Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pertempuran X


Zhou Yu menatap mayat pendekar tersebut dengan sedikit air di sudut matanya


"Tidak ku sangka, kau benar-benar membunuhnya anak kecil " tiba-tiba terdengar suara yang di ikuti tawa yang membuat tubuh Zhou Yu bergidik


Zhou Yu mengalihkan padangannya ke arah sumber suara, ia melihat seorang pendekar wanita yang tengah berjalan ke arahnya


Pendekar wanita itu terlihat berusia sekitar 20 tahun ,ia memiliki wajah yang cantik dan tubuh yang menyenangkan, tetapi Zhou Yu bisa merasakan kegelapan tanpa batas yang keluar dari tubuhnya


Pendekar wanita itu melirik mayat dengan acuh tak acuh, kemudian menatap Zhou Yu dengan mata besarnya


Zhou Yu mencengkram pedangnya dengan erat ketika melihat tatapan pendekar wanita tersebut


Pendekar wanita tersebut tertawa kecil melihat reaksi Zhou Yu dan berkata "Tidak perlu bereaksi seperti itu anak kecil, aku ingin membunuhmu sebelumnya karena telah berani membunuh saudara seperguruanku, tetapi ketika melihat wujudmu dari dekat aku enggan melakukannya "


Ia menatap Zhou Yu dari atas ke bawah dengan penuh minat, kemudian tertawa kecil "Kau sangat pantas untuk menjadi lelakiku, lihat kulitmu itu, aku bahkan cemburu melihatnya "


Zhou Yu menatap tajam pendekar wanita di depannya, ia kemudian berlari dan menyerang pendekar wanita tersebut


"Kau cukup tidak sabaran yah, baiklah jika kau tidak mau menyerah, aku akan menundukanmu dan membawamu kembali " pendekar wanita tersebut tertawa sambil menghindari serangan pedang Zhou Yu


Ia kemudian mengambil cambuk dari pinggangnya dan berbalik menyerang Zhou Yu


Zhou Yu terkejut oleh serangan balik cepat dari pendekar wanita


Ia buru-buru mengangkat pedang petir hitam untuk menghentikan serangan tersebut


Zhou Yu menatap pendekar wanita itu dengan takjub, meskipun berhasil menghentikan serangannya, ia masih terdorong tiga langkah oleh serangan tersebut


"Dia lebih kuat dari pendekar sebelumnya, aku harus lebih berhati-hati" Zhou Yu bergumam pelan


Pendekar wanita itu menyimpan cambuk di pundaknya dengan gaya santai, ia kemudian berkata dengan suara menggoda "Hei anak kecil, masih belum terlambat untuk menyerah sekarang "


Zhou Yu mendengus dingin "Kau wanita tua, apa kau pikir aku mau ikut denganmu ?, mimpi-!"


Tubuh pendekar wanita itu bergetar karena marah setelah mendengar Zhou Yu memanggilnya wanita tua


Ia menunjuk Zhou Yu dengan tatapan marah "Anak kecil, kau berani memanggilku seperti itu, apa kau tidak tahu bahwa membicarakan umur dengan seorang wanita adalah tabu, sepertinya kau harus di beri pelajaran sekarang juga "


Pendekar wanita itu mengayunkan cambuknya, Zhou Yu melompat mundur untuk menghindari serangan tersebut


Beberapa nafas kemudian keduanya telah bertukar belasan jurus


Pendekar wanita itu semakin marah karena serangannya tidak mengenai Zhou Yu sekalipun


Gerakan Zhou Yu sangat cepat dan ia selalu melompat mundur ketika pendekar wanita itu mengayunkan cambuknya


Ia kemudian memanfaatkan kemampuan tulangnya dengan menginjak tanah untuk membuat serangan balik cepat, sehingga membuat pendekar wanita kewalahan


Pendekar wanita itu sangat geram, ia kembali mengayunkan cambuknya


Zhou Yu yang melihat hal itu kembali melompat mundur, namun tepat ketika ia akan melakukan serangan balik


Sebuah tangan ramping bergerak cepat ke arah wajahnya, Zhou Yu terlambat bereaksi


Ia terpukul mundur sejauh sepuluh langkah, Zhou Yu mengerutkan kening sambil memegang perutnya


Ia teralihkan oleh serangan yang berada di depan wajahnya sehingga membuatnya tidak sadar bahwa sebuah pukulan cukup keras telah menghantam ke arah perutnya


Zhou Yu menatap pendekar wanita itu, namun ia melihat bahwa pendekar wanita itu sedang menatapnya tanpa berkedip


Ia juga melihat sebuah topeng familiar yang berada di tangan kirinya, sehingga membuat Zhou Yu secara tidak sadar memegang wajahnya


Namun ketika tangannya menyentuh wajahnya, ia tidak merasakan sebuah topeng yang selalu menemaninya sama sekali


***


Pendekar wanita itu membeku ketika melihat wajah tampan yang tengah mengerutkan kening di depannya


Meskipun ia telah menduga bahwa Zhou Yu sangat tampan, namun ia masih terkejut ketika melihatnya tanpa mengenakan topeng


Ia melihat sebuah wajah yang sangat menyenangkan mata, dengan hidung yang menjulang tinggi, serta mata biru yang tidak umum, dan bibir tipis yang menyegarkan


Sosoknya semakin sempurna, dengan kulit seindah batu giok, yang lebih halus dari para wanita bangsawan, serta tubuh yang proporsional, membuatnya terasa bukan miliki dunia fana


Ia kemudian melihat wajah yang dapat membuat bunga-bunga merasa malu itu, sedang menatapnya sehingga membuat ia semakin kesulitan mengendalikan diri


Setelah menarik nafas, pendekar wanita itu tertawa sambil menatap Zhou Yu tanpa berkedip "Lihat wajah tampan itu, aku semakin enggan untuk membunuhmu meskipun kau telah menghinaku dengan sebutan wanita tua"