Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Mutiara Bawaan


Zhou Yu melirik Cincin Ruang di salah satu jarinya, mengingat percakapan tadi, ia tidak bisa tidak menghela nafas berat


Pemuda bertopeng tersebut kemudian melangkahkan kakinya menuju halaman belakang dengan lambat


Sesampainya di halaman belakang, ia melihat Ming An yang tengah duduk dengan mata tertutup


Pemuda bertopeng tersebut kemudian mempercepat langkahnya dan langsung menyapa


“Guru “


“Apakah kau sudah siap ?” Ming An bertanya sambil membuka matanya


Disisi lain, Zhou Yu mengangguk dan menjawab “Murid sudah siap”


“Kalau begitu mari kita mulai” Ming An berdiri dan belasan pedang seketika terbang dan mengelilingi mereka berdua


Melihat gerakan besar tersebut, Zhou Yu tidak terganggu dan langsung duduk dengan menyilangkan kakinya


Namun tepat ketika pemuda bertopeng tersebut berniat menutup mata dan memasuki meditasi sunyi, gerakannya terhenti dan melirik ke satu arah


Seorang gadis kecil terlihat berlari ke arahnya sambil di ikuti oleh seorang wanita cantik yang tidak lain adalah Yu Lian


Melihat kedatangan keduanya, Ming An menaikkan alis dan berkata dengan lembut “Yue’er, apa yang kau lakukan ?”


Menghadapi pertanyaan sang ayah, gadis kecil tersebut tidak menjawab dan terus berlari dengan langkah yang mengkhawatirkan sampai di depan Zhou Yu


Sesampainya di depan pemuda bertopeng tersebut, gadis kecil itu kemudian mengeluarkan sebuah benda dari pelukannya dan menyerahkannya kepada Zhou Yu


Zhou Yu menaikkan alisnya dan bertanya “Apakah ini untukku ?”


“Um” Gadis kecil tersebut mengangguk dengan ekspresi serius yang sangat menggemaskan


Disisi lain, Zhou Yu kemudian menerimanya dan berkata dengan lembut ke arah gadis itu “Terima kasih”


Gadis kecil tersebut tidak menjawab, tetapi justru berbalik dan berlari ke arah Ming An sebelum bersembunyi di balik pria paruh baya tersebut


Melihat hal tersebut, Zhou Yu tersenyum tidak terganggu sementara Ming An mengerutkan keningnya dan bergumam


‘Yueyeu biasanya takut pada Yu’er karena aura jahat dari tubuhnya, sekarang dia memberanikan diri berhadapan dengan Yu’er dan memberikan pusaka bawaan lahirnya. Apakah situasinya lebih berbahaya dari yang aku pikirkan ?’


***


“Apakah ini Pusaka Langit, Guru ?” Zhou Yu menatap mutiara yang di berikan Ming Yueyeu kepadanya dengan ekspresi terkejut


“Bagaimana bisa saudari Yue memiliki sebuah Pusaka Langit di tangannya ?” Zhou Yu bertanya dengan nada bingung


Sementara, Ming An menggelengkan kepalanya dan menjawab “Aku tidak memiliki jawaban untuk pertanyaanmu, saat Yue’er lahir, ia telah memegang mutiara itu di tangannya”


“Ada hal seperti itu ?” Zhou Yu terkejut dan kembali menatap mutiara berwarna putih bersih di tangannya


Ming An tidak menjawab dan berkata kepada pemuda bertopeng tersebut “Simpanlah mutiara itu di tanganmu dan lakukan meditasi sunyi, mungkin mutiara itu bisa berguna nanti”


“Baik Guru” Zhou Yu menjawab dengan ragu-ragu


Meskipun ia tidak mengerti dengan maksud dari ucapan gurunya itu, namun ia tetap mengikuti perintahnya tanpa bertanya


Zhou Yu kemudian menarik nafas panjang dan menutup matanya, untuk beberapa alasan, pemuda bertopeng tersebut merasa proses memasuki meditasi sunyi kali ini jauh lebih lancar dari sebelumnya


Namun Zhou Yu tidak sempat berpikir lebih banyak karena ia telah muncul di suatu tempat yang memberikan perasaan asing dan juga akrab


“Kau akhirnya di sini”


***


“Apakah Yu’er akan baik-baik saja ?” Yu Lian yang sebelumnya tidak mengatakan apapun bertanya dengan nada khawatir


Ming An melirik istrinya itu dan menjawab sambil tersenyum “Yu’er adalah Putra Takdir, apa yang perlu di khawatirkan ?”


“Tapi bahkan Yue’er sampai menyerahkan pusaka miliknya, aku khawatir ada sesuatu yang salah dengan Yu’er” Yu Lian masih belum di yakinkan


Disisi lain, Ming An kemudian melirik putrinya yang menatap ke arah Zhou Yu dengan ekspresi gugup


Tepat ketika Ming An ingin berbicara untuk menangkan keduanya, aura jahat berwarna hitam kemerahan meletus dari tubuh Zhou Yu yang membuatnya seketika melepaskan momentum yang menakjubkan


Namun sebelum pria paruh baya tersebut sempat bertindak, mutiara yang berada di tangan Zhou Yu berdengung dan melepaskan cahaya berwarna putih bersih


Seolah bertemu musuh alami, aura jahat tersebut meletus lebih kuat, tapi layaknya salju yang terkena sinar mentari


Cahaya yang di lepaskan mutiara tersebut berhasil menekan aura jahat dan membuatnya kembali tenang


Melihat pemandangan tersebut, Ming An dan Yu Lian saling melirik sebelum mengalihkan perhatian ke arah putri mereka


...