
"Semuanya berhenti " Seorang pria berteriak ketika melihat teman-temannya berniat mengejar para siluman yang berlari menuju hutan
Disisi lain, Meskipun mengikuti perintah, salah satu di antaranya kemudian bertanya "Kenapa kita berhenti Tetua Wang ?, para binatang itu terlalu menjengkelkan, kita harus memberikan mereka pelajaran "
"Jangan gegabah " Pria yang dipanggil Tetua Wang melirik pendekar tersebut dan menjawab "Tetua Qi telah membuat jebakan yang tidak terhitung jumlahnya di dalam sana, meskipun tidak begitu jelas bagaimana para bintang buas itu berhasil lolos dan selamat dari jebakan-jebakan yang dibuat beliau, tapi jika kita memasuki hutan secara paksa, bahkan sebelum kita menghabisi mereka, kemungkinan besar nyawa kita sudah terlebih dahulu melayang "
"Selain itu, jangan lupa bahwa yang menyerang kita sebelumnya bukan hanya para binatang buas, tetapi juga siluman, jika ternyata ada siluman yang menunggu kita disana, kita tidak mempunyai kesempatan untuk melawan" Sambung pria tersebut dengan suara dalam
Mendengar pernyataan tersebut, para pendekar lainnya saling melirik sebelum menundukkan kepala mereka
Melihat hal tersebut, pria yang panggil Tetua Wang menghela nafas dan berkata "Baiklah, saatnya kembali"
"Baik Tetua Wang " Salah seorang pendekar membalas sebelum mengajak yang lainnya pergi
Disisi lain, Tetua Wang tidak segera beranjak dari tempatnya tetapi menatap hutan dihadapannya sambil mengepalkan tangan "Ini sudah yang kesekian kalinya, apa yang mereka inginkan sebenarnya ?"
Sejak pertempuran terakhir, meskipun Gelombang Siluman tidak kembali melakukan serangan dalam skala besar terhadap Sekte Pedang Kembar
Namun seolah tidak ingin membiarkan Sekte Pedang Kembar merasa tenang
Hampir setiap hari Sekte Pedang Kembar kedatangan puluhan binatang buas
Beberapa kali bahkan ada satu-dua ekor siluman yang ikut bergabung dalam rombongan tersebut, sehingga membuat pasukan yang bertugas melakukan pembelaan merasa kesulitan
Meskipun pada akhirnya mereka berhasil memukul mundur setiap gelombang binatang buas yang datang
Namun menghadapi serangan yang berkelanjutan, para pendekar mulai kelelahan dan menjadi mudah tersinggung
Karena alasan itu, beberapa pendekar tadi berniat mengejar para binatang buas menuju hutan tanpa memperdulikan konsekuensinya
Tepat ketika Tetua Wang terhanyut dalam pikirannya, sesosok pemuda bertopeng tiba-tiba keluar dari dalam hutan dan melesat ke arahnya
Melihat pemuda bertopeng tersebut, Tetua Wang terbangun sambil bergumam pelan "Zhou Yu "
***
"Apakah ada serangan lagi, Tetua Wang ?" Zhou Yu bertanya dengan alis terangkat melihat keberadaan orang yang dikenalnya
Disisi lain, Tetua Wang menganggukkan kepalanya dan menjawab "Benar, binatang-binatang itu tidak ada habisnya, mereka seperti sengaja membuat kita merasa jengkel "
"Ngomong-ngomong aku melihatmu keluar dari hutan itu, apa yang baru saja anda lakukan ?" Tetua Wang balik bertanya
Zhou Yu tersenyum dan menjawab dengan singkat "Menyelesaikan urusan kecil "
"Aku mengerti " Tetua Wang menganggukkan kepalanya setelah mendengar jawaban singkat pemuda bertopeng tersebut sebelum mengajaknya kembali bersama
Melihat penampilan cerah pemuda bertopeng disampingnya
Tetua Wang berkata kepada dirinya sendiri "Masa depan benar-benar misterius, aku ingat beberapa tahun sebelumnya dia hanyalah anak kecil yang perlu pengawalanku untuk ikut serta dalam sebuah Turnamen, beberapa tahun kemudian, dia menjadi sosok yang bisa dengan bebas pergi tanpa khawatir bahaya akan menghadangnya "
Mengingat kekuatan yang ditunjukan Zhou Yu dalam pertempuran sebelumnya, Tetua Wang tidak bisa tidak menghela nafas kagum
Disisi lain, merasakan tatapan yang mengintip ke arahnya, Zhou Yu tidak bergeming dan terus berjalan dengan tenang
Beberapa saat kemudian, keduanya tiba di pintu gerbang sekte yang sudah kembali tertutup rapat
Melihat hal tersebut, Tetua Wang kemudian maju selangkah dan berteriak keras "Buka gerbangnya "
"Siapa di sana ? " Sebuah suara dari balik pintu gerbang memberikan respon sambil mengintip melalui celah kecil
"Ini aku, Wang Ren " Tetua Wang berteriak sambil melirik orang yang mengintipnya
"Ternyata anda, Tetua Wang. mohon tunggu sebentar " Suara dari balik pintu gerbang membalas sebelum pintu gerbang di buka dengan pelan
Melihat hal tersebut, Tetua Wang melirik Zhou Yu dan mengajaknya masuk
Keduanya kemudian berjalan memasuki gerbang yang sudah menunjukkan celah untuk dua orang
Saat melihat keberadaan Zhou Yu, para pendekar yang bertugas menjaga pintu gerbang terkejut
Namun sebelum mereka bereaksi, Zhou Yu mengangguk ke arah mereka dan melenggang pergi
***
Zhou Yu berjalan dengan tenang sambil melihat kesibukan di depannya
Keberadaan Zhou Yu tentunya menarik banyak perhatian, terutama dari kalangan rakyat biasa
Karena selain penampilannya cerah, rumor tentang kehebatannya juga telah sampai ke telinga para pengungsi, sehingga membuat mereka sangat penasaran
Disisi lain, merasakan puluhan pasang mata yang menatapnya, pemuda bertopeng tersebut kemudian langsung mempercepat langkahnya
Namun dalam perjalanan, ia bertemu dengan Pendekar Bayangan Hitam yang memiliki wajah serius
Pendekar Bayangan Hitam kemudian berdiri disamping Zhou Yu dan membisikan sesuatu
Setelah mendengar bisikan Bayangan Hitam, wajah pemuda bertopeng tersebut langsung berubah
...