dan berkata dengan ragu "Tapi aku tidak bisa merasakan keberadaan orang itu sama sekali"
"Orang itu tidak berada di sekitar sini " Tao Ming melirik keluar jendela dan berkata "Aku bahkan ragu orang itu menatap kita sebelumnya "
Wu Zikai terdiam sejenak sebelum berkata dengan serius "Jika demikian, bukankah pemilik tatapan tadi terlalu menakutkan ?"
Tao Ming tidak menjawab, namun tatapan terlihat semakin dalam
***
Ledakan
Keempat pendekar berjubah hitam terlempar sejauh belasan meter sebelum berhenti dan memuntahkan seteguk darah
Disisi lain, setelah berhasil mendaratkan serangannya dengan telak, Zhou Yu tidak mengejar dan menatap keempatnya dengan tenang sebelum berkata
"Katakan dengan jujur kenapa kalian menyerangku ?"
"Aku hanya membutuhkan satu orang, jika salah satu dari kalian bisa menjawab pertanyaanku, aku akan mengampuni nyawa orang itu "
"Kami tidak butuh belas kasihmu " Salah seorang pendekar berkata sambil meludah
Namun sebelum kalimat tersebut sepenuhnya kering, seorang pendekar yang tidak jauh dari pendekar yang tadi berbicara tiba-tiba mengangkat tangan dan berkata "Aku akan memberitahumu "
"Kau..."Pendekar tadi tertegun dan menatap temannya dengan marah
Bukan hanya pendekar tersebut, dua temannya juga menatap pendekar yang tadi berbicara dengan tatapan tidak percaya
Namun menghadapi keterkejutan ketiga temannya, pendekar tersebut terlihat acuh tak acuh
Sementara itu, Zhou Yu menatap pendekar tersebut dengan penuh minat sebelum tiba-tiba melesat sambil mengayunkan pedangnya
***
"Sekarang katakan kenapa kalian menyerangku? " Zhou Yu bertanya dengan nada rendah
Sementara itu, Pendekar tersebut tidak langsung menjawab tapi justru terlebih dahulu melirik ketiga teman yang sudah tidak bernyawa sebelum mengembalikan perhatiannya
Namun tepat ketika tatapan pendekar tersebut menyentuh mata Zhou Yu
Pendekar tersebut langsung tertegun sebelum matanya tiba-tiba berubah putih dan mulutnya mengeluarkan busa yang sangat banyak
Tubuh pendekar tersebut kemudian bergetar hebat sebelum merosot ke tanah
Disisi lain, setelah tatapannya bersentuhan dengan mata pendekar tadi, Zhou Yu terlihat mematung
Matanya terlihat semakin bersinar terang dan tenaga dalam mengalir secara tidak normal menuju matanya tersebut
Tepat ketika cahaya yang bersinar di kedalaman mata pemuda bertopeng tersebut hampir keluar
Pedang Raja Harimau Emas yang berada di dalam genggamannya tiba-tiba bergetar dan mengeluarkan cahaya berwarna emas yang mempengaruhi sekitarnya
Cahaya emas tersebut meluas sampai puluhan meter sebelum tiba-tiba menghilang bersamaan dengan sosok Zhou Yu yang tidak lagi terlihat di tempat sebelumnya
...