
Pendekar Parang Darah mengayunkan parangnya ke arah Gu Chen
Gu Chen yang sudah siap sejak awal bergegas menghindar setelah melihat serangan tersebut
"Seperti biasanya, setiap generasi muda Aliran Hitam tidak pernah kekurangan orang-orang sombong, bahkan kepada tokoh senior sepertimu, dia berani memerintah " Gu Chen berkata dengan prihatin, namun ada nada ejekan kuat dalam kalimatnya
Tapi mendengar ejekan tersebut, Pendekar Pedang Darah terlihat acuh tak acuh dan justru berkata "Bagaimanapun, bakatnya memang tidak biasa, jika dia dibiarkan tumbuh, di masa depan anak itu pasti bisa menggantikan sosok Dewa Mabuk sekarang, berada di bawah perintah calon tokoh besar seperti itu, sepertinya bukan hal yang buruk juga bagiku "
"Kau bukan Parang Darah yang ku kenal " Gu Chen tiba-tiba berkata dengan suara rendah
Gu Chen ingat saat ia pertama kali bertemu dengan Pendekar Parang Darah
Pria paruh baya tersebut sangat sombong dan tak kenal takut, bahkan dihadapan seorang Pendekar Kaisar yang bersamanya pada waktu itu, pria paruh baya tersebut tidak berniat mundur yang sangat berbeda dengan gaya pendekar Aliran Hitam pada umumnya
Karena itu, melihat tindakannya hari ini, pria paruh baya tersebut sedikit terkejut
Sementara itu, Pendekar Parang Darah melirik mata pria paruh baya tersebut sambil terus melemparkan serangan sebelum berkata dengan samar "Orang-orang akan berubah untuk bertahan hidup"
Gu Chen melompat mundur dan menatap pria paruh baya dihadapannya dengan tatapan dalam sebelum berkata "Jadi begitu "
Pria paruh baya tersebut kemudian tersenyum dan melanjutkan "Aku setuju dengan ucapanmu, tapi tentang pendapatmu bahwa bocah itu bisa menjadi sosok yang dapat menggantikan Dewa Mabuk sebagai jagoan nomor satu di dunia persilatan, aku khawatir belum tentu benar "
"Apa maksudmu ?" Pendekar Parang Darah bertanya sambil mengerutkan keningnya
Gu Chen tersenyum dan berkata sambil melemparkan serangannya "Bocah itu seharusnya sudah tahu jawabannya"
Meskipun kekuatan Long Aoutian cukup bagus, tapi dibandingkan Zhou Yu, pemuda tersebut masih tertinggal jauh dibelakangnya
Gu Chen sendiri tidak yakin kenapa ketenaran Zhou Yu tidak sebaik Long Aoutian, padahal dalam hal kekuatan, pemuda bertopeng tersebut sangat jauh berada di depan jenius Aliran Hitam tersebut
Bahkan dibandingkan dengan empat jenius Aliran Putih yang masih terjebak di tingkat Pendekar Ahli, ketenaran pemuda bertopeng tersebut masih kalah yang membuat Gu Chen semakin heran
Meskipun rumor bahwa pemuda bertopeng tersebut sudah berhasil mencapai tingkat Pendekar Raja sempat terdengar di dunia persilatan
Namun Para pendekar dari kedua aliran tidak terlalu percaya dan berpikir bahwa berita tersebut hanyalah kebohongan yang diciptakan Aliran Putih untuk menutupi ketenaran Long Aoutian
Karena alasan itu, Pendekar Parang Darah tidak mengerti kalimat yang di ucapkan Gu Chen tadi
***
Saat pertarungan antara Gu Chen dan Pendekar Parang Darah di mulai
Pertempuran antara ketiga pendekar Aliran Putih yang bersama Gu Chen serta kelompok pendekar Aliran Hitam yang dibawa Pendekar Parang Darah sudah memasuki akhir
Dengan jumlah yang jauh lebih sedikit, ketiga pendekar Aliran Putih tidak bisa bertahan dibawah gempuran para pendekar Aliran Hitam, sehingga setelah pertempuran yang cukup sengit
Ketiganya jatuh ke tanah sambil memuntahkan beberapa suap darah
Gu Chen yang melihat hal tersebut segera melemparkan serangan ke arah Pendekar Parang Darah sebelum melompat mundur dan berhenti tepat di depan ketiganya
Pendekar Parang Darah menstabilkan sosoknya, sementara Long Aoutian berjalan dengan pelan sebelum berkata "Dimana orang itu ?"
"Apa tujuan kalian menghadang kami untuk mengetahui tujuan kami atau keberadaan Zhou Yu?" Gu Chen balik bertanya
Long Aoutian tersenyum dan menjawab "Mereka ingin tahu tujuanmu, aku ingin tahu keberadaan orang itu, apakah itu cukup untuk menjawab keraguanmu ?"
"Apa yang membuatmu tertarik kepadanya ?" Gu Chen kembali bertanya
Namun Long Aoutian tiba-tiba tersenyum dingin dan berkata "Sebagai pihak yang kalah, bukankah kau terlalu banyak bertanya?!"
Setelah mengatakan itu, aura berwarna hitam keluar dari tubuh pemuda tersebut
Gu Chen terkejut ketika merasakan bahaya fatal dalam hatinya bersamaan dengan kemunculan aura tersebut
Namun tepat ketika pria paruh baya tersebut tidak tahu bagaimana bereaksi, tanah di bawah kaki mereka berguncang hebat, sehingga membuat Gu Chen dan seluruh pendekar yang ada di sana kehilangan keseimbangan
...