
"Ternyata firasatku benar, mereka bisa mengendalikan Gelombang Siluman ini " Yu Lian berkata dengan suara dalam
Meskipun sudah cukup waspada, terutama setelah mendengar peringatan dari suaminya
Namun Yu Lian tidak pernah mengharapkan bahwa Pemerintah Surga lebih misterius dari pada dugaannya
Mereka bahkan memiliki kemampuan untuk mengendalikan Gelombang Siluman yang merupakan kemampuan menantang langit dan hanya pernah muncul dalam legenda
"Aku harus segera menghentikan mereka sebelum para pendekar itu kehabisan tenaga dalam " Yu Lian berkata ketika melihat tekanan pada pasukan pertahanan meningkat secara signifikan setelah suara Seruling tadi menyebar ke seluruh area pertempuran
Yu Lian kemudian mengangkat busurnya dan melepaskan serangan
Berbeda dengan serangan-serangan sebelumnya, anak panah Yu Lian tidak berlipat ganda ataupun berubah menjadi ribuan
Anak panah tersebut justru membesar dan berubah menjadi seukuran tombak
Dengan perubahan ukuran tersebut, momentum anak panah Yu Lian juga sangat berbeda yang membuat para siluman terlihat lebih hati-hati
Siluman tersebut kemudian melemparkan serangan dan berusaha kembali menahan anak panah Yu Lian
Namun saat serangannya bersentuhan dengan anak panah Yu Lian
Serangan siluman tersebut meledak dan hancur di udara
Disisi lain, anak panah tadi hanya sedikit bergetar dan terus melesat dengan kecepatan yang menakjubkan
Melihat hal tersebut, para siluman menggeram dan melepaskan serangan secara bersamaan yang akhirnya berhasil membuat anak panah tersebut menjadi abu
***
Sementara itu, tepat ketika Yu Lian mulai kembali melancarkan serangan
Penatua Agung yang berada cukup jauh dari posisi wanita cantik tersebut terlihat dalam masalah
Akibat suara Seruling yang menyebar ke seluruh area pertempuran
Para siluman seperti mendapatkan darah segar yang membuat mereka menjadi lebih ganas dan juga beringas
Mereka bahkan tidak lagi takut dengan serangan-serangan para pendekar yang membuat tekanan kepada para pendekar meningkat
Sebaliknya, situasi para pendekar terlihat mengkhawatirkan
Setelah melalui pertempuran panjang sejak matahari terbit hingga hampir terbenam, para pendekar telah kelelahan dalam hal fisik maupun mental
Karena itu, menghadapi kekuatan para siluman yang kembali pulih dan menjadi lebih besar, para pendekar benar-benar merasa putus asa dan kehilangan konsentrasi
Buntut dari hal tersebut, beberapa siluman berhasil lolos dari hujan serangan dan menabrak Benteng Pertahanan
Meskipun akhirnya para pendekar berhasil menghentikan aksi siluman-siluman tersebut
Namun tabrakan tadi berhasil membuat formasi para pendekar menjadi goyah yang membawa efek domino yang lebih besar dalam pertempuran
Penatua Agung kemudian melirik Yuan Qin yang ada disampingnya dan berkata "Dimana Tetua Qi, panggilkan dia sekarang"
"Baik Penatua Agung " Yuan Qin mengangguk dan melesat dengan ilmu meringankan tubuhnya
Setelah beberapa saat, pria tua tersebut kembali dengan salah satu Tetua Utama yang terlihat seusia dengan dirinya
Tetua Utama tersebut kemudian berjalan dan berkata "Anda memanggilku, Penatua Agung ?"
Penatua Agung mengangguk dan berkata "Tetua Qi, Aku ingat kau pernah mengatakan bahwa kau telah membuat banyak jebakan di area ini, apakah itu benar ?"
"Itu benar " Tetua Qi menjawab sambil menganggukkan kepalanya
"Dimana jebakan-jebakan itu di tempatkan ?" Penatua Agung melirik sekelilingnya dan bertanya "Apakah kita bisa menggunakannya sekarang ?"
"Aku khawatir tidak bisa, Penatua Agung " Tetua Qi menggelengkan kepalanya
Penatua Agung terdiam dan bertanya dengan nada rendah "Apakah ada masalah ?"
"Benar " Tetua Qi mengangguk dan menjelaskan
Menurut pria tua tersebut karena Benteng Pertahanan berhasil dibangun dengan selesai
Pria tua tersebut kemudian mengangkat semua jebakan yang sebelumnya ditempatkan untuk menutupi celah
Selain karena khawatir melukai para pendekar dan orang biasa yang membantu proses pembangunan Benteng
Tetua Qi juga merasa lokasi jebakan-jebakan tersebut tidak terlalu strategis
Karena itu, dibawah persetujuan Yu Lian, ia kemudian mengangkat dan memindahkan semua jebakan tersebut ke area hutan yang berada dihadapan mereka
"Aku meletakan jebakan-jebakan itu tepat di 300 meter dari posisi kita sekarang, secara normal, jebakan-jebakan itu telah dilalui oleh Gelombang Siluman ini sebelumnya, tapi melihat ukuran Gelombang Siluman sekarang, sepertinya jebakan-jebakan yang aku buat jauh dari cukup untuk membuat mereka terluka, mohon hukumlah diriku, Penatua Agung " Tetua Qi menutup penjelasan dengan raut wajah malu
Sebenarnya tidak bisa disalahkan kepada Tetua Qi
Selain karena ia tidak mengetahui jumlah pasti Gelombang Siluman yang akan menyerang
Waktu dan lokasinya tidak memungkinkan pria tua tersebut membuat jebakan dalam skala besar
Apalagi ditambah dengan fakta bahwa tidak pernah dilibatkannya jebakan dalam pertempuran melawan para siluman membuat pria tua tersebut tidak bisa membuat perkiraan kasar tentang efektivitas jebakannya
"Lupakanlah "Penatua Agung melambaikan tangannya dan berkata "Ini bukan salahmu "
Setelah mengatakan itu, Penatua Agung kemudian jatuh ke dalam perenungan yang dalam
Namun dengan teriakan-teriakan para pendekar disekitarnya, sangat sulit bagi pria tua tersebut untuk berpikir apalagi menemukan jalan keluar
Dan tepat ketika pria tua tersebut tengah kebingungan, Tetua Qi yang sebelumnya menundukkan kepala tiba-tiba berkata "Sebenarnya aku masih memiliki satu jebakan lagi yang mungkin bisa sedikit membantu, Penatua Agung "
...