Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pertempuran XVIII


“Apa yang dia lakukan ? apakah dia baru saja menyedot seorang Pendekar Suci sampai kering ?”


Nie Yunhai yang baru kembali bergabung ke dalam medan pertempuran tercengang dengan aksi yang di lakukan Zhou Yu


Tidak hanya pria tua tersebut, bahkan Wang Xiang Dao yang merupakan pendekar paling berpengalaman dan berpengetahuan luas juga terkejut dengan apa yang baru saja terjadi


Dengan pengetahuannya yang luas dan berbagai sumber yang di milikinya sekalipun


Pria tua tersebut baru pertama kali melihat fenomena dimana vitalitas seorang Pendekar Suci dikuras habis sehingga membuat Pendekar Suci tersebut hanya tersisa tulang belulang yang dibalut kulit


***


“Teknik yang sangat jahat, kau benar-benar bukan anak itu” Wang Xiang Dao berkata dengan suara dalam setelah terdiam selama beberapa saat


Mendengar pernyataan tersebut, “Zhou Yu” tersenyum dan membalas


“Kau sudah menyerang ku tanpa keraguan sedari tadi tapi kau baru benar-benar yakin dengan identitasku sekarang ? kau memang monster tua yang sangat kejam”


“Hati-hati, momentumnya bertambah setelah dia menyedot pendekar itu” Dewa Mabuk menyela percakapan keduanya sehingga membuat Wang Xiang Dao menelan kembali kata-katanya


Mendengar peringatan tersebut, alis para dewa yang lain berkerut sementara “Zhou Yu” tersenyum lebar dan berkata


“Kau menyadarinya ? padahal aku berniat menyembunyikannya beberapa saat lagi untuk memberikan kalian kejutan”


Setelah mengatakan itu, pemuda bertopeng tersebut menghilang dari tempatnya dan muncul di hadapan seorang Pendekar Suci


Melihat kemunculan pemuda bertopeng tersebut, wajah Pendekar Suci itu memucat


Namun tepat ketika “Zhou Yu” berniat mencekik pendekar tersebut dan mengulangi tindakan yang dilakukannya sebelumnya


Wang Xiang Dao dan Dewa Mabuk tiba-tiba muncul di samping pemuda bertopeng tersebut


Dewa Mabuk mengulurkan tangannya dan mencengkram pergelangan tangan pemuda bertopeng tersebut


Sementara Wang Xiang Dao melakukan tendangan ke arah perut “Zhou Yu” yang di tahan oleh pemuda bertopeng tersebut dengan menggunakan tangan yang satunya


Waktu seolah berhenti, kedua belah pihak saling menatap dengan tajam sambil bertarung dengan tenaga dalam mereka


Tabrakan tenaga dalam tersebut menciptakan medan magnet dan juga gelombang kejut yang cukup besar dan membuat Pendekar Suci yang sebelumnya menjadi target “Zhou Yu” terhempas dan terlempar cukup jauh dari posisinya


Pendekar Suci tersebut menghela nafas lega sementara “Zhou Yu” terlihat mengerutkan keningnya


Seolah merasakan pergerakan para dewa yang berniat memanfaatkan situasi


“Zhou Yu” tiba-tiba menghentakkan kakinya ke tanah sehingga menciptakan gelombang kejut yang membuat Wang Xiang Dao dan Dewa Mabuk terhempas cukup jauh


Wang Xiang Dao dan Dewa Mabuk menstabilkan tubuh mereka sementara “Zhou Yu” telah kembali bertempur dan di kepung oleh para dewa


“Sepertinya aku sudah terlalu tua, organ dalamku sekarang dengan mudah terguncang oleh tenaga dalam dari luar”


“Jangan bercanda saudara Wang, jika kau mengatakan itu, orang lain akan berpikir bahwa aku sama tuanya denganmu” Dewa Mabuk melirik pria tua tersebut sambil memegang dadanya sebelum menambahkan


“Tenaga dalam anak ini memang sangat luar biasa, aku tidak tahu bagaimana dia bisa memiliki tenaga dalam yang begitu besar di usianya yang bahkan belum menginjak 20 tahun”


***


“Kalian pikir bisa menghentikan ku ?” “Zhou Yu” tersenyum sinis setelah bertukar belasan jurus dengan para dewa


Mendengar pertanyaan tersebut, para dewa terlihat waspada


Namun apa yang tidak mereka sadari, “Zhou Yu” menggeser pertempuran secara perlahan ke arah para Pendekar Suci yang sebelumnya memasuki medan pertempuran


Ketika para dewa menyadari itu, mereka terlambat karena “Zhou Yu” telah kembali menghilang dan muncul sambil mencekik dua orang Pendekar Suci sekaligus


Kedua pendekar tersebut memucat ketakutan dan tidak bisa melawan sementara “Zhou Yu” terlihat menunjukkan senyum aneh dan membuka mulutnya


Kedua pendekar tersebut seketika berteriak keras dan meronta-ronta


Namun pegangan pemuda bertopeng tersebut terlalu kuat sehingga membuat keduanya tidak bisa lepas


Di tengah teriakan kedua pendekar tersebut, energi berwarna putih keluar dari tubuh keduanya dan memasuki mulut “Zhou Yu”


Bersamaan dengan hal itu terjadi, vitalitas kedua pendekar melemah dan tubuh mereka menyusut dengan kecepatan yang terlihat oleh mata telanjang sampai akhirnya hanya tersisa kerangka dan kulit seperti korban sebelumnya


Melihat pemandangan tersebut, kulit kepala para pendekar lainnya mati rasa dan ketakutan sementara wajah para dewa terlihat jelek


Meskipun mereka berusaha mencegah aksi pemuda bertopeng tersebut


Namun baik dari segi kecepatan ataupun kekuatan, pemuda bertopeng tersebut berada cukup jauh dari mereka sehingga membuat para pendekar bergelar dewa tersebut merasa putus asa


Apalagi dari awal “Zhou Yu” menghilang sampai menyedot kering kedua pendekar tersebut, prosesnya sangat cepat sehingga membuat para dewa tidak sempat bereaksi apalagi menyelamatkan kedua pendekar tadi


Sementara itu, setelah menelan vitalitas kedua pendekar tersebut, momentum “Zhou Yu” kembali bertambah dan aura berwarna hitam kemerahan yang menyelimuti tubuhnya terlihat semakin pekat


Merasakan peningkatan kekuatan pada tubuhnya, “Zhou Yu” tidak bisa menahan diri untuk tertawa dan berkata kepada dirinya sendiri


“Perasaan bertambah kuat sungguh luar biasa, sepertinya keputusanku benar, sebelum aku menghabisi para tua bangka itu, sebaiknya aku menghabisi gerombolan ikan teri itu terlebih dahulu untuk meningkatkan kekuatanku”


Namun tepat di tengah tawa pemuda bertopeng tersebut, sebuah niat pedang yang sangat ganas tiba-tiba muncul dan melesat ke arahnya melalui kekosongan


Melihat hal itu, untuk pertama kalinya, pupil mata pemuda bertopeng tersebut menyusut dan wajahnya terlihat lebih khusyuk


...