
Beberapa hari kemudian, di depan gerbang besar bertuliskan “Sekte Pedang Kembar”, sebuah pasukan yang di pimpin oleh seorang pria paruh baya berjubah abu-abu yang tidak lain adalah Ming An muncul dan mengejutkan anggota sekte yang ditugaskan untuk berjaga
Sebagai salah satu sekte yang berlokasi paling dekat dengan medan perang, rombongan Sekte Pedang Kembar tiba di sekte mereka lebih awal dari pada sekte-sekte lainnya
Namun meskipun demikian, tidak ada kegembiraan ataupun rasa lega di wajah para pendekar tersebut melainkan justru terlihat berat dan juga sedih
Selain karena kematian saudara-saudara mereka dalam perang, berita bencana yang disebarkan sebelum Pasukan Aliansi dibubarkan membuat mereka tidak bisa bernafas lega
Hal tersebut membuat seluruh sekte di penuhi udara tertekan tanpa adanya kegembiraan memenangkan peperangan
Melihat hal tersebut, Ming An tidak segera berbicara dan terus menatap semuanya dengan tenang
Baru setelah para pendekar yang kembali dari medan perang dan pendekar yang ditugaskan untuk melindungi sekte berhenti menangis dan saling menghibur
Ming An membuka mulutnya dan memberikan kata-kata penghiburan
Sementara itu, ketika Ming An sebagai ketua sekte berusaha menghibur anggota sektenya, Zhou Yu diam-diam meninggalkan rombongan dan kembali ke kediamannya bersama dengan Yu Lian
Dalam suasana berkabung, meskipun Zhou Yu adalah sosok mempesona yang selalu menarik perhatian sedari kecil, namun tidak ada yang memperhatikan kepergiannya dan masih mendengarkan Ming An dengan tenang
Setelah tiba di kediamannya, Zhou Yu buru-buru pamit kepada Yu Lian dan segera memasuki kamarnya
Tindakan pemuda bertopeng tersebut tidak menimbulkan gelombang terhadap Yu Lian sehingga Zhou Yu bisa kembali ke kamarnya tanpa pertanyaan
***
Zhou Yu menarik nafas dan mengibaskan tangannya, setelah kesurupan sejenak, pemuda bertopeng tersebut muncul di dalam cincin ruang
Seperti biasa, Yang Ye sebagai roh senjata dari cincin tersebut terlihat berdiri seolah menunggu kedatangannya
Namun berbeda dari biasanya, pria tua tersebut tidak sendirian karena seekor harimau emas terlihat berbaring disampingnya dengan malas
Dan tentu saja harimau tersebut adalah jelmaan dari roh senjata Pedang Raja Harimau Emas yang tidak lain adalah Wang Yuan
“Tuan muda” Yang Ye segera menyapa setelah melihat kemunculannya
“Budak tua hanya melakukan kewajibannya” Yang Ye menggelengkan kepalanya dan mundur diam-diam
Setelah bayangan roh senjata tersebut menghilang, Zhou Yu mengalihkan perhatiannya ke arah harimau emas yang tengah berbaring dan berkata “Sepertinya Anda sudah tahu aku akan datang, senior”
“Jangankan masalah sebesar ini, aku bahkan tidak akan terkejut jika kau mencariku setelah tersandung oleh batu kecil” Wang Yuan membalas sambil menguap
Zhou Yu tidak bisa menahan senyum, sebelum wajahnya kembali serius “Jadi apakah Anda siap memberiku penjelasan ?”
“Penjelasan apa yang kau maksud ?” Wang Yuan bertanya sambil menegakkan tubuhnya “Kau berbicara seolah-olah aku bersalah karena sesuatu”
Zhou Yu mengerutkan keningnya dan berkata “Anda sudah tahu segalanya sejak awal, bahkan kedatangan Kakek Wang dan para dewa sudah berada dalam gambaran anda, lalu kenapa Anda tidak memberitahukan apapun kepadaku ?”
“Apa yang harus aku beritahukan ?” Wang Yuan menatap lurus ke arah Zhou Yu dan berkata
“Apa kau ingin aku menyebutkan tentang Putra Takdir dan Putra Bencana seperti pria tua bermarga Wang itu ?”
“Atau kau ingin aku menceritakan omong kosong tentang kepahlawanan dan bagaimana Kaisar Naga menjadi penyelamat dunia ?”
“Setidaknya Anda bisa memberitahu tentang takdirku, dengan begitu mungkin aku akan lebih siap” Zhou Yu membalas
Disisi lain, Wang Yuan yang dalam wujud harimau tertawa kecil “Jika aku memberitahumu tentang takdir, apa yang akan kau persiapkan ?”
Zhou Yu terdiam dan tidak tahu bagaimana harus menjawab setelah mendengar pertanyaan Wang Yuan
Melihat ekspresi pemuda bertopeng tersebut, Wang Yuan kemudian melanjutkan
“Anak muda, dikatakan kura-kura mengetahui rahasia lautan, tapi tidak pernah berbicara kepada hiu tentang ganasnya laut dalam, bukan karena kura-kura enggan, tapi semua hal terikat oleh sebab akibatnya sendiri”
“Lagi pula, pada akhirnya hiu akan mengetahui ganasnya laut dalam tanpa perkataan kura-kura ketika arus laut dan naluri mendorongnya ke sana”
"Jadi anak muda, dibandingkan peduli tentang hal itu, aku pikir kau seharusnya lebih perhatian tentang kekuatanmu yang jauh dari cukup untuk mengalahkan teman dekatmu itu"
...