Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Cao Feng


"Pergilah " Senior Mu berkata ke arah pendekar wanita disampingnya


Wanita tersebut menggelengkan kepalanya dan membalas "Senior terlibat karena aku, aku tidak mungkin meninggalkan anda sendiri"


"Berita yang kau dapatkan sangat penting. Tuan Muda harus mengetahui itu. Jika kau tinggal bersamaku, kau hanya akan mati " Senior Mu membalas dengan tenang


Namun sebelum wanita tersebut membalas, pria paruh baya yang duduk di atas salah satu bangunan berkata sambil melompat turun


"Kalian tidak perlu repot-repot melarikan diri karena itu sia-sia saja "


Pria paruh baya tersebut kemudian melirik ke arah keduanya dan berkata "Siapa sebenarnya kalian ?. Hanya seorang Pendekar Ahli dan seorang Pendekar Bergelar. Bagaimana bisa kalian lolos dari persepsi kedua orang bodoh itu ?"


Keduanya tidak menjawab, namun tatapan mata Senior Mu semakin serius


Mampu menilai kekuatan mereka hanya dalam satu lirikan, jelas kekuatan pihak lain berada jauh di atasnya


"Pergilah sekarang dan laporkan berita ini kepada Tuan Muda. Selama kau berhasil mengirimkan berita ini, aku yakin Tuan Muda akan membalaskan dendamku, sehingga kematianku tidak menjadi sia-sia " Senior Mu berkata dengan serius sambil menarik pedang yang ada di pinggangnya


Disisi lain, wanita tersebut terlihat ragu-ragu


Tepat ketika Senior Mu berniat kembali menekankan wanita tersebut untuk segera melarikan diri


Dua pria paruh baya yang mengejar mereka berdua sebelumnya tiba-tiba muncul dari arah berlawanan, sehingga membuat Senior Mu menghela nafas dan berkata "Kali ini kita benar-benar mati "


"Itu dia " Salah satu pria paruh baya menunjukan wanita yang berada disamping Senior Mu


Namun ketika tatapannya tanpa sengaja melewati Senior Mu dan wanita tersebut, pria paruh baya itu tertegun dan berkata "Senior, bagaimana bisa anda di sini ?"


Mendengar pertanyaan tersebut, orang yang di panggil senior itu mendengus dan berkata "Jika aku tidak bergerak sendiri, apakah sampah seperti kalian bisa menangkap kedua tikus ini ?"


Setelah mengatakan itu, ia kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Senior Mu dan Pendekar Wanita sebelum berkata "Aku tidak peduli dengan identitas kalian. Tapi aku cukup tertarik dengan teknik unik yang kalian gunakan. Karena itu jika kalian bersedia memberikan teknik itu kepadaku, aku bisa pastikan kalian mati tanpa rasa sakit "


Mendengar pernyataan itu, Senior Mu dan wanita tersebut saling melirik tanpa ada yang menjawab, sehingga membuat suasana menjadi hening


Suasana pun semakin tegang dengan aura pria paruh baya yang mulai merembes keluar dari tubuhnya


Akan tetapi tepat ketika suasana di tempat tersebut semakin menyesakkan


Suara tepuk tangan yang disusul dengan kalimat sinis tiba-tiba muncul dan mengalir di udara


"Tiga orang dewasa menggertak generasi muda tepat di bawah Sekte Gunung Kunlun, jika aku tidak bertindak, bagaimana dunia persilatan akan memandang kami ?!"


***


Beberapa saat sebelumnya


Di sebuah rumah kecil


Yan Tian terlihat duduk sambil menatap pemuda dihadapannya dengan tenang


Pemuda tersebut terlihat berusia sekitar dua puluh tahunan


Memiliki wajah tampan dan alis setajam pedang, ditambah dengan gelar jenius nomor satu di Sekte Gunung Kunlun yang tersemat di dahinya


Namun berbeda dengan reaksi kebanyakan orang, menghadapi pemuda yang digadang-gadang akan menjadi pilar penting Sekte Gunung Kunlun bahkan seluruh dunia persilatan, Yan Tian terlihat sangat tenang


Sebaliknya, pemuda yang di anggap sebagai jenius nomor satu di Sekte Gunung Kunlun tersebut justru terlihat rendah hati


Yan Tian bahkan tidak melihat sedikit pun kesombongan atau arogansi dari kedalaman matanya, sehingga membuat pria paruh baya tersebut diam-diam mengangguk


Yan Tian kemudian tersenyum dan berkata "Cao Feng, lama tidak bertemu. Seperti yang diharapkan kau tumbuh dengan sangat cepat beberapa tahun terakhir "


Berbeda dengan terakhir kali saat bersama Zhou Yu


Cao Feng kali ini terlihat jauh lebih dewasa, selain wajahnya yang menjadi lebih tegas dan alis pedang yang melukis wajahnya juga terlihat semakin sempurna


Aura yang dilepaskan pemuda tersebut juga sangat kuat


Dengan usianya yang masih sangat muda, sangat sulit menemukan seseorang yang dapat menyainginya


"Terima kasih Tetua Yan, murid merasa sangat tersanjung " Cao Feng menundukkan kepalanya sambil memberi hormat


Melihat sikapnya yang agak terkendali, Yan Tian kemudian melambaikan tangannya dan berkata "Tidak perlu terlalu kaku, aku bukan para orang tua yang sangat peduli dengan apa yang disebut etika "


"Murid mengerti "


"Aku tahu kau baru saja menyelesaikan latihan, tapi para orang tua itu sangat tidak sabaran, sehingga memaksamu untuk segera turun gunung " Yan Tian melirik ke arah Gunung Kunlun dan berkata "Karena itu, aku tidak akan memberikanmu tugas yang sulit sekarang "


Mendengar pernyataan tersebut, Cao Feng kembali menundukkan kepalanya dengan hormat dan berkata "Terima Kasih atas pengertian anda, senior "


Yan Tian mengangguk dan berdiri dari tempat duduknya


"Ikutlah denganku " Ucap Yan Tian sambil berjalan keluar dari rumah itu


Melihat hal tersebut, Cao Feng mengangguk dan buru-buru mengikuti pria paruh baya tersebut


Meskipun Yan Tian harus menurunkan kecepatan dengan sangat jauh karena khawatir Cao Feng kehilangan jejak


Gerakan Keduanya masih sangat cepat, sehingga sangat sulit untuk dilihat dengan mata telanjang


Setelah beberapa saat, Yan Tian kemudian berhenti yang membuat Cao Feng langsung memperlambat langkahnya


Melihat lima orang yang berada tidak jauh dari mereka berdua, pemuda tersebut kemudian menarik nafas sambil mengerutkan keningnya


Disisi lain, Yan Tian melirik ke arah pemuda tersebut dan berkata "Tunggu dan perhatikanlah dari sini. Ingat apapun yang terjadi, jangan bertindak atau melakukan apapun, apa kau mengerti ?"


"Murid mengerti Tetua "


"Bagus " Yan Tian melompat dari atap rumah tersebut dan berjalan ke arah kelima orang tadi


Setelah jaraknya dengan kelima orang tersebut cukup dekat


Yan Tian kemudian bertepuk tangan sambil berkata "Tiga orang dewasa menggertak generasi muda tepat di bawah Sekte Gunung Kunlun, jika aku tidak bertindak, bagaimana dunia persilatan akan memandang kami ?!"


***