Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Kerjasama


He Xuan menarik kembali tangannya dari tubuh siluman berwujud domba yang baru saja ia bunuh


Pria tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah pemuda yang sedang berusaha menstabilkan nafasnya yang agak berat sambil berkata "Kerja bagus, saudara Xu "


Xu Wendao melirik sambil mengangguk, namun tidak mengatakan apapun dan terus fokus menstabilkan pernapasannya


Setelah turun dari punggung Elang Putih, keduanya ikut terlibat dalam pertempuran melawan para siluman yang memasuki perkemahan


Meskipun kekuatan Xu Wendao tidak cukup untuk berhadapan satu lawan satu dengan siluman yang ada


Namun berkat kerjasama yang cukup baik antara dirinya dan He Xuan membuat keduanya berhasil membunuh tidak kurang dari tiga ekor Siluman Tingkat Rendah


Ketika keduanya masih menikmati keberhasilan mereka


Tanah di bawah kaki mereka tiba-tiba bergetar hebat yang membuat keduanya segera kembali waspada dan melirik ke sumber getaran


Namun ketika tatapan mereka menyapu pelaku utamanya, kedua pria tersebut langsung tercengang karena melihat seekor kera raksasa berwarna emas sedang berlari ke arah mereka dengan wajah ganas


"Saudara Xu, menghindar !" He Xuan bereaksi cepat dengan melompat dan meninggalkan posisinya


Xu Wendao juga tidak kalah cepat, ia segera menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk berlari ke arah yang berlawanan dengan He Xuan, sehingga membuat Kera Emas tersebut kesulitan menemukan target serangan


Namun meskipun selamat dari bahaya, jantung keduanya berdebar kencang seolah siap melompat kapan saja, karena serangan Kera Emas tersebut sangat dekat dengan mereka


Jika bukan karena mereka menemukan serangan Kera Emas lebih awal dan sedikit keberuntungan pada saat pelarian


Keduanya berpikir bahwa mungkin mereka sudah terluka parah akibat terkena serangan mengancam jiwa dari kera tersebut


Kera Emas memukul dadanya dengan marah karena kehilangan targetnya


Namun tepat ketika siluman tersebut berniat kembali melakukan serangan


Sebuah pukulan dengan kekuatan yang sangat besar menghantamnya dengan telak, sehingga membuat tubuh Kera Emas tersebut melengkung seperti seekor udang dan terlempar sejauh sepuluh meter


Pemimpin pasukan mendengus dan berkata ke arah Kera Emas yang berusaha bangun "Setelah membuatku marah, apa kau pikir bisa melarikan diri begitu saja ?!"


Pemimpin pasukan kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah target Kera Emas sebelumnya


Namun ketika tatapannya menyapu ke arah He Xuan, pemimpin pasukan mengerutkan keningnya dan bertanya "Xiao Hu, apakah itu engkau ?"


He Xuan mengangguk dan menjawab "Ini aku pemimpin "


"Sepertinya keberuntunganmu cukup besar anak muda" Pemimpin pasukan tersenyum sebelum menaikan alisnya dan bertanya "Tapi kenapa kau disini ? bukankah seharusnya kau dalam perjalanan menuju pasukan garis depan ?"


Melihat bahwa pemimpin pasukan tidak menyalahkannya karena tidak melanjutkan misi, He Xuan diam-diam menghela nafas lega dan menjawab


"Ceritanya panjang pemimpin. tapi anda tidak perlu khawatir, karena saat ini timku sedang bergerak menuju pasukan garis depan sesuai dengan perintah, jika tidak ada kecelakaan, paling lama mereka akan sampai ke sana dalam dua hari "


Pemimpin pasukan mengangguk, meskipun tidak berharap banyak dengan tim yang di maksud He Xuan, karena ia sendiri tidak percaya diri bisa mempertahankan perkemahan dalam dua hari ke depan


"Aku ingin mendengar ceritamu dengan jelas, tapi sebelum itu, biarkan aku menyelesaikan siluman ini terlebih dahulu " Pemimpin pasukan berkata ke arah He Xuan sebelum melesat dan menyerang kembali Kera Emas yang berlari ke arahnya


He Xuan mengangguk dan menjawab "Baik pemimpin "


***


Xu Wendao menyaksikan proses percakapan antara pemimpin pasukan dan He Xuan


Ketika mendengar pemimpin pasukan memanggil He Xuan dengan marga Hu dan bukan He seperti yang seharusnya


Pemuda tersebut menaikan alisnya dengan bingung


Tapi sayangnya Xu Wendao hanyalah anak pedesaan yang tidak tahu arti marga Hu yang dimaksud pemimpin pasukan, sehingga meskipun ia mendengar percakapan tersebut, ia tidak tahu arti dan perbedaan kedua marga sama sekali


...