
Zhou Yu menatap mayat pendekar tersebut dengan sedikit air di sudut matanya
"Tidak ku sangka, kau benar-benar membunuhnya anak kecil " tiba-tiba terdengar suara yang di ikuti tawa yang membuat tubuh Zhou Yu bergidik
Zhou Yu mengalihkan padangannya ke arah sumber suara, ia melihat seorang pendekar wanita yang tengah berjalan ke arahnya
Pendekar wanita itu terlihat berusia sekitar 20 tahun ,ia memiliki wajah yang cantik dan tubuh yang menyenangkan, tetapi Zhou Yu bisa merasakan kegelapan tanpa batas yang keluar dari tubuhnya
Pendekar wanita itu melirik mayat dengan acuh tak acuh, kemudian menatap Zhou Yu dengan mata besarnya
Zhou Yu mencengkram pedangnya dengan erat ketika melihat tatapan pendekar wanita tersebut
Pendekar wanita tersebut tertawa kecil melihat reaksi Zhou Yu dan berkata "Tidak perlu bereaksi seperti itu anak kecil, aku ingin membunuhmu sebelumnya karena telah berani membunuh saudara seperguruanku, tetapi ketika melihat wujudmu dari dekat aku enggan melakukannya "
Ia menatap Zhou Yu dari atas ke bawah dengan penuh minat, kemudian tertawa kecil "Kau sangat pantas untuk menjadi lelakiku, lihat kulitmu itu, aku bahkan cemburu melihatnya "
Zhou Yu menatap tajam pendekar wanita di depannya, ia kemudian berlari dan menyerang pendekar wanita tersebut
"Kau cukup tidak sabaran yah, baiklah jika kau tidak mau menyerah, aku akan menundukanmu dan membawamu kembali " pendekar wanita tersebut tertawa sambil menghindari serangan pedang Zhou Yu
Ia kemudian mengambil cambuk dari pinggangnya dan berbalik menyerang Zhou Yu
Zhou Yu terkejut oleh serangan balik cepat dari pendekar wanita
Ia buru-buru mengangkat pedang petir hitam untuk menghentikan serangan tersebut
Zhou Yu menatap pendekar wanita itu dengan takjub, meskipun berhasil menghentikan serangannya, ia masih terdorong tiga langkah oleh serangan tersebut
"Dia lebih kuat dari pendekar sebelumnya, aku harus lebih berhati-hati" Zhou Yu bergumam pelan
Pendekar wanita itu menyimpan cambuk di pundaknya dengan gaya santai, ia kemudian berkata dengan suara menggoda "Hei anak kecil, masih belum terlambat untuk menyerah sekarang "
Zhou Yu mendengus dingin "Kau wanita tua, apa kau pikir aku mau ikut denganmu ?, mimpi-!"
Tubuh pendekar wanita itu bergetar karena marah setelah mendengar Zhou Yu memanggilnya wanita tua
Ia menunjuk Zhou Yu dengan tatapan marah "Anak kecil, kau berani memanggilku seperti itu, apa kau tidak tahu bahwa membicarakan umur dengan seorang wanita adalah tabu, sepertinya kau harus di beri pelajaran sekarang juga "
Pendekar wanita itu mengayunkan cambuknya, Zhou Yu melompat mundur untuk menghindari serangan tersebut
Beberapa nafas kemudian keduanya telah bertukar belasan jurus
Pendekar wanita itu semakin marah karena serangannya tidak mengenai Zhou Yu sekalipun
Gerakan Zhou Yu sangat cepat dan ia selalu melompat mundur ketika pendekar wanita itu mengayunkan cambuknya
Ia kemudian memanfaatkan kemampuan tulangnya dengan menginjak tanah untuk membuat serangan balik cepat, sehingga membuat pendekar wanita kewalahan
Pendekar wanita itu sangat geram, ia kembali mengayunkan cambuknya
Zhou Yu yang melihat hal itu kembali melompat mundur, namun tepat ketika ia akan melakukan serangan balik
Sebuah tangan ramping bergerak cepat ke arah wajahnya, Zhou Yu terlambat bereaksi
Ia terpukul mundur sejauh sepuluh langkah, Zhou Yu mengerutkan kening sambil memegang perutnya
Ia teralihkan oleh serangan yang berada di depan wajahnya sehingga membuatnya tidak sadar bahwa sebuah pukulan cukup keras telah menghantam ke arah perutnya
Zhou Yu menatap pendekar wanita itu, namun ia melihat bahwa pendekar wanita itu sedang menatapnya tanpa berkedip
Ia juga melihat sebuah topeng familiar yang berada di tangan kirinya, sehingga membuat Zhou Yu secara tidak sadar memegang wajahnya
Namun ketika tangannya menyentuh wajahnya, ia tidak merasakan sebuah topeng yang selalu menemaninya sama sekali
***
Pendekar wanita itu membeku ketika melihat wajah tampan yang tengah mengerutkan kening di depannya
Meskipun ia telah menduga bahwa Zhou Yu sangat tampan, namun ia masih terkejut ketika melihatnya tanpa mengenakan topeng
Ia melihat sebuah wajah yang sangat menyenangkan mata, dengan hidung yang menjulang tinggi, serta mata biru yang tidak umum, dan bibir tipis yang menyegarkan
Sosoknya semakin sempurna, dengan kulit seindah batu giok, yang lebih halus dari para wanita bangsawan, serta tubuh yang proporsional, membuatnya terasa bukan miliki dunia fana
Ia kemudian melihat wajah yang dapat membuat bunga-bunga merasa malu itu, sedang menatapnya sehingga membuat ia semakin kesulitan mengendalikan diri
Setelah menarik nafas, pendekar wanita itu tertawa sambil menatap Zhou Yu tanpa berkedip "Lihat wajah tampan itu, aku semakin enggan untuk membunuhmu meskipun kau telah menghinaku dengan sebutan wanita tua"