
Waktu berlalu dengan sangat cepat, hanya dalam sekejap mata, beberapa minggu kembali berlalu dan hanya menyisakan satu hari sebelum perjanjian satu tahun berakhir
Selama beberapa minggu terakhir, seluruh dunia persilatan terlihat damai dan nyaman, tanpa ada sedikitpun gejolak
Bahkan gesekan antara para pendekar yang biasa terjadi tidak pernah terlihat selama beberapa minggu terakhir yang membuat rakyat biasa di seluruh wilayah Kekaisaran Song berpikir bahwa daratan tengah memasuki masa damai yang langka
Namun bagi para pendekar yang memiliki kepekaan yang jauh lebih kuat dari pada orang biasa, fenomena tersebut adalah ketenangan sebelum badai
Dengan perasaan krisis yang semakin kuat di hati mereka membuat semua pendekar di wilayah Kekaisaran Song tidak berani mengendurkan kewaspadaan
Di tengah rasa gugup dan kegelisahan tersebut
Tepat ketika bulan berada di atas kepala dan memancarkan cahaya yang sangat indah
Sebuah cahaya berwarna merah darah tiba-tiba muncul dari suatu tempat menuju langit yang cerah dan meledak layaknya kembang api yang besar
Bersamaan dengan fenomena tersebut terjadi, sebuah aura yang sangat menakutkan meletus dari arah yang sama dan mengejutkan seluruh dunia
Aura tersebut sangat luar biasa besar karena sesaat setelah kemunculannya, semua pendekar yang peka terhadap situasi merasakan tekanan yang membuat punggung mereka berkeringat
Bahkan para Pendekar Ahli yang belum menempa tubuh mereka dan menyentuh kekuatan di luar batas manusia biasa bisa merasakan kemunculannya
Layaknya sebuah batu raksasa yang di lemparkan ke arah danau, seketika hal tersebut merusak semua ketenangan dan membuat seluruh dunia persilatan terguncang
***
Sekte Gunung Kunlun
Di sebuah tempat rahasia yang hanya di ketahui oleh beberapa tetua penting Sekte Gunung Kunlun
Dua orang pria tua terlihat duduk di depan sebuah papan catur dengan ekspresi serius
Keduanya terlihat seimbang karena permainan terlihat menemui jalan buntu yang membuat alis kedua pria tua tersebut berkerut
Tepat ketika salah satu pria tua ingin mengambil langkah dan mengangkat salah satu pionnya, gerakannya terhenti dan menatap ke satu arah
Mata pria tua tersebut memancarkan warna yang dalam seolah tatapannya bisa menembus ruang dan waktu
Sementara itu, ekspresi pria tua di seberangnya juga terlihat tidak wajar dan berkata dengan nada yang tidak biasa
"Aura yang luar biasa besar, bahkan dari jarak sejauh ini aku merasakan tekanan yang menyesakan. Aku khawatir kekuatannya saat ini beberapa kali lebih kuat dari sebelumnya"
"Itu benar, sepertinya bahkan jika kita memanggil semua monster tua yang masih bersembunyi di seluruh Kekaisaran Song sekalipun, kita bukan tandingannya" Pria tua yang pertama kali bereaksi membalas dengan nada dalam
Situasi yang sama juga terjadi di beberapa tempat
Hanya dalam waktu singkat, tokoh-tokoh paling penting di seluruh dunia persilatan menghilang dari tempat duduknya dan bergerak ke satu arah
Namun meskipun demikian, dengan kekacauan yang ditimbulkan aura tadi, tidak ada yang menyadari gerakan besar tersebut sehingga ketika beberapa orang ingin melaporkan situasi yang tengah terjadi kepada tokoh-tokoh tersebut
Mereka hanya mendapati ruangan kosong yang sangat sunyi
***
Rumah Keluarga Bangsawan Feng
Di sebuah halaman sederhana, terlihat seorang wanita tua dan seorang gadis cantik terlihat tengah menatap ke arah langit dengan ekspresi serius
Melihat warna merah yang seolah sengaja di tinggalkan oleh ledakan tadi, sang gadis cantik tidak bisa menahan diri untuk bertanya
"Apa itu nenek ? Kenapa aku merasa tidak nyaman melihat warna merah yang ada di langit itu ?"
"Entahlah, aku juga belum pernah melihat hal yang seperti ini" Wanita tua di sampingnya menggelengkan kepala dan bertanya kepada dirinya sendiri
'Bagaimana bisa sebuah aura mampu mempengaruhi suasana dunia bahkan menyentuh langit? Apa yang terjadi sebenarnya ?'
Keduanya kemudian terdiam selama beberapa saat sebelum wanita tua tadi kembali buka suara
"Xue'er, bersiaplah sekarang"
"Apakah kita akan pergi ke tempat itu nenek ?" Gadis cantik itu bertanya dengan nada khawatir
Disisi lain, wanita tua tersebut tidak menjawab tetapi malah balik bertanya "Bukankah kau mengatakan ingin membalas budi kepada orang yang pernah menyelamatkanmu ?"
"Apakah fenomena itu ada hubungannya dengan dia ?" Kelopak gadis cantik tersebut melonjak dan terlihat khawatir
Wanita tua tersebut mengangguk dan menjawab "Jika tebakanku tidak salah, sepertinya memang begitu"
"Kalau begitu mari kita pergi sekarang juga nenek" Gadis cantik tersebut buru-buru membalas
Wanita tua tersebut mengangguk dan memegang pundak gadis cantik tersebut sebelum menghilang dari halaman sederhana itu
...