Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Chen Guoping


"Keserakahan adalah dosa” Yan Tian berkata setelah memenggal kepala pria paruh baya itu


Tepat setelah kata-kata itu jatuh, seorang pria tiba-tiba muncul tidak jauh lokasi Yan Tian berada


Pria itu terlihat berusia 35 tahunan, meskipun wajahnya terlihat biasa, namun ia mempunyai aura yang sangat tajam layaknya sebuah pedang yang baru saja di tarik dari sarungnya


Apalagi ditambah dengan pedang serta pakaian yang terkenal hanya bisa digunakan oleh seorang murid inti dari Sekte Gunung Kunlun membuat keberadaannya sangat sulit di abaikan


Menyadari kehadiran pria tersebut, Yan Tian bertanya tanpa menoleh “Bagaimana situasinya ?”


Pria tersebut tidak segera menjawab tetapi malah menatap kepala yang sudah tidak lagi berada di tempatnya itu dengan tatapan dalam sebelum kemudian kembali mengalihkan perhatian dan berkata


“Semuanya sudah ditangani guru” Pria itu memberi hormat dan menjawab “Para pembelot dan penyusup yang melawan dengan putus asa ditangani di tempat sementara sisanya memilih menyerah dan menunggu hukuman sekte”


Pria itu kemudian menjelaskan proses pertempuran secara terperinci termasuk hal-hal yang mereka temukan selama gerakan


Untungnya menurut pria tersebut, meskipun banyak murid yang terluka dalam gerakan kali ini, namun karena Yan Tian dan para pendekar tingkat tinggi yang lain bergerak lebih dulu untuk menangani para pendekar tingkat tinggi dari pihak lawan membuat ancaman menjadi sangat rendah


Apalagi gerakan ini sangat tiba-tiba sehingga pihak lawan tidak bereaksi tepat waktu dan membuat korban jiwa di pihak mereka dinyatakan tidak ada


Yan Tian mengangguk setelah mendengar penjelasan tersebut “Kau menyelesaikan tugas dengan baik Ping’er, setelah kembali ke sekte, aku pastikan kau akan mendapatkan hadiah besar”


“Terima kasih guru” Pria yang dipanggil Ping’er menundukkan kepalanya dengan rendah hati, namun meskipun demikian ia tidak bisa menyembunyikan kegembiraan dari nada suaranya


Nama pria itu adalah Chen Guoping, ia juga mempunyai identitas lain yakni murid langsung dari Yan Tian


Sebagai murid Yan Tian yang merupakan tetua tingkat tinggi di Sekte Gunung Kunlun, Chen Guoping seharusnya tidak mempunyai banyak kegembiraan atas ucapan tadi, namun karena Yan Tian jarang menggunakan statusnya untuk memiringkan sumber daya sekte terhadap murid-muridnya membuat sumber daya yang diterima murid-muridnya itu termasuk Chen Guoping tidak sebanyak murid-murid dari tetua yang lain


Karena itu setelah mendengar ucapan gurunya, Chen Guoping sangat bersemangat


Disisi lain, Yan Tian melirik Chen Guoping dari sudut matanya dan membalas dengan acuh tak acuh “Kau layak mendapatkannya”


***


Chen Guoping mengangguk dan menjawab “Ini soal Kuil Shaolin dan yang sekte-sekte yang lain”


“Apakah mereka juga bergerak ?” Yan Tian bertanya dengan serius


Chen Guoping kembali mengangguk “Menurut informasi terakhir, mereka sudah siap bergerak”


“Itu bagus” Yan Tian menganggukkan kepalanya dan berkata “Pemerintah Surga telah menyiapkan banyak plot untuk kita, jika kita tidak menyelesaikannya sebelum perang satu bulan kemudian, itu akan menjadi bencana”


Mendengar pernyataan tersebut, Chen Guoping terlihat ragu-ragu dan bertanya “Apakah mereka sangat kuat guru ?”


“Apa kau takut Ping’er ?” Yan Tian memutar tubuhnya sambil tersenyum


Disisi lain, Chen Guoping menggelengkan kepala dan menjawab “Murid hanya merasa mereka sangat misterius guru”


“Mereka memang misterius” Yan Tian mengangguk dan berkata dengan tegas “Tapi tidak peduli seberapa misterius mereka, kita tidak akan kalah”


Chen Guoping terdiam sejenak sebelum membalas dengan lemah “Murid mengerti guru"


Setelah percakapan tersebut berakhir, Yan Tian kemudian memerintahkan muridnya itu untuk segera kembali


Melihat punggung muridnya yang berangsur-angsur menghilang, Yan Tian menghela nafas


Meskipun terlihat acuh tak acuh, tapi bagaimana mungkin ia tidak mengerti apa yang berada dalam pikiran muridnya itu


Apalagi mengingat karakter Chen Guoping yang hampir sama seperti dirinya, pertanyaan yang dia ajukan sebelumnya dengan jelas menunjukkan pikiran aslinya


“Bahkan Ping’er berpikir seperti itu, aku khawatir hampir semua pendekar juga berpikir bahwa kita akan kalah, sepertinya aku harus melaporkan ini kepada para tetua yang lain” Yan Tian bergumam sebelum kembali melirik mayat tanpa kepala untuk terakhir kalinya dan menghilang dengan cepat


...